Sunday, September 25, 2022
Home Berita Komoditas Rekomendasi Minyak Mingguan 29 Agustus – 2 September 2022: Bisakah Bertahan di...

Rekomendasi Minyak Mingguan 29 Agustus – 2 September 2022: Bisakah Bertahan di Atas $90?

Memulai minggu perdagangan yang baru pada minggu lalu di $89.60, minyak mentah WTI mengakhiri minggu lalu naik ke sekitar $92.77. Pada hari Senin stabil di $89.60. Pada hari Selasa mulai naik ke $93.68 karena harapan lebih banyak permintaan dari Cina. Pada hari Rabu sempat melanjutkan kenaikannya ke $95.17 sebelum akhirnya turun kembali stabil di sekitar $93.50. Pada hari Kamis kembali sempat melanjutkan kenaikannya ke $95.66, namun pada akhirnya turun lagi ke level $94.50. Dan pada hari Jumat melanjutkan penurunannya ke $92.77.

Apa yang Terjadi Pada Minggu Lalu?

Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada jam perdagangan sesi AS hari Senin turun ke  sekitar $89.60 per barel setelah sebelumnya sempat naik ke $91.01 per barel.

Pada jam perdagangan sesi Eropa, harga minyak mentah WTI mengalami kenaikan dengan meningkatnya kekuatiran akan supply gas di Eropa. Kondisi Eropa yang mengalami kekeringan yang hebat dan gelombang panas telah menekan kapasitas dari hydroelectricity di Eropa.

Pada hari Jumat, negara bagian Gazprom yang dikontrol oleh Rusia mengatakan bahwa mereka akan menangguhkan penyaluran pada pipa Nord Stream ke Jerman nantinya pada bulan ini.

Sebenarnya Eropa telah membuat kemajuan dalam hal mengisi tempat simpan gasnya menjelang datangnya musim dingin di Eropa. Namun penutupan pipa Nord Stream yang akan datang membuat tanda tanya muncul atas situasi energi di Eropa. Menurut data dari AGSI, tempat penyimpanan gas Uni Eropa sudah hampir 76% full.

Pada jam perdagangan sesi AS, harga minyak mentah WTI berbalik turun dengan kembalinya ketakutan akan resesi yang meningkat dramatis pada ekonomi AS. Polling oleh Reuters menunjukkan 37 dari 48 ekonom mengatakan bahwa AS memasuki resesi dalam dua tahun berikutnya dan akan berlangsung sebentar dan tidak mendalam. 10 ekonom berkata resesi AS akan berlangsung lama dan tidak mendalam. Hanya 1 ekonom yang mengatakan resesi AS akan berlangsung lama dan mendalam.

Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada jam perdagangan sesi AS hari Selasa berhasil naik ke $93.68 per barel.

Harga minyak mentah WTI mengalami kenaikan intraday sekitar 0.40% yang menjadi tren naik selama dua hari berturut-turut. Kenaikan harga minyak mentah WTI ini disebabkan karena adanya harapan akan lebih banyaknya permintaan minyak mentah dari Cina ke depannya, di tengah ekspektasi akan dikucurkannya lebih banyak stimulus oleh bank sentral Cina dan komentar-komentar yang bervariasi dari para produsen global.

Selain harapan akan naiknya demand minyak mentah ke depannya, kenaikan harga minyak mentah juga disebabkan karena kekuatiran akan berkurangnya supply minyak mentah ke depannya. Mengutip perkataan dari Menteri Energi Arab Saudi Prince Abdulaziz bin Salman, Bloomberg mengatakan bahwa OPEC dan sekutunya (OPEC+) kemungkinan akan terpaksa mengurangi produksi minyak mentah dengan pasar berjangka dan pasar fisik semakin jauh dari fundamental.

Kenaikan harga minyak mentah WTI ditopang juga oleh melemahnya dollar AS setelah keluar data Purchasing Manager Index (PMI) AS yang mengecewakan. Data ekonomi dari AS menunjukkan bahwa aktifitas bisnis di sektor swasta terus mengalami kontraksi pada bulan Agustus sementara tekanan harga melemah.

Meskipun demikian, ketakutan akan resesi global yang disebabkan persoalan di Eropa dan Cina dan digabung dengan Federal Reserve AS yang hawkish, membatasi kenaikan dari harga minyak mentah WTI.

Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada jam perdagangan sesi AS hari Rabu turun 0.40% dari ketinggian intraday di $95.17 ke sekitar $93.37 per barel, menghentikan tren naik dua hari berturut-turut dekat ketinggian dua minggu.

Sebelum turun ke level $93, harga minyak mentah WTI sempat naik ke level $95. Kenaikan harga minyak mentah WTI terutama disebabkan oleh komentar dari OPEC bahwa kartel minyak terbesar ini sedang mempertimbangkan pemangkasan produksi yang cukup besar untuk meng – offset penurunan belakangan ini. Hal ini memperburuk sentimen pasar. Bagi OPEC, harga minyak mentah yang lebih murah merupakan ketidakseimbangan karena menurunkan revenue mereka – sementara naiknya harga minyak mentah adalah optimal.

Turunnya harga minyak mentah disebabkan kombinasi beberapa faktor antara lain kembali menguatnya dollar AS. Selain itu permintaan agar OPEC+ tidak memangkas produksi minyak mentahnya kelihatannya menjadi katalisator utama dari turunnya harga minyak mentah. Faktor lainnya lagi yang menyebabkan turunnya harga minyak mentah WTI adalah rencana kembalinya Iran ke pasar minyak mentah.

Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada jam perdagangan sesi AS hari Kamis turun dari ketinggian intraday di $95.66 ke sekitar $94.50 per barel.

