Wednesday, January 19, 2022
Home Berita Forex Rekomendasi Mingguan GBP/USD 15 – 19 November 2021: Bisakah Berbalik Naik?

Rekomendasi Mingguan GBP/USD 15 – 19 November 2021: Bisakah Berbalik Naik?

Setelah terus turun dari 1.3742 ke 1.3491 memulai awal minggu lalu, GBP/USD melanjutkan penurunannya ke 1.3359, karena terus menguatnya dollar AS dan keluarnya data makro ekonomi Inggris yang buruk dimana GDP Inggris kuartal ketiga hanya bertumbuh 1.3% lebih kecil dari yang diperkirakan 1.5% dan dari kuartal kedua sebesar 5.5%. Namun pada akhir perdagangan sesi AS hari Jumat minggu lalu, GBP/USD berhasil naik ke atas 1.3400 dan diperdagangkan di 1.3405 karena keluarnya Consumer Sentiment Index dari UoM jatuh ke level terendah dalam satu dekade, tertekan berat oleh naiknya inflasi.

Harga semua produk dan jasa melompat pada bulan Oktober sehingga mendorong naik Consumer Price Index (CPI) umum ke ketinggian selama 31 tahun dan juga CPI inti ke 4.6% yang meruntuhkan semua ekspektasi para ekonom. Setelah mula-mula bereaksi dengan ragu-ragu, pasar bergerak lebih agresif terhadap kenaikan tingkat bunga dari the Fed yang lebih cepat dari yang direncanakan. Akibatnya dollar AS melompat dimana-mana.

Apakah the Fed benar-benar akan bergerak lebih cepat? Jawabannya adalah tidak, menurut Presiden Federal Reserve San Francisco Mary Daly. Di pihak lain, Presiden Fed Saint Louis James Bullard mengatakan dua kenaikan tingkat bunga baru bisa terjadi tahun depan.

Selain itu data terbaru dari Departemen Perdagangan AS menunjukkan bahwa GDP AS kuartal ketiga hanya bertumbuh di tingkat yang lemah 2% setahun

Consumer Sentiment Index dari UoM jatuh ke level terendah dalam satu dekade, tertekan berat oleh naiknya inflasi. Consumer Sentiment Index bulan Nopember dari Universitas Michigan melemah menjadi 66.8 dari sebelumnya di bulan Oktober 71.7. Ini adalah level terendah sejak bulan Nopember 2011.

Di pihak lain, ketegangan Brexit memburuk. David Frost, wakil Inggris untuk urusan Brexit, memberikan signal bahwa dia siap untuk menggunakan Artikel 16 dari Withdrawl Treaty untuk menghentikan kesepakatan, meningkatkan ketakutan yang baru akan terjadinya perang dagang terbuka.

Sementara itu, data GDP Inggris untuk kuartal ketiga muncul di 1.3%, lebih buruk daripada yang diperkirakan 1.5% dan turun jauh dari kuartal kedua di 5.5%, menambah tekanan terhadap poundsterling, sehingga menebarkan keraguan bahwa BoE akan menaikkan tingkat bunga pada bulan Desember.

Minggu ini, data-data ekonomi top Inggris bisa menggerakkan pasar. Hari selasa akan muncul data employment bulan September. Para ekonom memperkirakan tingkat pengangguran akan muncul di 4.5%, mengulangi angka bulan Agustus, ada penurunan sedikit di dalam upah dari 7.2% ke 7% YoY.

Hari Rabu, akan keluar angka CPI bulan Oktober. Angka inflasi umum pada bulan September adalah 3.1% YoY. Setiap kenaikan di atas ini bisa membuat terjadinya keputusan untuk menaikkan tingkat bunga. Sebaliknya, penurunan kembali di bawah 3% bisa menebarkan keraguan akan terjadinya kenaikan tingkat bunga.

BoE sedang memperhatikan kedua angka tersebut menjelang keputusan tingkat bunga bulan Desember.

Angka retail sales yang akan keluar pada hari Jumat juga bisa mengguncang Poundsterling. Setelah membukukan sedikit penurunan sebesar 0.2% di bulan September, di bulan Oktober diperkirakan naik 0.5%.

Terlepas dari data kalender ekonomi, Brexit kemungkinan akan tetap menjadi penggerak pasar bagi sterling. Para negosiator Inggris dan Uni Eropa terus bersengketa dalam hal peraturan protokol Irlandia Utara, dan ancaman untuk menggunakan Artikel 16 bisa menekan Poundsterling.

Dari Amerika Serikat, kemampuan beli dari konsumen AS tidak dapat dianggap enteng. Bertolak belakang dengan survey yang menunjukkan melemahnya sentimen konsumen AS, orang Amerika terlihat membanjiri tempat-tempat belanja sebelum tiba Black Friday. Diperkirakan terjadi kenaikan sebesar 0.7% dalam konsumsi AS bulan Oktober, mengulangi kenaikan yang sehat di bulan September.

Meningkatnya konsumsi berarti menguatnya ekonomi dan naiknya inflasi yang bisa membuat the Fed mempertimbangkan untuk melakukan pengetatan kebijakan moneter lebih cepat daripada yang direncanakan.

Para pejabat the Fed akan berbicara sepanjang minggu ini, mereka juga akan berkomentar tentang konsumsi AS dan data inflasi.

“Support” terdekat menunggu di 1.3350 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3310 dan kemudian 1.3190.  “Resistance” terdekat menunggu di 1.3460 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3550 dan kemudian 1.3600.

( vibiznews )

Most Popular

Rupiah Rabu Siang Melemah ke Rp14.368/USD; Dollar di Asia Berbalik Turun, Paska Rally 3 Hari

Dalam pergerakan pasar uang Rabu siang ini (19/1), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah memasuki hari keempatnya, menambah sedikit loss sesi...

Inflasi Zona Euro Diperkirakan akan Semakin Memanas Tahun Ini

Inflasi zona euro akan membakar lebih panas sepanjang 2022 dari yang diperkirakan sebulan lalu, menurut ekonom yang disurvei oleh Reuters, yang dapat...

Dolar Naik, Didorong Kembali Di Atas Level Dukungan Saat Hasil AS Mendaki

Dolar naik pada Rabu pagi di Asia, dengan kenaikan imbal hasil AS mendorongnya kembali di atas level support yang belum tercapai dalam...

Microsoft Membeli Activision Demi Memasuki Metaverse

Microsoft Corp. mengakuisisi raksasa game Activision Blizzard Inc. senilai $69 miliar sebagai bagian dari langkah untuk meningkatkan rencana game dan Metaverse-nya.

Recent Comments