Tuesday, July 5, 2022
Home Berita Komoditas Rekomendasi Minyak Mingguan 9 – 13 Mei 2022: Pergerakan Naik Mendapatkan Tantangan

Rekomendasi Minyak Mingguan 9 – 13 Mei 2022: Pergerakan Naik Mendapatkan Tantangan

Setelah berhasil naik dari $96 ke $103, Memulai minggu perdagangan yang baru pada hari Senin minggu lalu, harga minyak mentah WTI turun ke $101. Namun pada hari Selasa harga minyak mentah WTI kembali naik ke sekitar $102 setelah sebelumnya sempat menyentuh $104 karena dolar AS sempat melemah. Selanjutnya harga minyak mentah WTI terus merangkak naik setiap hari dan pada hari Jumat mencapai $109.60 karena kekuatiran akan hilangnya supply minyak mentah Rusia yang belum bisa digantikan dalam jangka pendek.

Memulai minggu perdagangan yang baru pada hari Senin, harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex turun dari $103.49 ke $101.25 per barel.

Ketakutan yang baru akan turunnya permintaan minyak mentah dari Cina karena restriksi yang ketat akibat meningkatnya kasus baru Covid – 19 di Beijing telah menekan turun harga minyak mentah WTI.

Epidemi dari Covid – 19 di Cina telah memaksa pemerintah Cina untuk menerapkan lebih keras kebijakan zero Covid. Untuk ini pemerintah Cina telah meningkatkan pengendalian terhadap pergerakan manusia, material dan mesin-mesin. Kekuatiran berkurangnya permintaan minyak mentah ini mengatasi kekuatiran dari dampak berkurangnya supply minyak mentah di Eropa.

Selain itu terus menguatnya dollar AS menjadi salah satu yang menekan harga minyak mentah turun. Memulai minggu lalu di 100.650, dolar AS mendapatkan arus safe-haven pada hari Senin dan pada hari Selasa, indeks dolar AS melanjutkan tren naiknya dengan pasar berhati-hati karena keprihatinan covid yang menyebar lagi di Cina dan perkiraan the Fed akan bersikap hawkish. Pada hari Rabu. Setelah memulai hari di teritori positip, tidak perlu waktu yang lama, indeks saham utama di Wall Street berbalik merah pada hari itu, sekali lagi memberikan kesempatan kepada dollar AS untuk mengkapitalisir arus safe-haven. Dolar AS baru mendapatkan tekanan turun pada hari Jumat. Meskipun demikian, dalam hitungan mingguan, indeks dolar AS telah berhasil naik ke $103.500

Pada hari Selasa harga minyak mentah WTI kembali naik dan saat itu di perdagangkan di sekitar $102.63.

Harga minyak mentah WTI sempat naik ke sekitar $104.15 pada jam perdagangan Eropa hari Selasa pagi, namun kemudian berbalik turun dengan secara tehnikal para pembeli gagal menembus resistance kunci jangka pendek dan secara fundamental pelemahan dollar AS berkurang karena munculnya data ekonomi AS yang bagus. Factory Orders dan JOLTS Job Openings muncul lebih baik daripada yang diperkirakan.

Kenaikan harga minyak mentah pada hari Selasa disebabkan karena melemahnya dollar AS. Sentimen pasar yang membaik telah membatasi permintaan terhadap dollar AS, meskipun dollar AS masih memegang keuntungan tahunannya yang besar terhadap kebanyak rival utamanya.

Indeks saham Asia dan Eropa di perdagangkan di teritori hijau yang merefleksikan persepsi yang lebih baik terhadap resiko, sementara yields obligasi pemerintah kehilangan sebagian keuntungannya yang diperoleh pada hari Senin. Yields obligasi pemerintah AS 10 tahun mencapai puncaknya di 3% pada hari Senin, dan sekarang bertengger di sekitar 2.95%,

Selain karena melemahnya dollar AS, kenaikan harga minyak mentah pada hari Selasa disebabkan karena keprihatinan akan berkurangnya supply mengatasi kekuatiran akan berkurangnya demand.

Harga minyak mentah WTI naik setelah Jerman menarik diri dari oposisi terhadap embargo minyak mentah impor dari Rusia. Dukungan Jerman terhadap keputusan larangan minyak mentah Rusia meningkatkan keprihatinan akan supply minyak di Eropa dengan Jerman memiliki ketergantungan yang signifikan terhadap Moskow untuk kebutuhan minyak mentahnya.

Pada hari Rabu, harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex melanjutkan kenaikannya dari $102.63 ke $105.34 per barel.

Uni Eropa telah mengusulkan satu fase dalam melarang impor minyak mentah Rusia dan ini telah mengakibatkan kenaikan tajam harga minyak mentah WTI pada pertengahan minggu ini.

Kenaikan harga minyak mentah WTI juga didorong oleh turunnya persediaan minyak mentah AS. American Petroleum Institute (API) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah AS telah turun sebanyak 3.5 juta barel. Sementara analis memperkirakan persediaan minyak mentah AS akan naik sebanyak 4.5 juta barel.

Turunnya persediaan minyak mentah AS disebabkan naiknya ekspor minyak mentah AS baru-baru ini. Pemerintah AS telah menjadi eksportir minyak mentah dengan ekspor minyak mentah tetap lebih tinggi tiga juta barel perhari dibandingkan dengan impor minyak mentah pada bulan lalu. Hal ini menopang naik harga minyak mentah WTI.

Pada hari Kamis, harga minyak mentah WTI di bursa Nymex melanjutkan kenaikannya dari $105.34 ke $107.30 per barel.

