Wednesday, January 19, 2022
Home Analysis Opini Rekomendasi Mingguan GBP/USD 29 November – 3 Desember 2021: Sulit Naik Namun...

Rekomendasi Mingguan GBP/USD 29 November – 3 Desember 2021: Sulit Naik Namun Penurunan Terbatas

Memulai minggu yang baru pada minggu lalu, GBP/USD diperdagangkan turun dari 1.3451 karena menguatnya dollar AS yang safe-haven. GBP/USD sempat berbalik arah dengan terjun ke bawah 1.3300, level terendah sejak Desember 2020,  sebelum akhirnya berhasil naik kembali ke arah 1.3350 di 1.3333 dengan dollar AS menghadapi tekanan jual yang kuat ditengah turun tajamnya yields obligasi 10 tahun AS. Menjelang akhir minggu yang lalu, pelarian yang kuat kepada assets yang aman telah memicu penurunan yang tajam di yields AS dan mengijinkan GBP/USD menghapus sebagian dari kerugian mingguannya.

Minggu lalu, data yang dipublikasikan oleh Markit HIS pada hari Selasa menunjukkan bahwa aktifitas ekonomi Inggris di sektor manufaktur dan jasa terus berkembang dengan kecepatan yang kuat pada awal November. Meskipun angka dari PMI sangat bagus, Poundsterling Inggris masih harus berjuang untuk mendapatkan pembeli.

Berita terbaru mengenai negosiasi setelah Brexit menunjukkan bahwa kedua belah pihak tidak akan mencapai kepada penyelesaian sebelum akhir tahun. Meskipun demikian, wakil Presiden Komisi Eropa Maroš Šefčovič memberikan nada yang relatip optimis, dengan memberikan catatan adanya keinginan politik yang jelas dari Inggris untuk memecahkan isu protokol Irlandia Utara.

Sementara itu dari AS, dollar AS mengalami kenaikan karena komentar yang hawkish dari pejabat the Fed dan rilis data ekonomi yang bagus selama minggu lalu dan membebani GBP/USD dengan berat. Ditambah lagi, dipilihnya kembali Jerome Powell untuk 4 tahun periode kedua sebagai kepala the Fed meyakinkan pasar akan kebijakan yang konsisten dan stabil.

Data makro ekonomi AS yang keluar antara lain Core Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index, yang menjadi ukuran inflasi yang dipilih oleh the Fed, naik ke 4.1% per tahun di bulan Oktober dari sebelumnya 3.7% di bulan September. Weekly Initial Jobless Claims turun menjadi 199.000 dari sebelumnya 270.000. Personal Spending and Personal Income naik 1.3% dan 0.5% secara basis bulanan di bulan Oktober.

Presiden the Fed dari San Fransisco Mary Daly, yang sebelumnya mengatakan bahwa the Fed harusnya tetap bersabar di tengah inflasi yang tinggi, berkata pada hari Rabu minggu lalu bahwa kecepatan dalam mengurangi pembelian assets bisa ditingkatkan.

Namun pada hari Jumat meningkatnya ketakutan bahwa varian baru virus corona akan bisa memperlambat pemulihan ekonomi global telah membuat arus safe-haven mendominasi pasar keuangan. Yields obligasi 10 tahun AS jatuh hampir 8% dan memaksa dollar AS melemah.

Minggu ini, dari Inggris tidak ada rilis data makro ekonomi yang penting.

Namun dari AS, pada hari Rabu akan ada Employment Change dari ADP dan PMI manufaktur dari ISM yang akan dipandang sebagai data ekonomi yang bisa menggerakkan pasar.

Pasar tenaga kerja sudah menjadi ukuran kritikal yang terus diperhatikan oleh the Fed untuk menentukan seberapa kecepatan dari proses normalisasi. Pasar memperkirakan pertambahan pekerjaan sebanyak 500.000 lagi pada bulan November. Upah diperkirakan bertumbuh 0.4% lagi setelah di bulan Oktober melompat sebanyak 0.4%.

The Fed bisa saja menaikkan tingkat bunga, namun jika inflasi terus mengalami kenaikan yang berarti tingkat bunga riil akan tetap negatip, maka hal ini akan mendukung GBP/USD. Tidak peduli seberapa banyak kali the Fed menaikkan tingkat bunga, mereka pasti akan tetap ketinggalan di belakang kurva inflasi.

Secara keseluruhan, GBP/USD sulit mengalami pemulihan yang meyakinkan pada minggu ini namun kerugian lebih lanjut juga akan terbatas.

“Support” terdekat menunggu di 1.3280 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3257 dan kemudian 1.3200.  “Resistance” terdekat menunggu di 1.3380 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3460 dan kemudian 1.3500.

( vibiznews )

Most Popular

Rupiah Rabu Siang Melemah ke Rp14.368/USD; Dollar di Asia Berbalik Turun, Paska Rally 3 Hari

Dalam pergerakan pasar uang Rabu siang ini (19/1), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah memasuki hari keempatnya, menambah sedikit loss sesi...

Inflasi Zona Euro Diperkirakan akan Semakin Memanas Tahun Ini

Inflasi zona euro akan membakar lebih panas sepanjang 2022 dari yang diperkirakan sebulan lalu, menurut ekonom yang disurvei oleh Reuters, yang dapat...

Dolar Naik, Didorong Kembali Di Atas Level Dukungan Saat Hasil AS Mendaki

Dolar naik pada Rabu pagi di Asia, dengan kenaikan imbal hasil AS mendorongnya kembali di atas level support yang belum tercapai dalam...

Microsoft Membeli Activision Demi Memasuki Metaverse

Microsoft Corp. mengakuisisi raksasa game Activision Blizzard Inc. senilai $69 miliar sebagai bagian dari langkah untuk meningkatkan rencana game dan Metaverse-nya.

Recent Comments