Sunday, September 25, 2022
Home Berita Komoditas Rekomendasi Minyak 10 Agustus 2022: Kembali Tertekan Turun

Rekomendasi Minyak 10 Agustus 2022: Kembali Tertekan Turun

Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada hari Selasa sempat diperdagangkan naik ke sekitar $91.23 per barel, sebelum akhirnya turun kembali ke $89.13 per barel.

Pada jam perdagangan sesi Eropa, harga minyak mentah WTI berhasil naik menembus resistance psikologis di $90.00 dan diperdagangkan di atas $91. Kenaikan harga minyak mentah WTI terutama disebabkan karena para investor minyak mengharapkan pemulihan dari permintaan minyak mentah setelah keluarnya angka Non-Farm Payrolls AS yang bagus.

Kenaikan pekerjaan yang dua kali lipat dari yang diperkirakan sebanyak 528.000 membangkitkan outlook permintaan bagi minyak mentah.

Naiknya kesempatan bekerja menunjukkan besarnya investasi yang sedang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan AS yang akan memperbaiki permintaan akan minyak mentah ke depannya.

Sementara itu, ekonomi Cina sedang mengalami pemulihan dari badai kebangkitan Covid baru – baru ini. Kembalinya keadaan yang normal di Cina telah memicu proyeksi pulihnya kembali permintaan minyak mentah di Cina. Pembelian minyak mentah bulan Juli meningkat lebih cepat daripada yang diperkirakan, sebanyak 8.79 juta barel per hari, naik dari ke rendahan selama empat tahun pada bulan Juni.

Dari sisi supply, Reuters melaporkan pada hari Selasa bahwa Rusia menangguhkan ekspor minyak mentah yang melalui pipa Druzhba dari sejak awal bulan Agustus karena persoalan biaya transit. Harga minyak mentah WTI melonjak setelah munculnya berita ini.

Harga minyak mentah WTI berbalik turun ke bawah $90 karena berita bahwa sudah dibuatkan draft text untuk memulihkan kesepakatan nuklir AS – Iran 2015 setelah beberapa ronde negosiasi mengalami kebuntuan. Apabila Washington dan Tehran sepakat terhadap persyaratan dan kondisi yang dituangkan di dalam draft tersebut, hal ini akan bisa menghapuskan sanksi terhadap Iran termasuk menghapus larangan ekspor minyak mentah.

Support & Resistance

Support” terdekat menunggu di $87.01 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $86.15 dan kemudian $85.52. “Resistance” yang terdekat menunggu di $88.98 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $89.44 dan kemudian $90.29.

( vibiznews )

Most Popular

Rupiah Jumat Ditutup Melemah ke Rp15.037/USD; Dollar di Eropa Perkasa 2 Dekade Lebih Tertingginya

Dalam pergerakan pasar uang akhir pekan Jumat sore ini (23/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau ditutup melemah di hari keenamnya, menambah sedikit loss...

Harga Gula Naik Ke Tertinggi 1 Minggu

Harga gula pada penutupan pasar hari Kamis naik. Harga gula di New York naik tertinggi 1 minggu. Naiknya harga minyak mentah pada hari Kamis...

Harga Kedelai Turun, Indeks Dolar AS Menguat

Harga kedelai pada hari Kamis turun karena menguatnya indeks dolar AS. Penjualan pada minggu lalu turun karena harga kedelai dari luar AS lebih murah.  Menguatnya...

Stabilitas Nilai Tukar Rupiah Tetap Terjaga Di Tengah Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

Saat menyampaikan keputusan Dewan Gubernur Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga acuan BI7DRR, Gubernur BI menyampaikan juga beberapa hal penting. Stabilitas nilai tukar Rupiah tetap...

Recent Comments