Sunday, September 25, 2022
Home Berita Kripto Survei: 72% Warga Rusia Tidak Pernah Membeli Bitcoin

Survei: 72% Warga Rusia Tidak Pernah Membeli Bitcoin

Adopsi Cryptocurrency di Rusia belum bergerak terlalu cepat karena sebagian besar orang Rusia tampaknya tidak pernah membeli kripto, menurut sebuah survei baru.

Penyedia dompet cryptocurrency yang berbasis di Swiss Tangem telah melakukan jajak pendapat untuk mempelajari lebih lanjut tentang investor cryptocurrency di Rusia, kantor berita lokal Kommersant melaporkan pada hari Kamis.

Sebanyak 72% dari 2.100 responden dalam survei mengklaim bahwa mereka tidak pernah membeli cryptocurrency seperti Bitcoin (BTC), yang membuat investor kripto Rusia menjadi minoritas yang signifikan.

Pada saat yang sama, hanya 9% peserta survei yang menunjukkan bahwa mereka negatif terhadap cryptocurrency sementara 45% responden mengatakan mereka memiliki sikap positif terhadap mata uang digital, dengan 46% sisanya bersikap netral.

Menurut survei, “kemampuan untuk menghasilkan” adalah hal positif terbesar tentang investasi kripto, dengan 44% responden memilih untuk berinvestasi dalam kripto karena faktor ini.

Di sisi lain, “tidak adanya dukungan fisik” diindikasikan sebagai poin yang paling mengkhawatirkan, dengan 68% responden mengatakan bahwa mereka tidak ingin membeli kripto karena alasan ini.

Meskipun sebagian besar orang Rusia tampaknya diperkenalkan pada investasi kripto, banyak yang mempertimbangkan investasi potensial. 31% responden menyatakan bahwa mereka siap untuk membeli kripto dalam enam bulan ke depan, sementara 40% menyatakan bahwa mereka masih tidak yakin tentang potensi investasi di kripto. Hanya 30% peserta yang mengatakan mereka tidak merencanakan pembelian kripto dalam waktu dekat.

Tingkat adopsi kripto yang rendah di Rusia sejalan dengan tingkat kesadaran dan pendidikan kripto yang rendah. Menurut data Tangem, hanya 6% responden yang diketahui memiliki pengetahuan yang baik tentang kripto, sementara 80% hanya mengenal istilah tersebut.

Menurut perkiraan CEO InDeFi Sergey Mendeleev, jumlah pengguna kripto aktif dan pasif di Rusia saat ini berjumlah kurang dari 1% dari total 144,4 juta populasi. Dia mengatakan ini kemungkinan karena tidak adanya metode hukum untuk membeli atau menjual crypto di Rusia serta risiko dana diblokir oleh bank.

Di sisi lain, beberapa ahli percaya bahwa Rusia telah beralih ke kripto karena pembatasan mata uang asing oleh Bank Rusia.

Pendiri TerraCrypto Nikita Vassev dilaporkan mengatakan bahwa banyak orang Rusia telah mengambil uang tunai dari negara itu menggunakan stablecoin dan Bitcoin dan kemudian menguangkannya di negara-negara seperti Georgia atau Uni Emirat Arab.

Awal tahun ini, Kremlin dilaporkan memperkirakan bahwa Rusia memiliki kripto senilai sekitar $200 miliar pada akhir 2021. Survei lain tahun lalu menunjukkan bahwa 77% investor Rusia lebih memilih Bitcoin daripada emas dan forex.

( inforexnews )

Most Popular

Rupiah Jumat Ditutup Melemah ke Rp15.037/USD; Dollar di Eropa Perkasa 2 Dekade Lebih Tertingginya

Dalam pergerakan pasar uang akhir pekan Jumat sore ini (23/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau ditutup melemah di hari keenamnya, menambah sedikit loss...

Harga Gula Naik Ke Tertinggi 1 Minggu

Harga gula pada penutupan pasar hari Kamis naik. Harga gula di New York naik tertinggi 1 minggu. Naiknya harga minyak mentah pada hari Kamis...

Harga Kedelai Turun, Indeks Dolar AS Menguat

Harga kedelai pada hari Kamis turun karena menguatnya indeks dolar AS. Penjualan pada minggu lalu turun karena harga kedelai dari luar AS lebih murah.  Menguatnya...

Stabilitas Nilai Tukar Rupiah Tetap Terjaga Di Tengah Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

Saat menyampaikan keputusan Dewan Gubernur Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga acuan BI7DRR, Gubernur BI menyampaikan juga beberapa hal penting. Stabilitas nilai tukar Rupiah tetap...

Recent Comments