Sunday, August 14, 2022
Home Analysis Opini Rekomendasi GBP/USD Mingguan 18 – 22 Juli 2022: Waktunya Untuk Koreksi Temporer?

Rekomendasi GBP/USD Mingguan 18 – 22 Juli 2022: Waktunya Untuk Koreksi Temporer?

Setelah mengetes level di bawah 1.1900 dua minggu lalu, GBP/USD terus kehilangan pijakannya dan sempat menyentuh kerendahan selama 28 bulan di 1.1760 di tengah kombinasi berbagai faktor yang bekerja melawan Poundsterling Inggris. Pada hari Rabu minggu lalu, inflasi AS muncul menonjol dan menambah kekuatan terhadap rally dari dollar AS. Minggu ini, data employment dan inflasi Inggris akan memegang kunci selagi the Fed memasuki periode “blackout”.

Pergerakan GBP/USD Minggu Lalu

Memulai minggu perdagangan yang baru pada minggu lalu di 1.2029, pada hari Senin, GBP/USD tetap berada di bawah tekanan bearish dan terdorong turun ke arah 1.1900 di sekitar 1.1902 dan tetap bertahan pada hari Selasa. Pada hari Rabu GBP/USD turun tajam dan diperdagangkan di sekitar 1.1880 sebagai reaksi awal dari keluarnya laporan inflasi AS. Pada hari Kamis, GBP/USD kembali turun dan diperdagangkan di teritori negatip dekat 1.1815. Lingkungan yang enggan terhadap resiko membantu dollar AS memelihara kekuatannya. Pada hari Jumat, setelah mengalami kerugian yang besar pada hari Kamis, GBP/USD diperdagangkan di teritori positip di sekitar 1.1868 pada hari Jumat, dengan melemahnya dollar AS.

Pada hari Senin, GBP/USD tetap berada di bawah tekanan bearish dan terdorong turun ke arah 1.1900 di sekitar 1.1902. Ketidak pastian mengenai politik Inggris membuat Poundsterling Inggris kesulitan untuk mendapatkan permintaannya sementara dollar AS terus mengumpulkan kekuatannya sebagai assets safe – haven.

Setelah menutup minggu lalu dengan posisi sedikit di atas 1.2000, GBP/USD pada hari pertama minggu ini berbalik arah. Pasangan matauang ini menemukan kesulitan untuk memperoleh daya tarik kembali di tengah atmosfir pasar yang enggan terhadap resiko dimana para penjual mendominasi pergerakan harga GBP/USD.

Pada akhir minggu lalu reaksi awal dari keluarnya laporan pekerjaan AS bulan Juni yang bagus, menyebabkan kembalinya arus resiko ke pasar. Namun, memasuki minggu yang baru ini, partisipan pasar mencari keamanan di tengah munculnya lagi keprihatinan bahwa Cina kembali mengenakan langkah – langkah lockdown sehubungan dengan coronavirus.

Investor juga menaruh perhatian dengan seksama akan perkembangan politik di Inggris dengan pemungutan suara ronde pertama untuk pemimpin baru di Partai Konservatif Inggris diperkirakan akan berlangsung pada hari Rabu. Indeks saham FTSE 100 Inggris turun 0.85% secara basis harian. Meneguhkan sentimen pasar yang buruk meneguhkan buruknya sentimen pasar. Indeks saham berjangka AS turun antara 0.5% dan 0.7%.

Pada hari Selasa, pada awalnya GBP/USD sempat jatuh ke bawah 1.1900 namun kemudian berhasil pulih naik ke dekat 1.1900 di sekitar 1.1899 pada paruh ke dua hari perdagangan Selasa. Dolar AS mengalami kesulitan mempertahankan kekuatannya. Meskipun demikian, sentimen pasar yang berhati-hati membatasi kenaikan dari GBP/USD.

Meningkatnya ketakutan akan masuknya ekonomi negara-negara maju ke dalam resesi karena pengetatan yang dilakukan oleh para bank sentral utama dunia dalam rangka memerangi inflasi terus membebani sentimen pasar dengan berat.

Ditambah lagi dengan keputusan Cina untuk mengulangi lockdown di beberapa kota karena meningkatnya jumlah kasus coronavirus telah membangkitkan keprihatinan akan isu rantai supply yang akan membuat inflasi dapat berlangsung lebih lama.

Indeks saham Inggris FTSE 100 turun 0.3% sementara indeks saham berjangka AS turun antara 0.6% dan 0.7% yang merefleksikan lingkungan pasar yang enggan terhadap resiko. Di dorong oleh arus safe – haven, indeks dollar AS sempat naik ke level tertinggi dalam hampir 20 tahun di atas 108.50.

