Friday, September 24, 2021
Home Berita Forex Saham Asia Beragam, Dolar Stabil Jelang Inflasi AS

Saham Asia Beragam, Dolar Stabil Jelang Inflasi AS

Pasar saham Asia beragam dan dolar bertahan stabil pada hari Selasa, dengan investor menunggu data inflasi AS untuk petunjuk lebih lanjut tentang kapan Federal Reserve akan mengurangi stimulus.

Pengetatan cengkeraman China pada perusahaan teknologinya dan krisis likuiditas yang meluas untuk pengembang negara yang paling berhutang terus membuat investor gelisah di awal perdagangan.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,13%.

S&P/ASX200 Australia turun 0,31% menjadi 7.400,8, sementara Indeks Hang Seng Hong Kong turun ke wilayah negatif.

Indeks CSI300 blue-chip China turun 0,2% dan Nikkei Tokyo diperdagangkan 0,72% lebih tinggi.

Di Hong Kong, saham pengembang China Evergrande Group merosot setelah mengungkapkan telah menunjuk penasihat keuangan untuk memeriksa struktur modalnya.

Perusahaan juga mengatakan penjualan akan turun lagi pada bulan Agustus karena kekhawatiran atas utang yang akan merugikan likuiditas dan arus kas. Sahamnya turun 7%.

Saham teknologi China juga sedang diteliti dengan cermat setelah pihak berwenang mengatakan kepada raksasa teknologi negara itu untuk berhenti memblokir tautan satu sama lain di situs mereka.

Arahan tersebut adalah yang terbaru dalam serangkaian peraturan pengetatan yang telah menyeret Indeks Hang Seng Tech hampir 40% sejak puncaknya tahun ini di bulan Februari.

“Kami masih khawatir tentang peraturan, apa artinya dan bagaimana peraturan itu akan diluncurkan, tetapi dengan koreksi yang sedang berlangsung, itu berarti ada beberapa nilai di bagian tertentu dari pasar ekuitas China,” Luke Moore, kepala Layanan Keuangan Oreana eksekutif, kepada Reuters.

“Kami belum melihat akhir dari perubahan, kami pikir ketidakpastian akan berlanjut dan semua orang mencari kejelasan tentang seberapa jauh peraturan akan berjalan dan apa yang bisa terjadi selanjutnya.”

Indeks Nasdaq Golden Dragon China, yang melacak perusahaan-perusahaan China yang terdaftar di Amerika Serikat, turun 1,1% pada hari Senin, untuk mengambil penurunan selama enam bulan terakhir menjadi 35,5%.

Sementara itu, pasar sedang menunggu data inflasi AS pada hari Selasa, diperkirakan akan menunjukkan harga konsumen inti naik 0,3% pada bulan Agustus. Harga naik 0,3% bulan sebelumnya dan 0,9% di bulan Juni.

Para ekonom memperkirakan inflasi tahunan sedikit mereda menjadi 4,2% dari 4,3% di bulan Juli. Data tersebut muncul menjelang pertemuan penting oleh Federal Reserve pada 21-22 September.

“Kami memperkirakan laju kenaikan harga menurun pada Agustus karena friksi pembukaan kembali perlahan memudar,” kata kepala ekonomi internasional Commonwealth Bank Joseph Capurso dalam sebuah catatan kepada klien.

“Akan ada banyak analisis pergerakan harga individu yang mencerminkan pembukaan kembali ekonomi dan kemacetan pasokan.”

( inforexnews )

Most Popular

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 24 September 2021

Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang menarik.

GOLD : Analisa Teknikal Harian 24 September 2021

Hari ini, GOLD / XAUUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada dalam sebuah pola yang cukup...

GBPUSD : Analisa Teknikal Harian 24 September 2021

Hari ini, GBPUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini bergerak dalam sebuah pola harga yang menarik.

EURUSD : Analisa Teknikal Harian 24 September 2021

Hari ini, EURUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini masih berada dalam sebuah pola yang menarik.

Recent Comments