Sunday, September 25, 2022
Home Berita Ekonomi Sinergi BI dan TPID Solo Raya Perkuat Kendali Inflasi Pangan

Sinergi BI dan TPID Solo Raya Perkuat Kendali Inflasi Pangan

Akselerasi program pengendalian inflasi pangan terus didorong melalui penguatan sinergi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai wilayah. Bank Indonesia (BI) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di wilayah Solo Raya menunjukkan komitmen tersebut. Melalui gelaran GNPIP Solo Raya pada 3 September 2022, di Kota Surakarta.

Penguatan GNPIP Soloraya mengedepankan inovasi dalam bentuk pengembangan digital farming dan modern farming dalam rangka mendukung agroindustri yang berkelanjutan.

Konsep digital farming dapat meningkatkan produktivitas sementara konsep modern farming mengedepankan penggunaan mekanisasi pertanian dalam sistem budidaya, panen, dan pasca panen. Sehingga hasil produksi pertanian lebih optimal dan lebih efisien.

Acara ini dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Wali Kota Surakarta. Dan Anggota TPID di wilayah Solo Raya, serta mitra strategis lainnya untuk kembali menggelorakan upaya pengendalian inflasi dan membangun ketahanan pangan.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menekankan, “Kita perlu terus bergotong-royong dan bahu-membahu untuk memitigasi risiko inflasi mengingat tingginya risiko inflasi pangan ke depan.”

Penyelenggaraan GNPIP Solo Raya merupakan tindak lanjut arahan dari Presiden RI untuk bersama-sama, guyub, rukun dalam melakukan pengendalian. Hal ini guna melindungi masyarakat dari kenaikan harga, inflasi terkendali, ekonomi tumbuh, untuk Indonesia maju.

Terdapat 3 aspek utama dalam GNPIP, yaitu

Pertama, pentingnya GNPIP sebagai langkah untuk memitigasi kenaikan harga pangan sebagai dampak dari gangguan suplai dan distribusi pasokan akibat gejolak geopolitik global. Sehingga meminimalisir dampaknya terhadap laju pemulihan ekonomi dan potensi risiko stagflasi.

Kedua, GNPIP harus dimaknai bersama sebagai upaya pengendalian inflasi dari sisi suplai dan mendorong produksi guna mendukung ketahanan pangan. Yang dilakukan secara integratif, masif, dan berdampak nasional.

Ketiga, GNPIP akan terus diperkuat dengan mengoptimalkan anggaran pemerintah untuk subsidi ongkos angkut, operasi pasar dan juga perluasan Kerja sama Antar Daerah (KAD).

Menyikapi pentingnya hal tersebut, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Ir. Dolfie O.F.P mendorong Pemerintah dan Bank Indonesia untuk terus mengantisipasi. Dan mitigasi risiko dari tren kenaikan inflasi melalui berbagai dukungan kebijakan untuk menjamin kecukupan pasokan dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.

Langkah bersama pengendalian inflasi pangan membutuhkan upaya ekstra agar inflasi dapat sesuai dengan sasaran. Dan kolaborasi bersama dalam pengendalian inflasi ini berdampak pada percepatan pemulihan ekonomi yang optimal dan mensejahterahkan masyarakat.

“Kerja keras dan usaha bersama harus diperkuat dalam pengendalian inflasi ke depan. Mari kita capai tujuan bersama menjaga kestabilan harga & kesejahteraan masyarakat,” tegas Dolfie.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming menyampaikan akan mendukung upaya pengendalian inflasi salah satunya melalui operasi pasar untuk menjaga kestabilan harga.

Upaya pengendalian inflasi pangan di wilayah Solo Raya diwujudkan melalui implementasi 3 program unggulan, yaitu perluasan Kerjasama Antar Daerah (KAD). Gerakan urban farming, dan program Dedikasi untuk Negeri dalam mendorong inovasi penerapan digitalisasi dan modernisasi pertanian.

Pertama, perluasan KAD baik dengan skema government to government (G to G). Maupun business to business (B to B) dengan mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Kedua, inisiasi Gerakan Urban Farming Merdeka 77K melalui penyerahan bantuan berupa 77.000 tanaman cabai kepada rumah tangga melalui Tim Penggerak PKK. Dan Kelompok Wanita Tani (KWT), Aparatur Sipil Negara (ASN), Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren). Serta mengikutsertakan peran Tentara Negara Indonesia (TNI) melalui Bintara Pembina Desa (Babinsa) di wilayah Solo Raya.

Ketiga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo juga turut menyampaikan Program Dedikasi untuk Negeri. Ini sebagai dukungan peningkatan produktivitas pertanian melalui modernisasi dan digitalisasi pertanian. Ketiga program unggulan tersebut diharapkan akan mengakselerasi terbentuknya ketahanan pangan daerah dan nasional, serta berkontribusi pada pengendalian inflasi pangan.

( vibiznews )

Most Popular

Rupiah Jumat Ditutup Melemah ke Rp15.037/USD; Dollar di Eropa Perkasa 2 Dekade Lebih Tertingginya

Dalam pergerakan pasar uang akhir pekan Jumat sore ini (23/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau ditutup melemah di hari keenamnya, menambah sedikit loss...

Harga Gula Naik Ke Tertinggi 1 Minggu

Harga gula pada penutupan pasar hari Kamis naik. Harga gula di New York naik tertinggi 1 minggu. Naiknya harga minyak mentah pada hari Kamis...

Harga Kedelai Turun, Indeks Dolar AS Menguat

Harga kedelai pada hari Kamis turun karena menguatnya indeks dolar AS. Penjualan pada minggu lalu turun karena harga kedelai dari luar AS lebih murah.  Menguatnya...

Stabilitas Nilai Tukar Rupiah Tetap Terjaga Di Tengah Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

Saat menyampaikan keputusan Dewan Gubernur Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga acuan BI7DRR, Gubernur BI menyampaikan juga beberapa hal penting. Stabilitas nilai tukar Rupiah tetap...

Recent Comments