Sunday, January 23, 2022
Home Berita Komoditas Rekomendasi Mingguan Minyak 15 – 19 November 2021: Tetap Tertekan Turun

Rekomendasi Mingguan Minyak 15 – 19 November 2021: Tetap Tertekan Turun

Setelah terus turun dari ketinggian mendekati $85 ke $79.22 memulai minggu lalu, pada paruh pertama minggu lalu, harga minyak mentah WTI berhasil naik kembali dari ke rendahannya ke $81.61, karena OPEC+, kartel minyak terbesar, tidak mengambil langkah deviasi dari rencana sekarang untuk menaikkan produksi dari tingkat produksi 400.000 barel per hari tiap bulannya, mengabaikan permintaan dari AS dan dunia untuk menambah produksinya.

Namun pada paruh kedua dari minggu lalu, harga minyak mentah WTI kembali berbalik turun ke $79.43 disebabkan karena laporan inventori minyak mentah AS. Selain itu penurunan lebih lanjut dari harga minyak mentah WTI disebabkan karena dollar AS terus menguat secara persisten. Pada akhir perdagangan sesi AS hari Jumat, harga minyak mentah WTI terkoreksi naik ke $79.70 karena sentimen konsumen AS memburuk dan menekan USD.

Hal ini berarti penurunan sekitar $5.0 dari ketinggian mendekati $85. Minggu lalu harga minyak WTI turun sekitar 0.75%. Kebanyakan penurunan terjadi pada hari Rabu setelah keluar laporan inflasi AS.

Harga semua produk dan jasa melompat pada bulan Oktober sehingga mendorong naik Consumer Price Index (CPI) umum ke ketinggian selama 31 tahun dan juga CPI inti ke 4.6% yang meruntuhkan semua ekspektasi para ekonom. Setelah mula-mula bereaksi dengan ragu-ragu, pasar bergerak lebih agresif terhadap kenaikan tingkat bunga dari the Fed yang lebih cepat dari yang direncanakan.

Selain itu juga ada spekulasi bahwa Biden kemungkinan akan merilis cadangan minyak mentah pemerintah AS dalam rangka menurunkan harga energi agar dapat melonggarkan tekanan inflasi yang sangat terasa di seluruh perekonomian AS. Akibatnya dollar AS melompat dimana-mana sehingga menekan juga harga minyak mentah WTI.

Penurunan harga minyak mentah WTI juga disebabkan oleh karena OPEC+ menurunkan perkiraan akan pertumbuhan permintaan minyak mereka untuk 2021. Penurunan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak ini dengan mempertimbangkan naiknya kasus Covid – 19 di Eropa. Lockdown sekarang diumumkan di Austria bagi yang tidak mau dilakukan vaksinasi dan di Belanda dan Jerman dimana tingkat infeksi berada pada rekor ketinggian. Di AS tingkat infeksi mendatar sejak bulan Oktober dan kemungkinan akan mengikuti Eropa karena bulan – bulan musim dingin mendekati.

“Support” terdekat menunggu di $79.12 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $78.14 dan kemudian $77.13. “Resistance” yang terdekat menunggu di $81.11 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $82.12 dan kemudian $83.10.

( vibiznews )

Most Popular

Harga Minyak Melemah, Meskipun Kekhawatiran Pasokan Membayangi

Minyak turun tipis pada hari Kamis, membukukan kerugian tipis setelah beberapa hari menguat yang mendorong benchmark ke tertinggi tujuh tahun karena kekhawatiran...

Dolar membalikkan kerugian, Terus Menguat

Dolar berfluktuasi tetapi tetap dalam kisaran pada hari Kamis karena lintasan naik minggu ini dari imbal hasil Treasury AS mengambil nafas.

Rekomendasi Minyak 21 Januari 2022: Berbalik Turun karena Meningkatnya Persediaan

Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex berbalik turun dan sempat menembus ke bawah $83 ke...

Harga Soft Commodities Mixed Pada Penutupan Pasar Hari Kamis

Pergerakan pasar untuk Soft Commodities pada hari Kamis 20 Januari 2022, Harga Soft Commodities mixed , Harga kopi Arabika turun dari harga...

Recent Comments