Friday, January 28, 2022
Home Analysis Opini Rekomendasi Mingguan GBP/USD 22 – 26 November 2021: Bisakah Tetap Bertahan?

Rekomendasi Mingguan GBP/USD 22 – 26 November 2021: Bisakah Tetap Bertahan?

Memulai minggu lalu dengan kenaikan dari 1.3400 ke 1.3432, GBP/USD sempat kembali tertekan turun ke arah 1.34, dengan menguatnya dollar AS sebelum akhirnya berhasil naik sampai ke 1.3466, mengarah ke 1.3500. Namun pada akhir minggu lalu GBP/USD berbalik turun ke arah 1.34 dan diperdagangkan di 1.3438 karena menguatnya kembali dollar AS yang safe-haven.

Tiga data top Inggris yang dikeluarkan dari kalender ekonomi lebih baik daripada yang diperkirakan. Ditambah lagi dengan membaiknya sentimen pasar, membebani dollar AS, dan membuat GBP/USD bisa berbalik naik.

Skema cuti sudah berlalu, namun pasar tenaga kerja Inggris tetap Tangguh. Inilah kemungkinan yang paling esensial pada minggu lalu, yang menunjukkan penurunan di dalam klaim pengangguran Inggris di bulan Oktober meskipun bantuan pemerintah yang murah hati sudah berakhir. Ditambah lagi dengan turunnya tingkat pengangguran di bulan September.

Angka data ekonomi Inggris lainnya yang juga mengatasi dari yang diperkirakan adalah kenaikan inflasi menjadi 4.2% YoY di bulan Oktober, lebih tinggi dari yang diperkirakan para ekonomi di 3.9%. Meskipun ada laporan kosongnya persediaan barang, para konsumen Inggris tetap keluar dan membeli 0.8% lebih banyak di bulan Oktober dibandingkan dengan di bulan September yang mengatasi proyeksi lainnya.

Rilis data ekonomi Inggris ini membantu pulihnya Sterling dan kurangnya berita mengenai pembicaraan Brexit juga membantu menaikkan Sterling.

Di pihak lain, Retail Sales AS juga melompat sebanyak 1.7%. Data ini kontras dengan consumer confidence yang suram dan menunjuk kepada pertumbuhan ekonomi yang cepat.

Data yang keluar dari AS memiliki dampak yang bervariasi terhadap dollar AS. USD digoyang antara naiknya ekspektasi bahwa the Fed akan menaikkan tingkat bunga lebih cepat dari yang direncanakan yang adalah positip bagi dollar AS dengan berkurangnya permintaan dollar AS sebagai matauang safe-haven.

Sementara banyak anggota the Fed yang berbicara pada minggu lalu, masing – masing berpegang kepada pernyataan sebelumnya, yang hawkish tetap hawkish, yang dovish tetap dovish dan yang ditengah-tengah tetap diam.

Kasus Covid – 19 tetap tinggi di kedua negara. Meskipun demikian, para pemimpin kedua negara enggan untuk mengumukan restriksi yang baru, membuat topik ini menjadi tidak diperhatikan.

Minggu ini, dengan Natal sudah mendekat, ada kekuatiran apa yang terjadi di akhir tahun 2020 terjadi lagi dimana setelah pemerintah menjamin tidak akan membatalkan liburan, tiba-tiba yang dilakukan malah sebaliknya. Usaha meningkatkan suntikan booster dan menjangkau populasi baru terus dilakukan. Sepanjang covid tetap jauh dari berita, pounsterling bisa naik. Sebaliknya apabila ada pembicaraan tentang restriksi yang baru pounsterling bisa turun.

Di dalam hal Brexit, pernyataan terbaru dari negosiator Uni Eropa Maros Sefcovic dan Inggris David Frost adalah positip, mencoba untuk mencapai kesepakatan sehingga bisa menaikkan Sterling. Jika terjadi hal yang sebaliknya dimana Inggris memicu Article 16, poundsterling bisa jatuh.

