Monday, May 23, 2022
Home Analysis Opini Rekomendasi GBP/USD Mingguan 4 – 8 April 2022: Sedikit Harapan untuk Naik?

Rekomendasi GBP/USD Mingguan 4 – 8 April 2022: Sedikit Harapan untuk Naik?

Memasuki minggu perdagangan yang baru pada minggu lalu dengan terkoreksi naik di 1.3195, pada hari pertama GBP/USD berada dalam tekanan bearish dan diperdagangkan di teritori negatip di 1.3050, kerendahan selama dua minggu, dengan Gubernur Bank of England Bailey mengatakan pada hari Senin bahwa mereka sangat berhati-hati dalam memberikan petunjuk ke depan karena semakin meningkatnya ketidakpastian.

Di pihak lain, komentar yang hawkish dari para pembuat kebijakan the Fed sudah meningkatkan kepastian the Fed akan menaikkan tingkat suku bunga sebesar 50 basis poin pada bulan depan yang menekankan bertolak belakangnya kebijakan moneter dari ke dua bank sentral ini yang menguntungkan dollar AS dan menekan turun GBP/USD.

Namun pada esok harinya GBP/USD memperoleh daya tariknya kembali dan telah naik ke ketinggian harian di 1.3135, di tengah munculnya kembali tekanan jual atas dollar AS. Lingkungan pasar yang positip terhadap resiko karena berita – berita yang positip mengenai Ukraina membuat dollar AS kesulitan mendapatkan permintaan.

Setelah gagal mengambil keuntungan dari membaiknya sentimen pasar pada hari Selasa, pada hari Rabu pagi, GBP/USD berhasil memperoleh perhatian kembali. Tekanan jual yang sempat menekan dollar AS secara luas membantu kenaikan pasangan matauang ini.

Keluarnya data ekonomi AS yang bervariasi dengan angka ADP employment muncul dengan bagus namun angka perkiraan GDP kuartal ke empat direvisi turun, menambah tekanan turun terhadap dollar AS.

GBP/USD naik mengarah ke 1.3150 di sekitar 1.3143 dengan dollar AS memperpanjang kejatuhannya. Naiknya sentiment “risk-on” dan turunnya yields obligasi AS terus membebani dollar AS yang safe-haven.

Namun pada akhir minggu GBP/USD kembali tertekan turun ke 1.3114 dengan kembali naiknya yield treasury AS dan menguatnya indeks dolar AS karena laporan NFP bulan Maret dan data manufaktur PMI yang bagus.

Tekanan turun terhadap GBP/USD pada akhir minggu lalu bertambah dengan ketakutan akan datangnya resesi di tengah membumbung tingginya inflasi dan ekspektasi the Fed yang akan lebih agresif dalam melakukan pengetatan kebijakan moneter.

Ditambah lagi dengan ketidak pastian akan konflik Rusia – Ukraina dengan pembicaraan damai hanya mengalami sedikit kemajuan sehingga menekan pounsterling Inggris yang sensitif terhadap resiko. Rusia juga memaksa Uni Eropa untuk membayar dalam rubel atau mereka akan memutus supply gas ke Eropa. Kondisi ini menambah keengganan terhadap resiko.

Pada hari Jumat, AS mengeluarkan laporan pekerjaan bulan Maret yang semakin menguatkan dollar AS menghadapi para rival utamanya yang menyebabkan GBP/USD turun ke 1.3114.  Bureau of Labor Statistics AS melaporkan bahwa Nonfarm Payrolls AS pada bulan Maret bertambah sebanyak 431.000. Meskipun angka ini lebih rendah dari yang diperkirakan sebesar 490.000, angka bulan Februari direvisi naik menjadi 750.000 dari sebelumnya 678.000. Selain itu yields obligasi treasury AS terus naik dengan Average Hourly Earnings naik ke 5.6% dari sebelumnya 5.2% per tahun.

Pada minggu ini, pasar akan memperhatikan angka employment yang akan keluar pada hari Jumat untuk memastikan bahwa kenaikan tingkat bunga sebesar 50 basis poin di bulan Mei benar-benar ada di meja perundingan. Saat ini CME FedWatch Tool memperhitungkan probabilita 71% hal ini akan terjadi.

Sebelumnya, pasar akan digerakkan oleh sentimen sekitar ekspektasi kenaikan tingkat bunga oleh the Fed menjelang dirilisnya risalah pertemuan FOMC bulan Maret. Risalah ini diharapkan akan menunjukkan rincian dari rencana the Fed untuk menciutkan neracanya. Meskipun defisit perdagangan menyempit secara nilai nominal di bulan Februari, di dalam kenyataannya, malah melebar secara luas.

Pada hari Selasa pasar akan memperhatikan PMI non-manufaktur dari ISM. Pada hari Kamis akan keluar data ekonomi Jobless Claims AS mingguan.

Berita – berita terbaru tentang Ukraina akan juga diikuti dengan seksama oleh pasar karena akan memberikan dampak yang signifikan terhadap persepsi pasar mengenai resiko.

Sementara itu, dari Inggris, Gubernur BoE Bailey akan berbicara pada hari Senin. Pidatonya akan diperhatikan pasar di tengah kurangnya data ekonomi papan atas. Pada hari Selasa, revisi final dari S&P Global /CIPS UK Services Purchasing Managers’ Index (PMI) akan dikeluarkan.

Outlook secara tehnikal mengarah kepada kecenderungan bearish dalam jangka pendek.

“Support” terdekat menunggu di 1.3100 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3050 dan kemudian 1.3000. “Resistance” terdekat menunggu di 1.3150 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3200 dan kemudian 1.3250.

( vibiznews )

Most Popular

Harga Kedelai Naik, Karena Ekspor Mingguan Meningkat

Harga kedelai kembali naik pada penutupan pasar hari Kamis, setelah Laporan Ekspor Mingguan, dimana ekspor mingguan kedelai meningkat, hanya minyak kedelai masih turun, karena...

Rupiah Jumat Siang Rebound ke Rp14.665/USD; Bangkit dari Tekanan 5 Hari

Dalam pergerakan pasar uang Jumat siang ini (20/5), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau rebound menguat setelah tertekan 5 hari, mengurangi sebagian gain sesi...

Harga Minyak Sawit Turun Setelah Presiden Jokowi Membuka Kembali Ekspor Minyak Sawit 23 Mei 2022

Harga minyak sawit turun pada penutupan pasar hari Kamis setelah Presiden Jokowi memberi pengumuman bahwa akan membuka ekspor minyak sawit dan turunannya pada hari...

Hanya Harga Gandum yang Turun, Harga Kedelai dan Jagung Masih Naik

Pergerakan Pasar Di Bursa Chicago Grain Exchange pada hari Kamis 19 Mei 2022 Harga biji-bijian mixed , setelah Laporan Penjualan Ekspor Mingguan pada hari...

Recent Comments