Minyak mentah WTI sempat naik sebentar ke level tertinggi lebih dari 1 bulan di atas $110 per barel sebelum akhirnya terkoreksi turun kembali ke $107.

Kenaikan harga minyak mentah WTI disebabkan karena kekuatiran akan jatuhnya output Rusia di bulan – bulan yang akan datang dengan semakin mendekatnya kesepakatan Uni Eropa untuk menghapus semua impor minyak Rusia dalam enam bulan.

Seorang pejabat Perancis pada hari Kamis mengatakan bahwa mereka yakin kesepakatan akan sudah bisa dicapai pada akhir minggu ini, dengan proposal Uni Eropa untuk menghapus impor minyak dari Rusia hanya tinggal mendapatkan penolakan dari Hungaria, Slovakia dan Bulgaria.

Selain itu OPEC+ pada hari Kamis memutuskan untuk melanjutkan kebijakan yang ada sekarang dengan hanya menaikan output kuota sebanyak 432.000 barel per hari setiap bulan turut mendukung kenaikan harga minyak mentah WTI.

Bahkan sebelum Rusia menyerbu Ukraina dan Barat memberikan sanksi sebagai responnya, outlook jangka pendek supply OPEC+ adalah buruk, dengan sejumlah anggota yang lebih kecil harus berjuang untuk bisa menambah produksinya.

Harga minyak mentah WTI melanjutkan kenaikannya dari $107.30 ke $109.62 per barel pada hari Jumat.

Sumber – sumber yang dapat dipercaya mengatakan bahwa Uni Eropa sedang bersiap untuk mengabikan beberapa negara kecil di Uni Eropa yang sebegitu jauh menolak menandatangani larangan membeli minyak mentah dari Rusia. Hal ini menjadi salah satu faktor naiknya kembali harga minyak mentah WTI.

Hal lain yang mendorong naik harga minyak mentah WTI adalah lambatnya OPEC+ untuk membawa supply yang baru ke pasar minyak mentah. Kartel minyak mentah terbesar di dunia ini sepakat untuk terus memegang teguh kebijakan saat ini dalam menaikkan output kuota sebanyak 432.000 barel perhari setiap bulannya meskipun diragukan kemampuannya untuk bisa memenuhi target kenaikan produksi ini.

Laporan pekerjaan AS bulan April menunjukkan bahwa angka pekerjaan Non-Farm naik sebesar 428.000. Angka ini lebih tinggi daripada yang diperkirakan kenaikan sebesar 400.000 dan hampir sama dengan kenaikan bulan Maret sebesar 431.000. Sementara tingkat pengangguran bulan April tidak berubah di 3.6%.

Walaupun dollar AS sempat melemah sebagai reaksi awal dari laporan Non-Farm Payrolls AS, indeks dollar AS berhasil menghapus kerugiannya di tengah sentimen pasar yang memburuk. Indeks dollar AS naik mencapai level tertinggi sejak akhir 2002 di atas 104.00 yang merefleksikan menguatnya dollar AS secara luas.

Minggu ini, pergerakan naik harga minyak mentah WTI kelihatannya masih akan terus berusaha naik dengan tarket mencapai ketinggian di akhir Maret di $116.00 an.

Meskipun demikian, ada resiko penurunan dengan masih adanya kekuatiran akan melambatnya pertumbuhan ekonomi global dan berkurangnya permintaan energi dari Cina di tengah masih berlanjutnya lockdown di kota-kota utama Cina. Selain itu, perkiraan terbaru dari Bank of England pada hari Kamis memperkirakan kemungkinan besar akan terjadinya resesi ekonomi di Inggris pada tahun 2023 dan dikuatirkan ekonomi zona Euro juga sedang menuju ke arah yang sama.

Sementara itu ada kondisi yang tidak baik juga di pasar saham AS dan global dengan para investor mengkuatirkan pengetatan kebijakan moneter yang agresif dari the Fed bisa membawa ekonomi AS ke arah resesi juga.

Melambatnya pertumbuhan ekonomi global, resiko naiknya ketegangan geopolitik dan resiko lockdown di Cina merupakan faktor-faktor utama yang bisa menahan kenaikan harga minyak mentah WTI dan bahkan membuat turun.

“Support” terdekat menunggu di $108.27 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $107.11 dan kemudian $105.01. “Resistance” yang terdekat menunggu di $109.97 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $111.14 dan kemudian $112.64.

( vibiznews )

Most Popular

Rekomendasi Emas 5 Juli 2022: Turun karena kekuatiran akan kenaikan tingkat bunga the Fed

Harga emas diperdagangkan turun pada awal perdagangan sesi AS hari Senin. Harga emas tertekan oleh sentimen pasar yang positip terhadap resiko dan ditambah lagi...

Rekomendasi Minyak 5 Juli 2022: Berhasil Naik ke $108.00

Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada hari Senin berhasil naik dan diperdagangkan di sekitar $108.75 di...

Rekomendasi EUR/USD 5 Juli 2022: Bertahan di 1.0430 Meskipun Data Eropa Mengecewakan

EUR/USD diperdagangkan pada teritori positip di sekitar 1.0430 meskipun data ekonomi yang dirilis mengecewakan. Inflasi Produsen bulan Mei di area euro naik dengan kecepatan...

Rekomendasi GBP/USD 5 Juli 2022: Bertahan di Atas 1.2100 karena Sentimen Pasar Membaik

GBP/USD bertahan di atas 1.2100 di sekitar 1.2114 pada hari Senin dengan dollar AS harus berjuang untuk mendapatkan permintaannya di tengah lingkungan pasar yang...

Recent Comments