Thursday, May 19, 2022
Home Analysis Opini Rekomendasi GBP/USD 4 Mei 2022: Berhasil Bangkit dengan Melemahnya USD

Rekomendasi GBP/USD 4 Mei 2022: Berhasil Bangkit dengan Melemahnya USD

Pada jam perdagangan sesi Eropa, GBP/USD memperoleh kembali daya tariknya dan diperdagangkan naik ke sekitar 1.2540, setelah sempat jatuh di bawah 1.2500 pada awalnya. Munculnya tekanan jual yang baru terhadap dollar AS telah mendorong pasangan matauang ini pada paruh kedua perdagangan hari Selasa.

Namun pada jam perdagangan selanjutnya di sesi AS, GBP/USD kehilangan momentum pemulihannya dan menghapus sebagian keuntungan hariannya diperdagangkan turun di sekitar 1.2520 dengan pelemahan USD berkurang karena munculnya data ekonomi AS, Factory Orders dan JOLTS Job Openings yang bagus.

GBP/USD berhasil membalikkan arahnya setelah jatuh dalam ke bawah 1.2500 pada awal perdagangan sesi Asia hari Selasa. Namun selanjutnya, pada jam perdagangan sesi Eropa, berhasil naik dan membukukan keuntungan sekalipun menghadapi resistance yang kuat di 1.2570 menjelang keputusan tingkat bunga dari Federal Reserve dan Bank of England. Pada jam perdagangan selanjutnya di sesi AS, GBP/USD melemah kembali turun mengarah ke 1.2500 lagi, di sekitar 1.2520.

Lingkungan pasar yang enggan terhadap resiko semula membantu dollar AS mendapatkan permintaan dan mengatasi rivalnya pada hari Senin. Sentimen yang berhati-hati tetap ada pada awal hari Selasa dengan indeks saham FTSE 100 Inggris mengalami kerugian sebanyak 0.4% per hari dan indeks saham AS juga membukukan sedikit kerugian.

Namun pada jam perdagangan sesi AS, indeks dollar AS berbalik melemah sehingga membuat pasangan matauang GBP/USD berbalik naik ke atas 1.2500. Kenaikan GBP/USD yang sampai mengarah mendekati 1.2550 disebabkan juga oleh karena ada berita bahwa pasar sekarang memperhitungkan dalam harga probabilita sebesar 30% akan kenaikan tingkat bunga Bank of England (BoE) sebesar 50 bps, yang adalah lebih besar dari yang diperkirakan, setelah Reserve Bank of Australia (RBA) secara mengejutkan menaikkan tingkat suku bunganya sebesar 25 bps. Selain itu, yield obligasi 10 tahun pemerintah Inggris naik hampir 5% pada hari itu mendekati 2%, yang membuat Poundsterling Inggris tetap tangguh menghadapi kekuatan dollar AS.

“Support” terdekat menunggu di 1.2500 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2420 dan kemudian 1.2350. “Resistance” terdekat menunggu di 1.2570 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2600 dan kemudian 1.2650.

( vibiznews )

Most Popular

Utang Luar Negeri Indonesia Triwulan I 2022 Menurun

Bank Indonesia merilis posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan I 2022. Posisi ULN Indonesia menurun di mana pada akhir triwulan I 2022...

Harga Kakao Turun Karena Menguatnya Indeks Dolar AS

Harga kakao pada penutupan pasar hari Rabu turun karena menguatnya indeks dolar menurunkan harga komoditas termasuk kakao. Turunnya indeks saham akan membuat investor melikuidasi...

Forex Eropa AUDUSD 19 Mei: Terangkat oleh Laporan Rekor Terendah Pengangguran Australia

Posisi Aussie dolar dalam pair AUDUSD pada perdagangan forex sesi Eropa hari Kamis (19/5/2022) bergerak lebih tinggi dari tekanan sesi sebelumnya dan sempat menembus...

Rupiah Kamis Siang Melemah ke Rp14.716/USD; Dollar di Asia Terkoreksi Sejenak

Dalam pergerakan pasar uang Kamis siang ini (19/5), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah di hari kelimanya, menguangi sebagian loss sesi paginya, sementara...

Recent Comments