Perkembangan politik terbaru di Inggris menunjukkan bahwa Perdana Menteri Inggris yang baru akan diumumkan pada tanggal 5 September. Di dalam pertarungan kepemimpinan di Inggris, mantan Menteri Keuangan Rishi Sunak memimpin dengan dukungan hampir 40 suara dari MP, sementara Menteri Perdagangan Penny Mordaunt hanya mendapatkan 24 dukungan suara.

GBP/USD semula naik ke atas ke arah 1.1950 pada awal jam perdagangan sesi Eropa pada hari Rabu.  Data yang dipublikasikan oleh Office for National Statistics (ONS) Inggris menunjukkan bahwa ekonomi Inggris berkembang 0.5% pada bulan Mei secara basis harian. Angka ini lebih baik daripada angka bulan sebelumnya bulan April yang terkontraksi sebesar 0.3% dan juga di atas dari ekspektasi pasar di 0%.

Namun dalam jam perdagangan selanjutnya di sesi AS, GBP/USD pada awalnya turun tajam dan berbalik negatip, diperdagangkan di sekitar 1.1880 sebagai reaksi awal dari keluarnya laporan inflasi AS. Angka inflasi Consumer Price Index (CPI) AS tahunan naik ke ketinggian beberapa dekade yang baru di 9.1% pada bulan Juni.

Pada paruh kedua hari perdagangan indeks dollar AS mengalami kenaikan di dukung oleh arus safe-haven. Indeks dollar AS naik ke atas 108.00 lagi karena keluarnya laporan inflasi Consumer Price Index AS yang memanas, sehingga menekan turun GBP/USD.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa Consumer Price Index AS bulan Juni naik 1.3% lebih tinggi dari kenaikan 1.0% pada bulan Mei. Angka ini juga lebih tinggi dari yang diperkirakan kenaikan sebesar 1.0%. Per tahun, inflasi AS naik menjadi 9.1%, lebih tinggi daripada yang diperkirakan secara signifikan. Para ekonom memperkirakan kenaikan angka inflasi AS sebesar 8.6%. Angka inflasi tahunan AS ini naik ke level tertinggi sejak November 1981.

Dengan memanasnya inflasi AS, ada probabilita 75% the Fed akan menaikkan tingkat bunga sebanyak 0.75% lagi pada pertemuan FOMC berikutnya tanggal 26 – 27 Juli. Hal ini membebani GBP/USD turun.

Namun dalam perdagangan selanjutnya dollar AS kembali melemah sehingga GBP/USD berbalik naik lagi seperti pada sesi Eropa, diperdagangkan di sekitar 1.1921.

Pada hari Kamis, GBP/USD diperdagangkan di teritori negatip dekat 1.1815. Lingkungan yang enggan terhadap resiko membantu dollar AS memelihara kekuatannya.

Data yang dipublikasikan oleh Office for National Statistics Inggris menunjukkan pada bulan Mei ekonomi Inggris berkembang 0.5% secara basis bulanan, naik secara signifikan dari angka bulan April yang terkontraksi sebesar 0.3% dan juga lebih tinggi daripada yang diperkirakan pasar sebesar 0%.

Selain itu, angka Industrial Production meningkat 0.9% dan angka Manufacturing Production meningkat 1.4% dimana kedua angka tersebut muncul lebih kuat daripada yang diperkirakan oleh para analis.

Namun dampak positipnya terhadap Poundsterling Inggris hanya berlangsung sebentar.

Pada paruh kedua hari Kamis, dollar AS terus menguat di atas 108.00 didukung oleh arus safe-haven di tengah lingkungan yang enggan terhadap resiko. Lingkungan yang enggan terhadap resiko direfleksikan oleh turunnya indeks saham FTSE 100 Inggris hampir 1%

Pada hari Jumat, Setelah mengalami kerugian yang besar pada hari Kamis, GBP/USD diperdagangkan di teritori positip di sekitar 1.1868 pada jam perdagangan sesi AS hari Jumat, dengan dollar AS harus berjuang untuk mengumpulkan kekuatannya setelah rilis data ekonomi terbaru dari AS.

Indeks dollar AS terakhir tertekan turun ke bawah 108.00 pada hari Jumat setelah sempat mengalami rally pada hari Rabu yang dipicu oleh naiknya angka inflasi AS sehingga mencapai level terkuat dalam hampir 20 tahun di 109.20.

Salah satu Gubernur Federal Reserve, Christopher Waller mengatakan bahwa pasar terlalu jauh ke depan dengan memperhitungkan dalam harga kenaikan tingkat bunga sampai sebesar 100 bps dalam kenaikan tingkat bunga pada bulan Juli setelah keluarnya data inflasi yang baru lalu. Setelah komentar dari Waller, investor menurunkan pertaruhan kenaikan tingkat bunga bulan Juli dan indeks dollar AS menghapus sebagian besar dari keuntungan hariannya, turun ke arah 108.00.

