Wednesday, June 16, 2021
Home Berita Komoditas Weekly Market Review – Soft Commodities : Coffee – Sugar – Cocoa

Weekly Market Review – Soft Commodities : Coffee – Sugar – Cocoa

Pada penutupan pasar hari Jum’at  harga soft commodities mixed, dengan harga kopi Arabika naik dan harga kopi Robusta juga naik, harga gula turun, dan harga kakao naik.

Harga kopi pada penutupan pasar hari Jumat naik dengan harga kopi Arabika naik ke harga tertinggi 1 ½ minggu, karena cuaca kering di Brazil, sementara harga kopi Robusta naik karena lambatnya panen di Vietnam.

Harga gula pada hari pada penutupan pasar hari Jumat melanjutkan penurunan harga pada hari Kamis karena laporan Unica produksi gula Brazil meningkat.

Harga kakao naik tinggi pada penutupan pasar hari Jumat karena melemahnya GBP/USD, karena melemahnya GBP/USD menguntungkan bagi kakao karena harga kakao berdasarkan sterling.

Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :

Harga kopi Arabika di ICE New York  Maret naik 55 sen (0.45%) menjadi $121.60 dan harga kopi Robusta Januari di ICE London naik 0.68%

Faktor penggerak pasar Kopi:

  • Produksi kopi  dunia  di 2019/20 ( Oktober – September) turun 5.1% dari tahun lalu menjadi  732 juta kantong menurut ICO.
  • Konsumsi kopi global turun 0.9% dari tahun lalu menjadi 167.592 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi dunia di 2019/20    akan menjadi surplus  961,000 kantong dari  perkiraan sebelumnya 1.24 juta  kantong di 2018/2019  menurut ICO.
  • Produksi kopi Brazil di 2020/21 diperkirakan akan naik 14.5% dari tahun lalu menjadi 67.9 juta kantong menurut FAS (Foreign Agricultural Service)
  • Ekspor kopi Brazil di 2020/21 diperkirakan akan meningkat menjadi 41.8 juta kantong .
  • Produksi kopi Arabika global di 2019/20 turun 5.1% dari tahun lalu menjadi 95.732 juta kantong
  • Produksi kopi Arabika Colombia turun 4% dari tahun lalu menjadi 1.443 juta kantong menurut Colombia Coffee Growers Federation .
  • Ekspor kopi Arabika Colombia naik 9 % dari tahun lalu menjadi 1.271 juta kantong Colombia Coffee Growers Federation
  • Produksi kopi robusta global naik 3.2% dari tahun lalu menjadi 72.822 juta kantong.
  • Ekspor kopi Robusta Vietnam di Januari – Nopember  turun 3.9% dari tahun lalu menjadi 1.412 MMT menurut General Departement of  Vietnam Customs.

Analisa tehnikal untuk kopi dengan support pertama  di $116 dan berikut ke $113 sedangkan resistant pertama di $125  dan berikut ke $128.

Harga gula Maret di ICE New York turun 23 sen (1.57%) menjadi $14.43 sedangkan harga gula putih di London turun 1.44%

Faktor Penggerak Pasar Gula:

  • Produksi gula dunia di 2020/21 ( April / Maret) naik 0.9% dari tahun lalu menjadi 171.1 MT  setelah turun 8.4%  di 2019/20 menjadi 169.6 MMT menurut ISO.
  • Pasar gula dunia di 2020/21 akan defisit  5  MMT  surplus 1.86 MMT di 2019/20 menurut ISO.
  • Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2020/21 diperkirakan  akan naik 32 % dari tahun lalu menjadi 39.3 MMT dari 29.8 MMT di 2019/20  menurut CONAB.
  • Perkiraan produksi gula India di 2020/21 akan naik 16.8% dari tahun lalu menjadi 33.76 MMT menurut USDA-Foreign Agricultural Service (FAS).
  • Perkiraan ekspor gula India di 2020/21 akan naik 3.5% menjadi 6 MMT menurut USDA-Foreign Agricultural Service (FAS).
  • Produksi gula Thailand di 2020 /21 turun 13% dari tahun lalu menjadi terendah 11 tahun sebesar 7.2 MMT  karena cuaca kering.
  • Perkiraan produksi gula Uni Eropa di 2020/21 turun 5.6% dari tahun lalu menjadi 16.05 MT karena cuaca kering menurut FAS- USDA.
  • Perkiraan produksi gula bit di Perancis, negara produsen gula beet terbesar di Uni Eropa akan turun ke jumlah terendah 19 tahun menjadi 27.2 MMT turun dari perkiraan Oktober sebesar 30.5 MMT karena kekeringan menurut France’s Agricultural Ministry.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $14.50 dan berikut ke $14.20 sedangkan resistant pertama di $15.10 dan berikut ke $15.30.

Harga kakao Maret di ICE New York naik $55 (2.14%) menjadi $2,622 dan harga kakao di London naik 3.07%.

Faktor penggerak pasar kakao :

  • Produksi kakao dunia di 2019/20 (Oktober – September) akan turun 8% dari tahun lalu menjadi 4.697 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan produksi kakao yang digiling akan turun 3.2% dari tahun lalu menjadi 4.631 MMT penurunan pertama sejak 2016 menurut ICCO.
  • Perkiraan pasar Kakao 2019/20 akan surplus 19,000 MT dari defisit 48,000 MT di 2018/19. menurut ICCO
  • Produksi Ivory Coast di 2019/20 diperkirakan naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 2.18 MMT.
  • Produksi Ghana 2019/20 diperkirakan naik 2.3% dari tahun lalu menjadi 850,000 MT menurut ICCO.

Analisa tehnikal untuk kakao dengan support pertama di $2,450 dan berikut ke $2,440 sedangkan resistant pertama di $2,630 dan berikut ke $2,650.

( vibiznews )

Buka Akun Trading
MetaTrader Olymp Trade

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Harga Karet Tocom 16 Juni 2021 Masih Tertekan, Karet SHFE Rebound

Harga karet di bursa komoditas internasional masih tertekan pada hari Rabu (16/6/2021), terkecuali perdagangan di bursa SHFE yang alami penguatan. Harga karet...

Surplus Neraca Perdagangan Berlanjut

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia Mei 2021 kembali surplus sebesar 2,36 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan surplus...

Harga Gula Turun ke Harga Terendah 2 1/2 Minggu

Harga gula pada penutupan pasar hari Selasa turun untuk ke empat hari berturut -turut sehingga harga gula di New York turun ke...

Rupiah Rabu Siang Masih Terkoreksi ke Rp14.255/USD; Dollar di Asia Flat Menjelang the Fed

Dalam pergerakan pasar uang Rabu siang ini (16/6), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau masih melemah di hari ketiganya, stabil dari sesi...

Recent Comments