Wednesday, January 19, 2022
Home Analysis Opini Rekomendasi Mingguan EUR/USD 22 – 26 November 2021: Pemulihan Tertekan Covid &...

Rekomendasi Mingguan EUR/USD 22 – 26 November 2021: Pemulihan Tertekan Covid & Kebijakan ECB

Memulai minggu baru pada minggu lalu, di 1.1444, pada paruh pertama minggu EUR/USD berada di bawah tekanan jual yang kuat di bawah 1.1400 di 1.1390. Memasuki paruh kedua minggu lalu, EUR/USD sempat berbalik naik ke atas 1.1400, sebelum akhirnya jatuh lagi ke kerendahan baru pada 2021 mendekati 1.1280, dengan menguatnya kembali USD karena arus safe-haven dan munculnya kembali ketakutan akan virus corona di Eropa.

Minggu lalu, sementara memberikan testimoni di depan Economic and Monetary Affairs Committee of the European Parliament pada hari Monday, Lagarde mengulangi bahwa kondisi buat kenaikan tingkat bunga adalah sangat tidak mungkin bisa dicapai pada tahun 2022. Ditengah absennya data top tier, komentar lagarde yang dovish membebani matauang bersama Eropa.

Pada hari Selasa, data dari AS menunjukkan bahwa Import Price Index naik sebesar 10.7% secara basis tahunan di bulan Oktober. Sementara Retail Sales naik sebesar 1.7% per bulan di periode yang sama, jauh mengatasi ekspektasi pasar di 1.4%. Didorong oleh angka ini, yields 10 tahun obligasi pemerintah AS naik sampai menyentuh level tertinggi sejak bulan Otober dan membuat dollar AS terus mengatasi rivalnya.

Menguatnya USD tanpa bisa dibendung sedikitpun telah menyebabkan EUR/USD memperpanjang penurunannya ke kerendahan selama 16 bulan yang baru selama perdagangan sesi Asia pada hari Rabu. Eurostat melaporkan bahwa Consumer Price Index (CPI) di area euro muncul di 4.1% di bulan Oktober. Di paruh kedua dari hari itu yields obligasi 10 tahun AS turun ke bawah 1.6% dan memicu sedikit rebound atas pasangan matauang EUR/USD.

Sementara itu, anggota Dewan Gubernur ECB Isabel Schnabel mengatakan bahwa keputusan ECB untuk melanjutkan membeli obligasi menunjukkan bahwa kenaikan tingkat bunga masih jauh. Schnabel selanjutnya mengatakan bahwa naiknya inflasi adalah perkembangan yang disambut baik.

Selanjutnya akhirnya pada hari Jumat Lagarde mengatakan bahwa tidak masuk akal untuk memperketat kebijakan keuangan secara premature ketika tekanan inflasi diperkirakan akan memudar. Mengetatkan kebijakan moneter akan memberikan dampak yang kontradiksi terhadap ekonomi.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengatakan diperlukan kontrol di Jerman untuk menghentikan kenaikan kasus covid – 19. Spahn menambahkan tidak tertutup kemungkinan untuk dilakukan lockdown sepenuhnya.

Pada minggu ini, hari Selasa IHS Markit akan merilis survey PMI Manufaktur dan Jasa pendahuluan untuk area euro dan Jerman. Jika datanya menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi di zona euro tetap sehat, investor akan terus memperhitungkan dalam harga kenaikan tingkat bunga ECB di tahun 2022 yang akan membantu matauang bersama Eropa menemukan permintaan baru. Apabila terjadi sebaliknya akan membebani euro.

Pada hari Kamis, Account dari Pertemuan Kebijakan Moneter ECB akan keluar dan diperkirakan tidak akan memberikan petunjuk yang baru terhadap outlook kebijakan kedepannya. Data GDP kuartal ketiga dari Jerman akan juga diperhatikan.

Dari AS, pada hari Rabu akan keluar data-data ekonomi yang berdampak tinggi terhadap ekonomi AS. Durable Goods Orders untuk bulan Oktober akan memberikan pandangan pertama mengenai investasi di kuartal keempat. Angka inti yang mengeluarkan data pertahanan adalah angka yang paling signifikan dimana pada bulan September muncul sehat di 0.8% dan di bulan Oktober kemungkinan sama sehatnya.

Para ekonom memperkirakan update dari GDP kuartal ketiga akan menunjukkan upgrade dari angka lemah 2% pertahun yang semula dilaporkan.

Data yang terpenting adalah risalah pertemuan FOMC the Fed mengenai keputusan mereka pada bulan ini yang bisa menggoncang pasar. Risalah ini akan bisa memberikan penerangan mengenai keputusan tapering dan kesiapan bank sentral AS untuk mempercepat proses pengurangan pembelian obligasi. Setiap petunjuk mengenai waktu dari kenaikan tingkat bunga juga kritikal.

Investor juga akan memperhatikan usaha Demokrat dalam meloloskan undang – undang belanja yang massif senilai $1.85 triliun yang diperkirakan akan harus turun nilainya agar tercapai kompromi yang diinginkan.

Terakhir, Biden akan mengumumkan kepala Federal Reserve yang baru. Dua bulan yang lalu, Jerome Powell adalah pilihan yang paling mungkin. Namun dengan adanya skandal trading diantara anggota the Fed, dan kelompok progresif tidak puas dengan cara Powell menangani dari sisi regulator, nominasi kembali Powell mungkin menjadi masalah.

Pilihan lain selain Powell adalah Lael Brainard. Jika Brainard yang terpilih menjadi kepala the Fed berikutnya, bisa terjadi pergerakan yang dramatis dalam yields jangka pendek. Jadi ada resiko yang besar ke depannya dengan faktor kuncinya adalah apa yang akan terjadi dengan yields AS pada awal minggu ini.

Selanjutnya sisa hari dari minggu ini pergerakan pasar akan sepi karena ada liburan Thanksgiving di AS.

Secara singkat, EUR/USD tidak mungkin bisa berada pada tahapan keputusan yang menentukan dalam jangka pendek dengan terjadinya kebijakan moneter yang bertolak belakang antara ECB dengan the Fed yang memberikan keuntungan bagi dollar AS dibandingkan dengan bagi matauang bersama Eropa.

“Support” terdekat menunggu di 1.1250  yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1200 dan kemudian 1.1140. “Resistance” terdekat menunggu di 1.1370 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1450 dan kemudian 1.1500.

( vibiznews )

Most Popular

Rupiah Rabu Siang Melemah ke Rp14.368/USD; Dollar di Asia Berbalik Turun, Paska Rally 3 Hari

Dalam pergerakan pasar uang Rabu siang ini (19/1), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah memasuki hari keempatnya, menambah sedikit loss sesi...

Inflasi Zona Euro Diperkirakan akan Semakin Memanas Tahun Ini

Inflasi zona euro akan membakar lebih panas sepanjang 2022 dari yang diperkirakan sebulan lalu, menurut ekonom yang disurvei oleh Reuters, yang dapat...

Dolar Naik, Didorong Kembali Di Atas Level Dukungan Saat Hasil AS Mendaki

Dolar naik pada Rabu pagi di Asia, dengan kenaikan imbal hasil AS mendorongnya kembali di atas level support yang belum tercapai dalam...

Microsoft Membeli Activision Demi Memasuki Metaverse

Microsoft Corp. mengakuisisi raksasa game Activision Blizzard Inc. senilai $69 miliar sebagai bagian dari langkah untuk meningkatkan rencana game dan Metaverse-nya.

Recent Comments