Departemen Perdagangan AS mempublikasikan data ekonomi Retail Sales AS bulan Juni yang naik 1.0% setelah revisi turun 0.1% pada bulan Mei. Sementara para ekonom memperkirakan kenaikan sebesar 0.9%.

Menurut laporan New York Federal Reserve, akitifitas sektor manufaktur New York naik signifikan. Bank sentral regional AS ini mengatakan bahwa survey dari Empire State manufacturing mengenai indeks kondisi bisnis secara umum, menunjukkan kenaikan ke angka 11.1 untuk bulan Juli. Angka bulan Juli ini naik signifikan dari angka bulan Juni yang negatip sebesar 1.2. Angka ini juga jauh mengatasi perkiraan dari pada ekonom yang memperkirakan  New York Fed’s Empire State Survey Index bulan Juli akan muncul di angka negatip – 2.1.

Minggu Ini Fokus pada Employment & Inflasi Inggris

Hari Senin minggu ini, tidak ada data ekonomi yang berarti, namun pembuat kebijakan BoE Michael Saunders akan berbicara di Resolution Foundation di London. Hari Selasa akan keluar data employment Inggris yang akan diikuti oleh rilis data inflasi Inggris pada hari Rabu.

Claimant Count Change Inggris bulan Juni yang mengukur angka pengangguran sebelumnya – 19.700 menjadi – 2.100

Data inflasi Inggris akan memegang kunci bagi rencana kenaikan tingkat bunga BoE berikutnya. Pada bulan Mei yang lalu, angka inflasi Consumer Price Index (CPI) Inggris berada pada level 9.1% YoY, level ketinggian yang baru dalam kurun waktu 40 tahun. Consumer Price Index (CPI) Inggris bulan Juni YoY diperkirakan naik menjadi 9.6%. Sementara itu berita-berita mengenai politik di Inggris dan sentimen dari the Fed akan terus mempengaruhi pergerakan harga GBP/USD.

Selain data inflasi dari Consumer Price Index (CPI), Inggris juga akan mempublikasikan Producer Price Index (PPI) output bulan Juni YoY yang diperkirakan akan naik menjadi 16.8% dari sebelumnya 15.7%.

Hari Jumat, Inggris akan mempublikasikan data Gfk Consumer Confidence Juli yang diperkirakan membaik dari sebelumnya – 41 menjadi – 17 dan data Retail Sales Juni MoM yang diperkirakan memburuk dari sebelumnya – 0.5% menjadi – 1.8%.

Sementara itu dari Amerika Serikat, pada hari Selasa akan keluar angka Building Permits AS bulan Juni dari 1.695.000 diperkirakan menjadi 1.760.000. Pada hari Rabu akan keluar data Existing Home Sales AS bulan Juni yang diperkirakan akan naik dari sebelumnya 5.410.000 ke 5.530.000. Pada hari Kamis, Philadelphia Federal Reserve Manufacturing Index rates bulan Juli yang diperkirakan membaik menjadi 16.1 dari angka sebelumnya – 3.3. Dan pada hari Jumat akan keluar Manufacturing Purchasing Managers’ Index (PMI) AS bulan Juli yang diperkirakan menurun ke 52.5 dari sebelumnya 52.7. Dan Services Purchasing Managers’ Index (PMI) AS bulan Juli diperkirakan menurun ke 52.1 dari sebelumnya 52.7.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di 1.1800 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1760 dan kemudian 1.1600. “Resistance” terdekat menunggu di 1.1900 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1960 dan kemudian 1.2055.

( vibiznews )

Most Popular

Minyak Menuju Kenaikan Mingguan Karena Kekhawatiran Resesi Mereda

Harga minyak merosot pada awal perdagangan pada hari Jumat di tengah ketidakpastian prospek permintaan berdasarkan pandangan yang kontras dari OPEC dan Badan Energi Internasional...

Dolar Tetap Dalam Tekanan Karena Pasar Menilai Kembali Taruhan Kenaikan Suku Bunga

Dolar sedikit lebih rendah pada hari Kamis menyusul penurunan 1% pada hari sebelumnya ketika data menunjukkan inflasi AS tidak sepanas yang diantisipasi pada bulan...

Harga Emas Bergerak Kuat Selama 4 Pekan Berturut

Harga emas telah bergerak kuat selama 4 pekan berturut yang terlihat pada perdagangan sesi Eropa 12 Agustus setelah 3 pekan berturut ekspansif. Pergerakan harga berada...

Harga Gula Naik Ikuti Kenaikan Harga Minyak Mentah

Harga gula pada penutupan pasar hari Kamis naik mengikuti kenaikan dari minyak mentah 2.9%.  Harga gula Oktober di ICE New York naik 21 sen...

Recent Comments