Sunday, January 23, 2022
Home Analysis Opini Rekomendasi Mingguan GBP/USD 6 – 10 Desember 2021: Cenderung Melanjutkan Penurunan?

Rekomendasi Mingguan GBP/USD 6 – 10 Desember 2021: Cenderung Melanjutkan Penurunan?

GBP/USD semula naik ke atas 1.3300 pada awal perdagangan sesi AS, namun kemudian tertekan turun ke 1.3227 meskipun dollar AS melemah setelah keluarnya laporan NFP AS yang mengecewakan jauh di bawah dari yang diperkirakan.

Minggu lalu Federal Reserve telah memberikan signal siap untuk mempercepat proses tapering. Waktunya untuk berhenti memakai kata “transitory”, perkataan yang hawkish dari kepala Federal Reserve Jerome Powell ini sehubungan dengan inflasi yang cenderung hawkish dan yang juga dikumandangkan oleh para koleganya yang lain, telah menjadi pendorong naik bagi dollar AS.

Sementara angka umum ekonomi AS hanya berhasil menambah 210.000 pekerjaan di bulan November, setengah dari yang diperkirakan sebesar 550.000, ada perkembangan yang positip. Tingkat pengangguran turun ke 4.2%, sementara tingkat partisipasi meningkat. Kedua hal ini adalah perkembangan yang positip. Akibatnya dollar AS hanya turun sebentar dan segera naik kembali.

Setelah kepanikan pasar pada awalnya, berita-berita mengenai varian baru Covid – 19, Omicron berkurang stressnya. Ketakutan terhadap varian baru dari covid, Omicron sekarang telah bercampur dengan harapan tidak akan menakutkan seperti yang semula dipikirkan. Meskipun penularannya lebih cepat daripada varian-varian sebelumnya tetapi Omicron terbukti tidak mematikan seperti varian-varian lainnya.

Di Inggris, restriksi yang baru dari pemerintah tetap terbatas, berbeda dengan lockdown total yang dilakukan oleh Austria. Perdana Menteri Boris Johnson lebih sibuk dengan skandal politiknya. Sementara itu, medan Brexit relatif tenang, membuat poundsterling terhindar dari kejatuhan yang lebih signifikan.

Minggu ini, apakah Omicron akan membuat perayaan Natal jadi batal? Kemungkinan tidak, karena Omicron terbukti tidak mematikan seperti varian-varian lainnya. Namun apabila jumlah orang yang masuk ke rumah sakit bertambah karena berkurangnya imunitas dan penyebaran varian Delta yang berkelanjutan, pemerintah bisa terpaksa melakukan tindakan. Setiap restriksi yang baru bisa menekan Poundsterling turun.

Angka GDP bulan Oktober menonjol di dalam kalender ekonomi minggu ini. Setelah melompat sebesar 0.6% di bulan September, tingkat pertumbuhan ekonomi Inggris kemungkinan melemah di bulan Oktober, penyebabnya adalah isu rantai supply dan menurunnya pembukaan kembali kegiatan bisnis.

Investor mengharapkan kepala BoE Bailey akan menaikkan tingkat bunga dari 0.10% menjadi 0.25% pada tanggal 16 Desember meskipun ketidakpastian tetap tinggi. Jika Broadbent, anggota dewan di BoE, melemparkan keragu-raguan dalam mendukung kenaikan tingkat bunga, pergerakan ini membawa keraguan terhadap kenaikan tingkat bunga yang pada gilirannya dapat memukul Sterling.

Dari AS, angka inflasi bulan November bisa memperkuat keputusan untuk mempercepat tapering dan membentuk ukuran dari perubahan. The Fed sekarang ini mengurangi pembelian obligasi bulanan sebanyak $15 miliar/bulan. Apakah the Fed akan meningkatkan kecepatan dengan pengurangannya menjadi $20 miliar atau bahkan mungkin $25 miliar? Data dari Consumer Price Index (CPI) bisa membantu the Fed untuk menentukan keputusannya, yang akan mempengaruhi waktu dari kenaikan tingkat bunga.

Diperkirakan akan terjadi penurunan di dalam angka umum dari 6.2% menjadi 5.8% dan di dalam angka inti CPI dari 4.6% menjadi 4.3%.

Angka publikasi lainnya yang perlu mendapatkan perhatian adalah Consumer Sentiment Index dari Universitas Michigan untuk bulan Desember. Setelah tumbang ke 67.4 pada bulan November, diperkirakan akan terjadi pemulihan.

Kasus Omicron kemungkinan akan lebih banyak terjadi di AS, namun yang lebih penting lagi adalah assessment mengenai tingkat resistannya terhadap vaksin dan tingkat kematian yang dapat terjadi. Jika hasil assesement negatip, maka pasar akan terpukul dan dollar AS akan naik dan sebaliknya.

“Support” terdekat menunggu di 1.3200 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3130 dan kemudian 1.3000.  “Resistance” terdekat menunggu di 1.3360 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3400 dan kemudian 1.3510.

( vibiznews )

Most Popular

Harga Minyak Melemah, Meskipun Kekhawatiran Pasokan Membayangi

Minyak turun tipis pada hari Kamis, membukukan kerugian tipis setelah beberapa hari menguat yang mendorong benchmark ke tertinggi tujuh tahun karena kekhawatiran...

Dolar membalikkan kerugian, Terus Menguat

Dolar berfluktuasi tetapi tetap dalam kisaran pada hari Kamis karena lintasan naik minggu ini dari imbal hasil Treasury AS mengambil nafas.

Rekomendasi Minyak 21 Januari 2022: Berbalik Turun karena Meningkatnya Persediaan

Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex berbalik turun dan sempat menembus ke bawah $83 ke...

Harga Soft Commodities Mixed Pada Penutupan Pasar Hari Kamis

Pergerakan pasar untuk Soft Commodities pada hari Kamis 20 Januari 2022, Harga Soft Commodities mixed , Harga kopi Arabika turun dari harga...

Recent Comments