Monday, May 23, 2022
Home Analysis Opini Rekomendasi GBP/USD 13 Mei 2022: Naik dengan Berkurangnya Kekuatan USD

Rekomendasi GBP/USD 13 Mei 2022: Naik dengan Berkurangnya Kekuatan USD

GBP/USD berhasil mendapatkan daya tariknya pada awal perdagangan sesi AS dan naik ke sekitar 1.2228. Sedikit turunnya data ekonomi Producer Price Index (PPI) bulan April kelihatannya membuat dollar AS berkurang kekuatannya sehingga membantu mendorong naik GBP/USD.

Pada hari Kamis pagi, GGP/USD sempat turun di bawah 1.2200 untuk pertama kalinya sejak Mei 2020 tertekan oleh rilis data ekonomi yang buruk dari Inggris dan menguatnya dollar AS.

Office for National Statistics Inggris melaporkan bahwa ekonomi Inggris hanya bertumbuh 0.8% secara kuartalan pada kuartal pertama. Angka ini lebih rendah daripada yang diperkirakan pasar di 1% dan mengingatkan investor akan peringatan dari Bank of England’s (BOE) bahwa pada tahun 2022 bisa ada resesi, menyebabkan poundsterling berada di bawah tekanan jual yang kuat. Data ekonomi lainnya dari Inggris Manufacturing Production dan Industrial Production kedua-duanya mengalami kontraksi sebesar 0.2% per bulan di bulan Maret.

Selain itu, kekuatiran akan Brexit menambah beban terhadap pounsterling. Uni Eropa melaporkan bahwa mereka sudah siap untuk menghentikan kesepakatan perdagangan dengan Inggris jika protokol Irlandia Utara dirubah secara sepihak.

Keengganan terhadap resiko tetap tinggi di tengah terus berlangsungnya perang Rusia – Ukraina yang tidak menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, lockdown karena Covid di Cina dan inflasi harga yang problematik yang mencengkeram dunia. Para trader kuatir AS dan negara-negara maju lainnya akan tergelincir ke resesi pada bulan-bulan yang akan datang, karena faktor-faktor tersebut. Hal ini membuat dollar AS mendapatkan permintaan safe-haven. Keengganan terhadap resiko terefleksi dari turunnya indeks saham FTSE 100 Inggris sebanyak 2.5% dalam sehari dan indeks saham berjangka AS yang turun antara 0.5% – 0.8%.

AS mempublikasikan angka inflasi berikutnya pada hari Kamis, Producer Price Index (PPI) bulan April yang naik 0.5% dari bulan Maret setelah kenaikan 1.4% dari bulan Februari ke bulan Maret.

“Support” terdekat menunggu di 1.2200 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2150 dan kemudian 1.2100. “Resistance” terdekat menunggu di 1.2250 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2300 dan kemudian 1.2350.

( vibiznews )

Most Popular

Harga Kedelai Naik, Karena Ekspor Mingguan Meningkat

Harga kedelai kembali naik pada penutupan pasar hari Kamis, setelah Laporan Ekspor Mingguan, dimana ekspor mingguan kedelai meningkat, hanya minyak kedelai masih turun, karena...

Rupiah Jumat Siang Rebound ke Rp14.665/USD; Bangkit dari Tekanan 5 Hari

Dalam pergerakan pasar uang Jumat siang ini (20/5), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau rebound menguat setelah tertekan 5 hari, mengurangi sebagian gain sesi...

Harga Minyak Sawit Turun Setelah Presiden Jokowi Membuka Kembali Ekspor Minyak Sawit 23 Mei 2022

Harga minyak sawit turun pada penutupan pasar hari Kamis setelah Presiden Jokowi memberi pengumuman bahwa akan membuka ekspor minyak sawit dan turunannya pada hari...

Hanya Harga Gandum yang Turun, Harga Kedelai dan Jagung Masih Naik

Pergerakan Pasar Di Bursa Chicago Grain Exchange pada hari Kamis 19 Mei 2022 Harga biji-bijian mixed , setelah Laporan Penjualan Ekspor Mingguan pada hari...

Recent Comments