Tuesday, July 5, 2022
Home Analysis Opini Rekomendasi GBP/USD Mingguan 11 – 15 April 2022: Resiko Turun Tetap Tinggi?

Rekomendasi GBP/USD Mingguan 11 – 15 April 2022: Resiko Turun Tetap Tinggi?

GBP/USD membukukan kerugian dua minggu berturut-turut, dengan bearish pantang menyerah, di tengah sentimen yang hawkish yang digerakkan oleh the Fed dan keengganan terhadap resiko. Poundsterling turun ke level terendah sejak bulan November 2021 di bawah 1.3000, dengan dollar AS berjaya dan sebagian didukung oleh melemahnya pasar obligasi AS yang menaikkan yields obligasi AS.

Dengan akan keluarnya angka inflasi AS dan Inggris pada minggu ini, resiko turun pasangan matauang GBP/USD tetap tinggi.

Memulai minggu perdagangan yang baru pada minggu lalu, GBP/USD turun di kerendahan di 1.3143 karena menguatnya dolar AS.

Arus risk-off dan permintaan atas dollar AS menjadi tema sentral pada minggu lalu yang mengakibatkan bangkitnya gerakan turun dari GBP/USD setelah mengalami fase konsolidasi pada minggu lalu.

Pada hari Senin GBP/USD melanjutkan penurunannya ke arah 1.3100 di sekitar 1.3115 dengan dollar AS terus menguat, didukung oleh naiknya yields treasury AS. Yields obligasi treasury AS benchmark 10 tahun berada pada level yang tertinggi dalam lebih dari 3 tahun di 2.62%, naik lebih dari 2% per hari.

Sementara itu, dollar AS terus berlanjut menguat menyambut laporan pasar tenaga kerja AS yang bagus dan komentar yang hawkish dari Presiden Federal Reserve San Fransisco Mary Daly yang meningkatkan ekspektasi kenaikan tingkat bunga sebesar 50 bps pada pertemuan the Fed bulan Mei.

Wakil Gubernur Bank of England Jon Cunliffe mengakui bahwa konflik Rusia dengan Ukraina yang berkepanjangan bisa membuat tekanan kenaikan harga berkelanjutan dan menambah persoalan terhadap penghasilan rumah tangga. Namun, Cunliffe menambahkan bahwa kebijakan pengetatan moneter diperlukan untuk menjinakkan inflasi. Hal ini membuat poundsterling cukup tangguh menghadapi penguatan dolar AS sehingga pada hari Selasa GBP/USD masih bisa bertahan di atas 1.3100.

GBP/USD tetap tangguh pada permulaan minggu lalu, di tengah meningkatnya ketegangan antara Barat dengan Rusia atas persoalan Ukraina. Pada akhir minggu sebelummnya, Ukraina menuduh Rusia melakukan pembunuhan masal terhadap penduduk sipil di kota Ukraina di Bucha. Sementara Rusia membantah telah melakukan kejahatan perang. Hal ini menyalakan kembali ketegangan antara Barat dengan Rusia dan memicu AS, Eropa dan Inggris untuk mengajukan tambahan sanksi terhadap Moskow.

Namun pasangan matauang GBP/USD berubah arah dan tumbang ke arah kerendahan bulanan dengan keengganan terhadap resiko mendorong permintaan safe-haven terhadap dollar AS di tengah naiknya ekspektasi bahwa Uni Eropa akan meminta pelarangan impor energi Rusia.

Aksi jual terhadap GBP/USD berlanjut ke hari Rabu sehingga pasangan matauang ini menyentuh kerendahan bulanan di bawah 1.3050 karena menguatnya kembali dollar AS karena naiknya kembali yields treasury AS. Sementara itu wakil kepala the Fed Lael Brainard meminta kenaikan tingkat bunga yang lebih tinggi dan pengurangan neraca pada bulan Mei, yang menambah kekuatan rally yields dan juga dollar AS.

Penurunan GBP/USD bertambah dengan keluarnya risalah pertemuan FOMC pada hari Rabu yang hawkish yang membuat GBP/USD terus tertekan ke bawah 1.3100.

Risalah pertemuan kebijakan FOMC bulan Maret pada hari Rabu menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan cenderung memilih kenaikan tingkat bunga sebanyak 50 basis poin pada bulan Maret yang lalu dan bulan Mei akan menjadi waktu yang tepat untuk mulai mengurangi neraca.

