Sunday, September 25, 2022
Home Berita Ekonomi Respon Pemerintah Terhadap Dampak Penyesuaian Harga BBM

Respon Pemerintah Terhadap Dampak Penyesuaian Harga BBM

Pemerintah akan terus memperhatikan dampak dari penyesuaian harga BBM di masyarakat. Pemerintah memberikan dukungan melalui berbagai tambahan bantuan sosial dalam bentuk pengalihan kebijakan subsidi. Agar dampak dari kenaikan harga BBM tersebut tidak membebani masyarakat.

Selain itu, Pemerintah juga tetap optimis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) dalam wawancara eklusif pada CNBC TV, Senin (05/09).

“Kalau harga BBM itu naik tanpa ada bantalan, pasti kemiskinan meningkat. Namun dengan kita berikan bantalan kepada kelompok yang paling bawah tadi, yang desil satu itu ada 6,5 juta rumah tangga. Tetapi kita memberikan bantuan itu kepada 20,65 juta keluarga, lalu kita berikan lagi BSU dan Pemda juga memberikan bantuan dari APBD.

Maka diharapkan pendapatan masyarakat dan daya beli masyarakat kelompok miskin dan rentan akan tetap terjaga. Dan malah ini akan meningkatkan kemampuan mereka melakukan konsumsi,” terang Wamenkeu.

Terkait dengan inflasi, Wamenkeu mengatakan bahwa kenaikan harga BBM akan mendorong inflasi bulan di September dan Oktober. Tetapi, secara month to month (bulan ke bulan), Wamenkeu berharap di bulan November sudah sudah kembali ke pola normal.

“Jadi biasanya inflasi yang seperti ini cepat dalam 1 hingga 2 bulan naik kemudian bulan ke-3 dia mulai normalisasi. Nah itu nanti akan kita perhatikan terus bagaimana sampai dengan akhir tahun. Tapi itu tidak menjadi masalah. Dengan peningkatan harga itu malah memberikan insentif kepada produsen untuk melihat bahwa kita bisa melakukan proses produksi lebih kuat lagi,” lanjutnya.

Selanjutnya, Wamenkeu mengatakan bahwa pemerintah tetap optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 2022 akan tetap berada pada kisaran 5,1%-5,4%.

“Kita bayangkan bahwa sampai dengan akhir tahun pertumbuhan kita ini akan tetap ada dalam range tersebut, antara 5,1%-5,4%. Kegiatan ekonomi tetap berjalan ini kita lihat di daerah-daerah maupun di berbagai macam tempat. Tetap menggeliat di semua sektor, ini kita perhatikan terus,” ujar Wamenkeu.

( vibiznews )

Most Popular

Rupiah Jumat Ditutup Melemah ke Rp15.037/USD; Dollar di Eropa Perkasa 2 Dekade Lebih Tertingginya

Dalam pergerakan pasar uang akhir pekan Jumat sore ini (23/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau ditutup melemah di hari keenamnya, menambah sedikit loss...

Harga Gula Naik Ke Tertinggi 1 Minggu

Harga gula pada penutupan pasar hari Kamis naik. Harga gula di New York naik tertinggi 1 minggu. Naiknya harga minyak mentah pada hari Kamis...

Harga Kedelai Turun, Indeks Dolar AS Menguat

Harga kedelai pada hari Kamis turun karena menguatnya indeks dolar AS. Penjualan pada minggu lalu turun karena harga kedelai dari luar AS lebih murah.  Menguatnya...

Stabilitas Nilai Tukar Rupiah Tetap Terjaga Di Tengah Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

Saat menyampaikan keputusan Dewan Gubernur Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga acuan BI7DRR, Gubernur BI menyampaikan juga beberapa hal penting. Stabilitas nilai tukar Rupiah tetap...

Recent Comments