Sunday, September 19, 2021
Home Berita Komoditas Weekly Review Soft Commodities Coffee , Cocoa, Sugar

Weekly Review Soft Commodities Coffee , Cocoa, Sugar

Pada penutupan pasar hari Jumat 10 September harga soft commodities mixeed, dengan harga kopi Arabika naik sedikit ke masih sedkit diatas harga terendah 2 minggu dan harga kopi Robusta turun ke harga terendah 1 minggu, Harga gula turun ke harga terendah 1 bulan dan harga kakao turun ke harga terendah 1 minggu

Harga kopi pada penutupan pasar hari Jumat naik sedikit turun namun masih diatas harga terendah hari Kamis. Harga kopi Arabika turun ke harga terendah 2 minggu dan harga kopi Robusta turun ke harga terendah 1 minggu karena ICO menaikkan surplus kopi global 2020/21 menjadi 2.63 juta kantong dari perkiraan sebelumnya 2.02 juta kantong

Harga gula turun ke harga terendah 1 bulan , karena meningkatnya produksi gula di Brazil, naik 0.7% dari tahun lalu, juga kenaikan produksi Thailand 44 % dari tahun lalu.

Harga kakao turun ke harga terendah 1 minggu karena tanda bahwa persediaan melimpah di Ivory Coast, setelah pengumuman Pemerintah pada hari Senin bahwa kumulatif kakao yang di kirim petani dari 1 Oktober – 5 September naik 6.1% dari tahun lalu.

Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :

KOPI
Harga kopi Arabika Desember naik 60 sen (0.32% ) menjadi $188.05 dan harga kopi Robusta Desember turun 0.10%.

Faktor penggerak pasar Kopi:

  • Produksi kopi dunia di 2020/21 ( Oktober – September) naik 0.4% dari tahun lalu menjadi 169.604 juta kantong menurut ICO.
  • Konsumsi kopi global di 2020/21 naik 1.9% dari tahun lalu menjadi 167.584 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi dunia di 2020/21 akan menjadi surplus 2.633 juta kantong dari surplus 5.086 juta kantong di 2019/20 menurut ICO
  • Produksi kopi Arabika Brazil di 2021 diperkirakan akan turun 23% dari tahun lalu ke jumlah terendah 4 tahun menjadi 48.8 juta kantong menurut CONAB.
  • Ekspor kopi Brazil di 2021/22 diperkirakan akan naik 13.3% dari tahun lalu menjadi 45.6 juta kantong menurut Cecafe
  • Produksi kopi Robusta di Brazil di 2021 diperkirakan akan naik 16% dari tahun lalu menjadi 16.6 juta kantong.
  • Ekspor kopi Colombia pada bulan Agustus turun 16% dari tahun lalu menjadi 915,000 juta kantong menurut The Colombia Coffee Growers Federation
  • Ekspor kopi global dari Oktober – Juni naik 2.5% dari tahun lalu menjadi 98.545 juta kantong menurut ICO.
  • Ekspor kopi Robusta global di Oktober – Juni turun 4.8% dari tahun lalu menjadi 35.234 juta kantong menurut ICO.
  • Ekspor kopi Robusta Vietnam di Januari – Agustus 2021 turun 6.9% dari tahun lalu menjadi 1.071 MMT menurut Vietnam’s General Statistics Office .
  • Persediaan kopi hijau di AS naik 5.1% dari bulan lalu menjadi 9 bulan tertinggi menjadi 6.074 juta kantong tapi masih turun 13.9% dari tahun lalu.

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $ 182 dan berikut ke $ 176 sedangkan resistant pertama di $ 191 dan berikut ke $ 194.

GULA
Harga gula Oktober turun di ICE New York 45 sen (2.34%) menjadi $18.79 dan harga gula putih Oktober turun 2.23%

Faktor Penggerak Pasar Gula:

  • Produksi gula dunia di 2021/22 ( Oktober/ September) akan naik 0.18% dari tahun lalu menjadi 170.638 MMT dari 170.335 MMT di 2020/21 menurut ISO.
  • Pasar gula dunia di 2021/22 akan defisit 3.829 MMT dari defisit 1.453 MMT di 2020/21 menurut ISO.
  • Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2021/22 akan turun 10.5% dari tahun lalu 36.9MMT sedangkan perkiraan produksi 2020/21 diperkirakan akan menjadi 41.3 MMT di 2020/21 menurut CONAB.
  • Persentase tebu yang dijadikan gula naik 46.4% di 2020/21 dari 34.9% di 2019/20 karena turunnya permintaan etanol menurut CONAB.
  • Perkiraan produksi gula India di 2021/22 sebesar 31 MMT naik dari perkiraan di 2020/21 sebesar 30.9 MMT menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
  • Produksi gula Thailand diperkirakan naik 44% dari tahun lalu menjadi 11 MMT menurut the Thailand Sugar Millers Corp.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $18.30 dan berikut ke $ 17.90 sedangkan resistant pertama di $ 19.10 dan berikut ke $19.40

KAKAO
Harga kakao Desember di ICE New York turun $70 (2.62%) menjadi $2,603 per ton dan harga kakao di London turun 1.22%.

Faktor penggerak pasar kakao :

  • Perkiraan produksi kakao dunia di 2020/21 (Oktober – September) akan naik 8.7% dari tahun lalu menjadi 5. 14 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan produksi kakao yang digiling akan naik 4% dari tahun lalu menjadi 4. 860 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan pasar Kakao global di 2020/21 akan surplus 230,000 dari surplus 10,000 MT di 2019/20 menurut ICCO.
  • Pemerintah Ivory Coast melaporkan bahwa kumulatif kakao yang dikirim petani ke pelabuhan dari 1 Oktober sampai 29 Agustus naik 6.2% dari tahun lalu menjadi 2.41 MMT.
  • The Ghana Cocoa Board membeli 1.03 MMT kakao dari petani pada 1 Oktober sampai 19 Agustus, masih tinggal 6 minggu lagi berakhirnya tahun marketing 2020/21.

Analisa tehnikal untuk kakao dengan support pertama di $2,600 dan berikut ke $2,570 sedangkan resistant pertama di $2,610 dan berikut ke $2,670

( vibiznews )

Most Popular

Harga Minyak Dunia Turun, WTI Dipatok USD71,9/Barel

JAKARTA - Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu pagi WIB), karena perusahaan-perusahaan energi di Teluk Meksiko AS...

Harga Emas Berjangka Turun Tertekan Penguatan Dolar

JAKARTA - Harga emas berjangka melanjutkan penurunannya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga emas memperpanjang kerugian untuk hari ketiga berturut-turut...

Ada Omnibus Law dan OSS, Indonesia Ajak Pengusaha Thailand Tingkatkan Investasi

Investor Thailand harus memanfaatkan kemudahan investasi di Indonesia seiring semakin kondusifnya iklim investasi di Tanah Air saat ini. Hal...

Indeks Dolar AS Sentuh Level Tertinggi dalam 3 Minggu

Nilai tukar (kurs) Dolar mencapai tertinggi tiga minggu terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Dolar...

Recent Comments