Preliminary Purchasing Managers’ Indexes untuk bulan November kemungkinan masih tetap tinggi, yang menunjukkan ekspansi yang berkelanjutan meskipun ada isu dari rantai supply. Apabila angkanya turun maka akan membebani poundsterling.

Di AS liburan Thanksgiving sudah menjadi kebiasaan untuk berterimakasih terhadap retailer dan membeli barang-barang mereka. Konsumsi sudah besar dan akan bisa meningkat. Laporan – laporan mengenai belanja kemungkinan akan baru muncul minggu berikutnya, namun liburan berarti kebanyakan data akan sudah dikeluarkan pada hari Rabu.

Durable Goods Orders untuk bulan Oktober akan memberikan pandangan pertama mengenai investasi di kuartal keempat. Angka inti yang mengeluarkan data pertahanan adalah angka yang paling signifikan dimana pada bulan September muncul sehat di 0.8% dan di bulan Oktober kemungkinan sama sehatnya.

Para ekonom memperkirakan update dari GDP kuartal ketiga akan menunjukkan upgrade dari angka lemah 2% pertahun yang semula dilaporkan.

Data yang terpenting adalah risalah pertemuan FOMC the Fed mengenai keputusan mereka pada bulan ini yang bisa menggoncang pasar. Risalah ini akan bisa memberikan penerangan mengenai keputusan tapering dan kesiapan bank sentral AS untuk mempercepat proses pengurangan pembelian obligasi. Setiap petunjuk mengenai waktu dari kenaikan tingkat bunga juga kritikal.

Investor juga akan memperhatikan usaha Demokrat dalam meloloskan undang – undang belanja yang massif senilai $1.85 triliun yang diperkirakan akan harus turun nilainya agar tercapai kompromi yang diinginkan.

Terakhir, Biden akan mengumumkan kepala Federal Reserve yang baru. Dua bulan yang lalu, Jerome Powell adalah pilihan yang paling mungkin. Namun dengan adanya skandal trading diantara anggota the Fed, dan kelompok progresif tidak puas dengan cara Powell menangani dari sisi regulator, nominasi kembali Powell mungkin menjadi masalah.

Pilihan lain selain Powell adalah Lael Brainard. Jika Brainard yang terpilih menjadi kepala the Fed berikutnya, bisa terjadi pergerakan yang dramatis dalam yields jangka pendek. Jadi ada resiko yang besar ke depannya dengan faktor kuncinya adalah apa yang akan terjadi dengan yields AS pada awal minggu ini.

“Support” terdekat menunggu di 1.3400 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3360 dan kemudian 1.3300.  “Resistance” terdekat menunggu di 1.3480 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3520 dan kemudian 1.3610.

( vibiznews )

Most Popular

Rekomendasi Emas 28 Januari 2022: Meneruskan Penurunan dengan Bagusnya Data Ekonomi AS

Harga emas terus turun pada awal perdagangan sesi AS hari Kamis ditengah munculnya hasil pertemuan FOMC dari the Fed yang lebih hawkish...

Rekomendasi GBP/USD 28 Januari 2022: Terus Dalam Tekanan Bearish Karena Naiknya USD

GBP/USD terus berada dalam tekanan bearish pada hari Kamis dan diperdagangkan di level 1.3385 setelah munculnya data ekonomi AS yang umumnya bagus....

Rekomendasi EUR/USD 28 Januari 2022: Memperpanjang Penuruanan karena Bagusnya Data AS

EUR/USD terus turun pada awal perdagangan sesi AS dan diperdagangkan di level terendahnya sejak Juni 2020 di sekitar 1.1153, karena data ekonomi...

Rupiah Kamis Ditutup Melemah ke Rp14.386/USD; Dollar di Eropa Rally 4 Hari, Rilis the Fed Hawkish

Dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini (27/1), nilai tukar rupiah terhadap dollar ditutup melemah, menambah sedikit loss sesi siangnya, sementara dollar...

Recent Comments