Sebelum turun ke level $94.50, harga minyak mentah WTI sempat naik ke level $95.66 Kenaikan harga minyak mentah WTI terutama disebabkan keputusan dari OPEC untuk memangkas produksi yang cukup besar untuk meng – offset penurunan harga belakangan ini. Hal ini memperburuk sentimen pasar. Bagi OPEC, harga minyak mentah yang lebih murah merupakan ketidakseimbangan karena menurunkan revenue mereka – sementara naiknya harga minyak mentah adalah optimal.

Turunnya harga minyak mentah disebabkan kombinasi beberapa faktor antara lain kembali menguatnya dollar AS. Faktor lainnya lagi yang menyebabkan turunnya harga minyak mentah WTI adalah rencana kembalinya Iran ke pasar minyak mentah.

Dolar AS mulai mendapatkan pijakannya menjelang keluarnya data ekonomi AS dan memperpanjang keuntungannya setelahnya karena keluarnya data ekonomi AS yang bagus.

AS mempublikasikan perkiraan kedua dari GDP kuartal ke dua, yang direvisi naik dari – 0.9% menjadi – 0.6%. Selain itu, Initial Jobless Claims untuk minggu yang berakhir tanggal 19 Agustus turun menjadi 243.000 mengalahkan ekspektasi pasar.

Pada hari Jumat, harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada jam perdagangan sesi AS hari Jumat melanjutkan penurunannya ke sekitar $92.77 per barel.

Sentimen pasar yang buruk menjelang pidato dari ketua FOMC the Fed Jerome Powell membebani harga minyak mentah yang beresiko, apalagi setelah pidato dari Powell di Simposium Jackson Hole AS. Federal Reserve AS tidak ragu-ragu untuk menaikkan tingkat suku bunga meskipun apapun yang terjadi yang menghantam pertumbuhan ekonomi AS.

Di dalam pidatonya, Powell mengulangi bahwa inflasi tetap merupakan ancaman yang terbesar bagi ekonomi dan bank sentral AS tetap berkomitmen untuk membawa turun harga-harga konsumen kembali ke target 2%.

Di dalam pernyataannya di symposium bank sentral dia mengatakan bahwa memulihkan ke stabilan harga akan memerlukan kebijakan yang restriktif untuk sementara waktu.

Sementara itu, lockdown yang disebabkan oleh Covid di dekat Beijing Cina, ditambah dengan dibatalkannya penerbangan 26 “carrier flights” Cina sebagai respon terhadap tindakan Beijing telah membebani minat terhadap resiko. Selain itu, Taiwan menaikkan budget militernya. Semua ini menambah tekanan turun terhadap harga minyak mentah WTI.

Pergerakan Minggu Ini

Sentimen pasar yang buruk menjelang pidato dari ketua FOMC the Fed Jerome Powell membebani harga minyak mentah yang beresiko, apalagi setelah pidato dari Powell di Simposium Jackson Hole AS. Federal Reserve AS tidak ragu-ragu untuk menaikkan tingkat suku bunga meskipun apapun yang terjadi yang menghantam pertumbuhan ekonomi AS.

Pasar komoditi secara luas melemah setelah pidato Powell di Jackson Hole. Harga minyak mentah turun setelah Powell mengatakan bahwa the Fed akan terus melakukan apa yang bisa dilakukan. Kelihatannya mereka akan melakukan apa saja yang diperlukan untuk memerangi inflasi tidak peduli apapun akibatnya.

Hal ini bisa memicu ketakutan akan terjadinya resesi AS dan global yang membuat proyeksi permintaan harga minyak mentah kemungkinan turun yang pada gilirannya akan membuat harga minyak mentah tertekan turun.

Saat ini harga minyak mentah kemungkinan tidak bisa bergerak naik tinggi sampai bisa diyakinkan bahwa the Fed akan berbalik arah. Dan hal ini juga kelihatannya tidak mungkin sampai nanti pada tahun 2023.

Namun penurunan harga minyak mentah WTI bisa dibatasi dari sisi berkurangnya supply. Pada minggu lalu, setelah naik ke $95, harga minyak mentah terus tertekan turun sampai ke sekitar $92 pada hari terakhir perdagangan Jumat minggu lalu. Namun, koreksi terhadap harga minyak mentah kemungkinan berakhir segera dan rally minyak mentah yang baru kemungkinan dimulai. Dengan OPEC akan mulai memangkas produksi minyak mentah mereka, harga minyak mentah akan menunjukkan lebih banyak keuntungannya.

Support & Resistance

Support” terdekat menunggu di $91.76 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $90.34 dan kemudian $89.00. “Resistance” yang terdekat menunggu di $92.97 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $93.56 dan kemudian $94.50.

( vibiznews )

Most Popular

Rupiah Jumat Ditutup Melemah ke Rp15.037/USD; Dollar di Eropa Perkasa 2 Dekade Lebih Tertingginya

Dalam pergerakan pasar uang akhir pekan Jumat sore ini (23/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau ditutup melemah di hari keenamnya, menambah sedikit loss...

Harga Gula Naik Ke Tertinggi 1 Minggu

Harga gula pada penutupan pasar hari Kamis naik. Harga gula di New York naik tertinggi 1 minggu. Naiknya harga minyak mentah pada hari Kamis...

Harga Kedelai Turun, Indeks Dolar AS Menguat

Harga kedelai pada hari Kamis turun karena menguatnya indeks dolar AS. Penjualan pada minggu lalu turun karena harga kedelai dari luar AS lebih murah.  Menguatnya...

Stabilitas Nilai Tukar Rupiah Tetap Terjaga Di Tengah Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

Saat menyampaikan keputusan Dewan Gubernur Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga acuan BI7DRR, Gubernur BI menyampaikan juga beberapa hal penting. Stabilitas nilai tukar Rupiah tetap...

Recent Comments