Monday, May 23, 2022
Home Berita Komoditas Weekly Market Review Soft Commodities : Coffee-Sugar- Cocoa

Weekly Market Review Soft Commodities : Coffee-Sugar- Cocoa

Pada penutupan pasar hari Jumat 19 Februari harga soft commodities  mixed, dengan harga kopi Arabika  turun ke terendah  1 bulan profit taking diakhir minggu,  harga kopi Robusta  masih naik,  harga gula    naik  ke harga  tertinggi 3 ¾ tahun, produksi Thailand turun dan  harga kakao juga naik turunnya indeks dolar AS dan GBP naik.

Harga kopi Arabika pada penutupan hari Jumat turun ke harga terendah 1 bulan karena profit taking di akhir minggu. Harga kopi masih optimis naik karena menurunnya penularan covid-19 di AS,sehingga permintaan kopi di perkiraan meningkat, ditambah dengan persediaan kopi hijau Januari di AS  turun 12.4%.

Harga gula pada penutupan pasar hari Jumat naik ke harga tertinggi 3 ¾ tahun karena kekhawatiran persediaan global turun mendorong trader melakukan pembelian. Produksi gula turun di Thailand di 2020.21 turun 23% dari tahun lalu

Harga kakao pada penutupan pasar hari Jumat naik untuk ke dua kalinya karena melemahnya indeks dolar AS, namun kenaikan harga dibatasi oleh meningkatnya GBP/USD  menguat ke kurs tertinggi 2 ¾ tahun . Menguatnya kurs GBP membuat harga kakao turun karena panduan harga kakao dalam sterling

Adapun penggerak pasar pada minggu ini 15 Februari – 19 Februari adalah sebagai berikut:

Harga kopi Arabika Mei di ICE New York turun 15 sen (0.12%) menjadi $129.15 dan harga kopi Robusta di ICE London turun 0.67%.

Faktor penggerak pasar Kopi:

  • Produksi kopi  dunia  di 2020/21 ( Oktober – September)  naik 1.9%   dari tahun lalu menjadi    896   juta kantong menurut ICO.
  • Konsumsi kopi global di 2020/21 naik 1.3% dari tahun lalu menjadi  629 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi dunia di  2020/21    akan menjadi surplus  tertinggi 3 tahun di   258 juta kantong dari  perkiraan sebelumnya 4.148 juta kantong di 2019/20.
  • Produksi kopi Arabika Brazil di 2021  diperkirakan akan turun  7% dari tahun lalu menjadi  31.35 juta kantong jumlah terendah 12 tahun menurut Conab.
  • Ekspor kopi Brazil di 2020/21 diperkirakan akan meningkat 10% menjadi   4  juta kantong menurut CeCafe.
  • Produksi kopi Arabika global di  Oktober – Nopember naik 6.5% menjadi 20.5 juta kantong menurut ICO.
  • Produksi kopi robusta Vietnam akan turun 10 – 15% pada tahun 2021 karena bencana alam dan penurunan investasi menurut The Vietnam Coffee AssociationEkspor kopi Robusta Vietnam di Januari –  Desember  2020 turun 8.8% dari tahun lalu menjadi 1.511 MMT menurut General Departement of  Vietnam Customs

Analisa tehnikal untuk kopi dengan support pertama di $ 126 dan berikut ke  $121  sedangkan resistant pertama di $ 131 dan berikut ke $ 137.

Harga gula Maret di ICE New York naik 28 sen (1.60%) menjadi $16.89 dan harga gula putih Mei di London naik 1.73%.

Faktor Penggerak Pasar Gula:

  • Produksi gula dunia di 2020/21 ( April / Maret) naik 0.9% dari tahun lalu menjadi 171.1 MT  setelah turun 8.4%  di 2019/20 menjadi 169.6 MMT menurut ISO.
  • Pasar gula dunia di 2020/21 akan defisit  5  MMT  surplus 1.86 MMT di 2019/20 menurut ISO.
  • Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2020/21 diperkirakan  akan naik 32 % dari tahun lalu menjadi 39.3 MMT dari 29.8 MMT di 2019/20  menurut CONAB.
  • Perkiraan produksi gula India di 2020/21 akan  meningkat 9% dari tahun lalu menjadi 29.9  menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
  • Perkiraan ekspor gula India di 2020/21  akan turun 25% dari 2019/20 menurut All India Sugar Trade Association
  • Produksi gula Thailand di 2020 /21 turun  23%  dari tahun lalu menjadi  5 MMT menurut The Thailand Office of Cane & Sugar Board.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $16.10 dan berikut ke $15.60 sedangkan resistant pertama di $16.60  dan berikut ke $17.20.

Harga kakao Mei di ICE New York naik $52 (2.71%) menjadi $2,443 per ton dan harga kakao Mei di London naik 1.65%.

Faktor penggerak pasar kakao :

  • Produksi kakao dunia di 2019/20 (Oktober – September) akan turun 8% dari tahun lalu menjadi 4.697 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan produksi kakao yang digiling akan turun 3.2% dari tahun lalu menjadi 4.631 MMT penurunan pertama sejak 2016 menurut ICCO.
  • Perkiraan pasar Kakao global di 2020/21 akan surplus 100,000 dari surplus 19,000 MT  di 2019/20 menurut ICCO
  • Produksi Ivory Coast di 2019/20 diperkirakan naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 2.18 MMT.
  • Produksi Ghana 2019/20 diperkirakan naik 2.3% dari tahun lalu menjadi 850,000 MT menurut ICCO

Analisa tehnikal untuk kakao dengan support pertama di $2,370 dan berikut ke $2,250 sedangkan resistant pertama di $2,430 dan berikut ke $2,480.

( vibiznews )

Buka Akun Trading
MetaTrader Olymp Trade

Most Popular

Harga Kedelai Naik, Karena Ekspor Mingguan Meningkat

Harga kedelai kembali naik pada penutupan pasar hari Kamis, setelah Laporan Ekspor Mingguan, dimana ekspor mingguan kedelai meningkat, hanya minyak kedelai masih turun, karena...

Rupiah Jumat Siang Rebound ke Rp14.665/USD; Bangkit dari Tekanan 5 Hari

Dalam pergerakan pasar uang Jumat siang ini (20/5), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau rebound menguat setelah tertekan 5 hari, mengurangi sebagian gain sesi...

Harga Minyak Sawit Turun Setelah Presiden Jokowi Membuka Kembali Ekspor Minyak Sawit 23 Mei 2022

Harga minyak sawit turun pada penutupan pasar hari Kamis setelah Presiden Jokowi memberi pengumuman bahwa akan membuka ekspor minyak sawit dan turunannya pada hari...

Hanya Harga Gandum yang Turun, Harga Kedelai dan Jagung Masih Naik

Pergerakan Pasar Di Bursa Chicago Grain Exchange pada hari Kamis 19 Mei 2022 Harga biji-bijian mixed , setelah Laporan Penjualan Ekspor Mingguan pada hari...

Recent Comments