Friday, September 17, 2021
Home Berita Forex The Fed Bikin Dolar AS Jeblok, yuk Rupiah Menguat Lagi!

The Fed Bikin Dolar AS Jeblok, yuk Rupiah Menguat Lagi!

Rupiah keluar masuk zona merah sepanjang perdagangan Rabu kemarin (28/7), sebelum akhirnya menguat tipis 0,03% ke Rp 14.485/US$. Pergerakan tersebut menunjukkan pelaku pasar menanti pengumuman kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Federal Reserve (The Fed).

Dalam pengumuman kebijakan moneter Kamis (29/7/2021) dini hari tadi, The Fed masih status quo, alias tidak ada perubahan terkait pandangan mengenai tapering atau kenaikan suku bunga.

The Fed mengatakan masih perlu melihat kemajuan substansial lebih lanjut terkait inflasi dan pasar tenaga kerja sebelum mulai melakukan tapering. Sehingga belum ada kejelasan kapan tapering akan dilakukan.

Alhasil indeks dolar AS yang sebelumnya menguat 0,34% langsung berbalik arah dan melemah 0,12% pada perdagangan Rabu. Pagi ini, indeks yang mengukur kekuatan dolar AS tersebut juga turun lagi 0,05%, yang bisa dimanfaatkan rupiah untuk menguat.

Meski demikian, tekanan bisa datang dari dalam negeri. Sebab, penambahan kasus penyakit akibat virus corona (Covid-19) kembali mendekati 50.000 orang per hari. Jika kasus Covid-19 masih terus tinggi, tentunya ada risko pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 yang lebih luas ditunda.

Secara teknikal, level psikologis terbukti mampu menahan pelemahan rupiah kemarin, hingga akhirnya menguat tipis. Belum ada perubahan level-level yang harus diperhatikan.

Sejak akhir Juni lalu, rupiah membentuk pola Rectangle atau persegi panjang. Batas bawah pola tersebut berada di kisaran Rp 14.450/US$ sementara batas atas berada di kisaran Rp 14.550/US$. Kemarin rupiah sempat menyentuh batas bawah tersebut dan akhirnya berbalik melemah, yang menjadi indikasi support kuat.

Diperlukan penembusan salah satu batas tersebut untuk menentukan kemana arah rupiah selanjutnya.

Mata Uang Garuda saat ini sedikit diuntungkan dengan munculnya pola-pola candle stick. Pada Rabu (30/6/2021), rupiah membentuk pola Shooting Star, sehari setelahnya muncul pola Gravestone Doji. Keduanya tersebut merupakan pola ini merupakan sinyal reversal atau berbalik arahnya harga suatu aset. Dalam hal ini dolar AS melemah dan rupiah yang menguat.

Level psikologis Rp 14.500/US$ menjadi resisten terdekat. Selama tertahan di bawahnya rupiah berpeluang menguat ke Rp 14.450/US$ yang merupakan batas bawah pola rectangle.

Jika mampu menembus level tersebut, rupiah berpeluang menguat ke Rp 14.400/US$. Di pekan ini, jika mampu melewati level yang disebutkan terakhir, rupiah berpeluang menguat ke Rp 14.350/US$.

Sementara jika kembali ke atas Rp 14.500/US$, rupiah berisiko melemah ke Rp 14.550/US$ yang merupakan batas atas pola Rectangle. (cnbc)

Most Popular

MoU PT SMI dan Bloomberg Philanthropies Tunjukkan Komitmen Indonesia Transisi ke Energi Bersih

Saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) antara PT SMI dan Bloomberg Philanthropies, yang dilakukan secara virtual pada...

Ekspor Indonesia Agustus 2021 Mencapai Rekor Tertinggi US$ 21,42 Miliar

Di tengah pandemi yang masih berlangsung, pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut hal ini dapat dilihat dari nilai ekspor Indonesia terakselerasi positif. Pada...

Harga Karet Naik Dua Hari Berturut-turut

Harga karet kembali naik pada hari Rabu karena data ekonomi yang melemah,lebih lemah dari data ekonomi dan kenaikan kasus virus corona di...

Rupiah Kamis Berakhir Balik Terkoreksi ke Rp14.252/USD; Dollar di Eropa Menanjak, Perhatian ke Pertemuan the Fed

Dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini (16/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir balik terkoreksi, melepas gain sesi siangnya, sementara dollar...

Recent Comments