Indeks dollar AS berada pada level tertinggi sejak Mei 2020, yang merefleksikan dampak yang positip dari sikap pengetatan the Fed yang agresif terhadap dollar AS.

Komentar the Fed yang hawkish bersamaan dengan data PMI jasa AS yang bagus meneguhkan kesepakatan akan kenaikan tingkat bunga sebesear 50 bps pada bulan Mei, dan menegaskan bertolak belakangnya kebijakan moneter antara the Fed dengan Bank of England.

Sementara itu Presiden Fed St. Louis James Bullard mengatakan pada hari Kamis bahwa bank sentral AS perlu menaikkan tingkat bunga benchmark jangka pendek ke sekitar 3.5% yang menggerakkan indeks dollar AS naik ke level tertinggi sejak bulan Mei 2020 dan naiknya yields obligasi AS ke ketinggian selama tiga tahun.

Pada hari Jumat, GBP/USD diperdagangkan di 1.3040 dengan GBP/USD melanjutkan penurunannya karena sikap yang hawkish dari the Fed dan karena Inggris mengenakan sanksi yang baru terhadap impor batubara dan minyak mentah Rusia yang membuat poundsterling tertekan.

Menambah pukulan terhadap poundsterling adalah pengumuman Inggris yang mengatakan dibekukannya seluruh assets pada bank terbesar Rusia di Inggris sambil mengakhiri semua impor batu bara dan minyak mentah Rusia sampai akhir tahun 2022.

Pada minggu ini, hari Senin Inggris akan merilis laporan bulanan GDP bersamaan dengan data Output Industri dan Manufaktur.

Sementara Uni Eropa akan mendiskusikan sanksi lebih jauh terhadap Rusia pada hari Senin dengan embargo terhadap minyak mentah Rusia sudah di dalam perencanaan.

Data makro ekonomi berikutnya yang relevan bagi trader GBP adalah laporan pasar tenaga kerja Kerajaan Inggris yang akan keluar pada hari Selasa.

Dan akan diikuti oleh data inflasi Inggris yang kritikal yang sedang dimonitor dengan seksama oleh para trader GBP pada hari Rabu. Saat ini tingkat inflasi Inggris sudah berada pada ketinggian selama 30 tahun di atas 6%.

Sementara itu dari AS akan dikeluarkan data yang paling penting saat ini yaitu angka Consumer Price Index (CPI) AS pada hari Selasa.

Para analis memperkirakan inflasi AS di bulan Maret akan mencapai ketinggian empat dekade yang baru di atas 8%.

Dan akan diikuti oleh data Producers Price Index (PPI) pada hari Rabu.

Pada hari Kamis AS akan merilis data Retail Sales, weekly Jobless Claims dan Preliminary Michigan Consumer Sentiment yang akan membuat para trader GBP tetap sibuk sekalipun data dari Inggris tidak ada.

Terlepas dari data-data makro ekonomi yang akan dirilis pada minggu ini, komentar dari para pejabat the Fed, dan update berita yang akan datang dari krisis Ukraina akan menggerakkan sentimen pasar pada minggu ini.

“Support” terdekat menunggu di 1.3000 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2900 dan kemudian 1.2800. “Resistance” terdekat menunggu di 1.3100 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3150 dan kemudian 1.3200.

( vibiznews )

Most Popular

Rekomendasi Emas 5 Juli 2022: Turun karena kekuatiran akan kenaikan tingkat bunga the Fed

Harga emas diperdagangkan turun pada awal perdagangan sesi AS hari Senin. Harga emas tertekan oleh sentimen pasar yang positip terhadap resiko dan ditambah lagi...

Rekomendasi Minyak 5 Juli 2022: Berhasil Naik ke $108.00

Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada hari Senin berhasil naik dan diperdagangkan di sekitar $108.75 di...

Rekomendasi EUR/USD 5 Juli 2022: Bertahan di 1.0430 Meskipun Data Eropa Mengecewakan

EUR/USD diperdagangkan pada teritori positip di sekitar 1.0430 meskipun data ekonomi yang dirilis mengecewakan. Inflasi Produsen bulan Mei di area euro naik dengan kecepatan...

Rekomendasi GBP/USD 5 Juli 2022: Bertahan di Atas 1.2100 karena Sentimen Pasar Membaik

GBP/USD bertahan di atas 1.2100 di sekitar 1.2114 pada hari Senin dengan dollar AS harus berjuang untuk mendapatkan permintaannya di tengah lingkungan pasar yang...

Recent Comments