Sunday, June 20, 2021
Home Berita Forex Rupiah Stagnan, Dolar AS & Poundsterling Turun Rabu Petang

Rupiah Stagnan, Dolar AS & Poundsterling Turun Rabu Petang

Rupiah stagnan terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Rabu (25/11) petang. Pergerakan stabil mata uang garuda tidak mampu diimbangi oleh dolar AS dan juga poundsterling sore ini.

Rupiah berakhir stabil di level 14.140,0 per dolar AS sampai pukul 14.59 WIB. Adapun mengutip Vibiznews Rabu (25/11), untuk hari ini perdagangan rupiah vs dolar dibuka menguat ke Rp 14.145, kemudian tekoreksi ke Rp14.173, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 14.140. 

Menguatnya rupiah terjadi sementara dolar merosot di pasar uang Eropa setelah terkoreksi sesi sebelumnya; ditekan naiknya permintaan risk assets oleh perkembangan positif pengadaan vaksin dan harapan akan adanya stimulus fiskal AS.

Analis melihat dolar AS terhadap rupiah hari ini melemah, dengan dolar di pasar Eropa turun. Rupiah terhadap dolar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp 13.992 – Rp 14.303.

Lebih lanjut, dolar AS masih bergerak turun pada Rabu (25/11) petang seiring kenaikan mata uang berisiko lantaran investor terus memantau peralihan kekuasaan di Amerika Serikat yang kebijakannya terkait dengan stimulus tambahan di tengah kemajuan vaksin covid-19.

Indeks dolar AS terus turun 0,12% ke 92,112 menurut data Investing.com pukul 16.24 WIB dan EUR/USD naik tipis 0,08% ke 1,1897.

Minat risiko pasar kembali tumbuh setelah pemerintahan Presiden petahana AS Donald Trump mulai mau bekerja sama dengan tim pemerintahan transisi Joe Biden setelah laporan bahwa mantan kepala Federal Reserve Janet Yellen, yang memandang perlunya suntikan stimulus fiskal yang lebih besar, akan didapuk menjadi Menteri Keuangan AS.

Sementara itu mengutip Poundsterlinglive.com Rabu (25/11) petang, poundsterling melemah pada sore ini di tengah prediksi analis mata uang ini kemungkinan hanya akan mengalami kenaikan yang cukup besar pada bulan Desember, sementara yang lain mengingatkan bahwa setiap kenaikan kemungkinan akan tetap terbatas dan 2021 akan terjadi penurunan nilai mata uang.

GBP/USD turun 0,09% ke 1,3344 menurut data Investing.com pukul 16.30 WIB.

Menurut Joe Tuckey, analis untuk penyedia pembayaran internasional yang berbasis di London, Argentex, kesabaran perlu hadir bagi pihak yang menginginkan tercapainya kesepakatan perdagangan pasca-Brexit untuk meningkatkan daya beli mata uang asing.

Tuckey mengatakan pada awal November bahwa terobosan baru negosiasi perdagangan dapat mendorong nilai tukar poundsterling bergerak menguat. (Investing)

Daftar sekarang dan claim bonus 100% https://olymptrade-idn1.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Harga Emas Antam Sudah Turun Rp 24.000, Buyback-nya Anjlok Rp 34.000

Harga emas Antam hari ini berada di level Rp 920.000 per gram. Harga pembelian kembali atau buyback emas Antam hari juga tak...

Dolar AS Kian Perkasa Sikapi Rencana Kenaikan Suku Bunga The Fed

Dolar AS memperpanjang kenaikan terhadap sekeranjang mata uang pada akhir perdagangan Jumat. Dolar AS menguat setelah rencana Federal Reserve AS mengejutkan pasar...

OPEC Perkirakan Produksi AS Turun, Harga Minyak Naik Jadi USD73,5/Barel

Harga minyak rebound pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah sumber OPEC mengatakan bahwa kelompok produsen minyak memperkirakan pertumbuhan produksi minyak...

Harga Kakao di New York Turun ke Harga Terendah 3 Bulan

Harga kakao pada penutupan pasar hari Kamis mixed, dengan harga kakao di New York turun ke harga 3 bulan terendah, karena panen...

Recent Comments