Friday, September 17, 2021
Home Berita Komoditas Weekly Market Review Soft Commodities Coffee, Sugar, Cocoa

Weekly Market Review Soft Commodities Coffee, Sugar, Cocoa

Pada penutupan pasar hari Jumat 23 Juli 2021 harga soft commodities mixed, dengan harga kopi Arabika turun, karena cuaca dingin berkurang dan harga kopi Robusta naik , ke harga tertinggi  3 ½ tahun, harga gula naik ke harga tertinggi 2 minggu dan harga kakao naik  dari harga terendah 4 bulan.

Harga kopi mixed pada penutupan pasar hari Jumat dengan harga kopi Robusta naik ke harga tertinggi 3 ½ tahun. Harga kopi Arabika sempat naik ke harga tertinggi 6 ½ tahun karena cuaca dingin akan melanda daerah perkebunan kopi Di Brazil pada minggu depan ternyata tanda-tanda cuaca dingin berkurang pada minggu ini.

Harga gula pada penutupan pasar hari Jumat naik tinggi dengan harga gula di New York naik ke harga tertinggi 2 minggu, setelah Unica mengatakan bahwa akibat cuaca beku di ladang tebu akan membuat kerusakan terjadi sehingga mengurangi hasil panen.

Harga kakao pada penutupan pasar hari Jumat naik konsolidasi dari harga terendah 4 bulan pada hari Selasa karena penyebaran covid delta membuat perekonomian dunia turun, sehingga permintaan komoditas turun termasuk kakao.

Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :

KOPI
Harga kopi Arabika September turun $4.65 (2.40%) menjadi $189.00 dan harga kopi Robusta September naik 0.53%.

Faktor penggerak pasar Kopi:
• Produksi kopi dunia di 2020/21 ( Oktober – September) naik 0.4% dari tahun lalu menjadi 169.604 juta kantong menurut ICO.
• Konsumsi kopi global di 2020/21 naik 1.9% dari tahun lalu menjadi 167.584 juta kantong menurut ICO.
• Pasar kopi dunia di 2020/21 akan menjadi surplus 2.0196 juta kantong dari surplus 4.506 juta kantong di 2019/20.
• Produksi kopi Arabika Brazil di 2021 diperkirakan akan turun 23% dari tahun lalu ke jumlah terendah 4 tahun menjadi 48.8 juta kantong menurut CONAB.
• Ekspor kopi Brazil di 2021/22 diperkirakan akan naik 13.3% dari tahun lalu menjadi 45.6 juta kantong menurut Cecafe
• Produksi kopi Robusta di Brazil di 2021 diperkirakan akan naik 16% dari tahun lalu menjadi 16.6 juta kantong.
• Ekspor kopi Colombia pada bulan Mei turun 52 % dari tahun lalu menjadi 427,000 kantong akibat pemblokiran jalan
• Ekspor kopi global dari Oktober – Mei naik 2.2% dari tahun lalu menjadi 87.299 juta kantong menurut ICO.
• Produksi kopi Robusta global di Oktober – Mei turun 4.2% dari tahun lalu menjadi 31.435 juta kantong menurut ICO.
• Ekspor kopi Robusta Vietnam di Januari – Juni 2021 turun 10.3% dari tahun lalu menjadi 843,319 MT menurut Vietnam’s General Statistics Office .
• Persediaan kopi hijau di AS di bulan Juni turun 18.2 % dari tahun lalu menjadi 5.779 juta kantong menurut the Green Coffee Association.

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $ 180 dan berikut ke $178 sedangkan resistant pertama di $ 195 dan berikut ke $201 .

GULA
Harga gula Oktober di ICE New York naik 55 sen (3.12%) menjadi $18.17 dan harga gula putih di ICE London naik 2.39%.

Faktor Penggerak Pasar Gula:
• Produksi gula dunia di 2020/21 ( Oktober/ September) akan turun 0.2% dari tahun lalu menjadi 169.2 MT setelah turun 8.4% di 2019/20 menjadi 169.6 MMT menurut ISO.
• Pasar gula dunia di 2020/21 akan defisit 3,1 MMT dari surplus 900,000 di 2019/20 menurut ISO.
• Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2021/22 akan turun 5,7% dari tahun lalu 38.9MMT sedangkan perkiraan produksi 2020/21 diperkirakan akan menjadi 41.3 MMT dari perkiraan Desember sebesar 41.8 MMT menurut CONAB.
• Persentase tebu yang dijadikan gula naik 46.4% di 2020/21 dari 34.9% di 2019/20 karena turunnya permintaan etanol menurut CONAB.
• Perkiraan produksi gula India di 2021/22 sebesar 31 MMT naik dari perkiraan di 2020/21 sebesar 30.9 MMT menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
• Perkiraan ekspor gula India di 2020/21 mencapai rekor 6.8 MMT menurut Balrampur Chini, produsen gula terbesar ke dua di India.
• Produksi gula Thailand di 2020/21 dari 10 Desember – 15 Maret turun 8.2% dari tahun lalu menjadi 7.5 MMT Menurun The Thailand’s Office of Cane & Sugar Board .
• Perkiraan produksi gula Uni Eropa di 2021/22 akan turun 4% menjadi 14.5MMT menurut Suedezucker produsen gula terbesar di Uni Eropa

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $17.80 dan berikut ke $ 17.90 sedangkan resistant pertama di $18.20 dan berikut ke $18.30

KAKAO
Harga kakao September di ICE New York naik $4 (0.17%) menjadi $2,321 perton, dan harga kakao September ICE London 0.76%.

Faktor penggerak pasar kakao :
• Perkiraan produksi kakao dunia di 2020/21 (Oktober – September) akan naik 6.3% dari tahun lalu menjadi 5.024 MMT menurut ICCO
• Perkiraan produksi kakao yang digiling akan naik 3% dari tahun lalu menjadi 4. 809 MMT menurut ICCO.
• Perkiraan pasar Kakao global di 2020/21 akan surplus 165,000 dari surplus 10,000 MT di 2019/20 menurut ICCO.
• Produksi Ivory Coast di 2019/20 diperkirakan naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 2.18 MMT.
• Produksi Ghana 2019/20 diperkirakan naik 2.3% dari tahun lalu menjadi 850,000 MT menurut ICCO.

Analisa tehnikal untuk kakao dengan support pertama di $2,260 dan berikut ke $2, 240 sedangkan resistant pertama di $2,350 dan berikut ke $2,370.

( vibiznews )

Most Popular

MoU PT SMI dan Bloomberg Philanthropies Tunjukkan Komitmen Indonesia Transisi ke Energi Bersih

Saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) antara PT SMI dan Bloomberg Philanthropies, yang dilakukan secara virtual pada...

Ekspor Indonesia Agustus 2021 Mencapai Rekor Tertinggi US$ 21,42 Miliar

Di tengah pandemi yang masih berlangsung, pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut hal ini dapat dilihat dari nilai ekspor Indonesia terakselerasi positif. Pada...

Harga Karet Naik Dua Hari Berturut-turut

Harga karet kembali naik pada hari Rabu karena data ekonomi yang melemah,lebih lemah dari data ekonomi dan kenaikan kasus virus corona di...

Rupiah Kamis Berakhir Balik Terkoreksi ke Rp14.252/USD; Dollar di Eropa Menanjak, Perhatian ke Pertemuan the Fed

Dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini (16/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir balik terkoreksi, melepas gain sesi siangnya, sementara dollar...

Recent Comments