Friday, January 28, 2022
Home Analysis Opini Rekomendasi Mingguan EUR/USD 27 – 31 Desember 2021: Kenaikan Dibatasi Potensi Akan...

Rekomendasi Mingguan EUR/USD 27 – 31 Desember 2021: Kenaikan Dibatasi Potensi Akan Menguatnya USD?

Minggu lalu, EUR/USD sempat diperdagangkan turun di bawah 1.1300 dalam perdagangan sesi AS hari Kamis, namun berhasil bangkit kembali naik ke atas 1.1300 dan pada akhir minggu lalu EUR/USD berada di 1.1315 oleh karena masih melemahnya dollar AS yang tertekan karena sentimen pasar yang sangat positip.

Pasangan matauang ini mendapatkan daya tarik pada hari terakhir dari minggu lalu dan sekarang setelah kebangkitan dari kerendahan di 1.1235 yang terjadi pada hari Senin minggu lalu, sedang mengumpulkan tenaga untuk mendorong naik lebih tinggi lagi.

Sementara itu lingkungan risk-on yang mendominasi pasar terus menjadi badai yang menerjang dollar AS yang safe-haven, yang pada gilirannya menjadi faktor kunci bagi kenaikan pasangan EUR/USD.

Optimisme yang terbaru yang melanda pasar dibawa oleh laporan pada hari Selasa minggu lalu bahwa varian Omicron tidak mematikan seperti yang ditakutkan sebelumnya dan hal ini mendukung sentimen bullish di pasar keuangan. Selain itu, berbagai studi menunjukkan bahwa infeksi dari Omicron kurang menyebabkan orang yang terinfeksi harus masuk ke rumah sakit dan tidak mengalami kesakitan yang hebat. Semua ini mendorong naik keyakinan dari para investor.

Minggu ini, likuiditas yang tipis pada akhir tahun akan membuat para trader tidak berani menaruh posisi yang agresif. Hal ini bersamaan dengan outlook dari the Fed yang hawkish akan bisa membantu membatasi penurunan dari dollar AS dan pada gilirannya menahan kenaikan dari pasangan matauang EUR/USD.

Kedua hal di atas membuat para investor dan trader menjadi berhati-hati sebelum memposisikan kenaikan lebih lanjut dari EUR/USD.

Selain itu perlu diingat bahwa “dot-plot” dari the Fed menunjukkan bahwa the Fed bisa menaikkan tingkat bunga paling tidak tiga kali pada tahun depan. Dan ekspektasi ini diteguhkan oleh US Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index AS yang meningkat ke 5.7% YoY pada bulan November. Hal ini menandakan kenaikan tahunan terbesar yang pernah terjadi di AS sejak tahun 1982 dan memvalidasi ekspektasi bagi kenaikan tingkat bunga yang akan dilakukan oleh the Fed.

Latar belakang fundamental kelihatannya cenderung mendukung kenaikan USD. Bahkan dari perspektif tehnikal, pasangan matauang EUR/USD telah berputar di dalam rentang perdagangan yang familiar dari sejak permulaan bulan ini. Jadi investor dan trader perlu menunggu sampai ada gerakan naik lebih lanjut yang kuat sebelum bisa teguh bahwa pasangan matauang ini mungkin sudah mencapai titik terendah dalam jangka pendek.

Minggu ini praktis tidak ada data ekonomi yang penting yang dikeluarkan oleh karena banyaknya hari libur akhir tahun baik di Eropa maupun di AS. Beberapa data dari AS antara lain, pada hari Selasa CB Consumer Confidence, hari Rabu Pending Home Sales dan hari Kamis jobless claims dan PMI Chicago.

“Support” terdekat menunggu di 1.1300  yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1280 dan kemudian 1.1250. “Resistance” terdekat menunggu di 1.1350 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1380 dan kemudian 1.1400.

( vibiznews )

Most Popular

Rekomendasi Emas 28 Januari 2022: Meneruskan Penurunan dengan Bagusnya Data Ekonomi AS

Harga emas terus turun pada awal perdagangan sesi AS hari Kamis ditengah munculnya hasil pertemuan FOMC dari the Fed yang lebih hawkish...

Rekomendasi GBP/USD 28 Januari 2022: Terus Dalam Tekanan Bearish Karena Naiknya USD

GBP/USD terus berada dalam tekanan bearish pada hari Kamis dan diperdagangkan di level 1.3385 setelah munculnya data ekonomi AS yang umumnya bagus....

Rekomendasi EUR/USD 28 Januari 2022: Memperpanjang Penuruanan karena Bagusnya Data AS

EUR/USD terus turun pada awal perdagangan sesi AS dan diperdagangkan di level terendahnya sejak Juni 2020 di sekitar 1.1153, karena data ekonomi...

Rupiah Kamis Ditutup Melemah ke Rp14.386/USD; Dollar di Eropa Rally 4 Hari, Rilis the Fed Hawkish

Dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini (27/1), nilai tukar rupiah terhadap dollar ditutup melemah, menambah sedikit loss sesi siangnya, sementara dollar...

Recent Comments