Thursday, October 6, 2022
Home Analysis Opini Rekomendasi EUR/USD Mingguan 5 – 9 September 2022: Bisakah ECB Menyelamatkan EUR?

Rekomendasi EUR/USD Mingguan 5 – 9 September 2022: Bisakah ECB Menyelamatkan EUR?

Pasangan matauang EUR/USD bergerak “side-ways” di sekitar pariti untuk minggu ke dua berturut-turut, volatile namun tidak berhasil menemukan arah tren yang jelas. Dolar AS berkuasa mendominasi pasar forex. Meskipun demikian matauang bersama Eropa adalah yang paling tangguh menghadapi kekuatan dollar AS dengan EUR/USD menolak untuk turun lebih jauh dari kerendahan beberapa tahun di 0.9898 dan di tutup di sekitar pariti 1.0000.

Apa yang Terjadi Minggu Lalu?

Memulai minggu perdagangan yang baru pada minggu lalu di 0.9965, EUR/USD mengakhiri minggu lalu tidak jauh dari posisi awal minggu dengan sedikit penurunan ke 0.9956. EUR/USD memulai minggu perdagangan yang baru pada hari Senin di bawah tekanan bearish dan jatuh ke arah 0.9900 sebelum akhirnya berhasil rebound kembali ke 1.0020. Lingkungan pasar yang engggan terhadap resiko memberikan dukungan terhadap dollar AS. Dan bertahan sampai pada hari Selasa.  Pada hari Rabu EUR/USD berhasil mengumpulkan momentum bullish -nya dan naik ke 1.0047. Pada hari Kamis EUR/USD awalnya sempat turun sebentar ke arah 0.9900 dengan naik tingginya indeks dollar AS, namun akhirnya berhasil bangkit dan naik ke arah pariti 1.0000. Tetapi pada hari Jumat kembali turun dan diperdagangkan di 0.9956.

Pergerakan Harian EUR/USD Minggu Lalu

Pada hari Senin, EUR/USD sempat mempercepat pemulihannya setelah berhasil melampaui pariti dan diperdagangkan di sekitar 1.0020. Dolar AS kehilangan pijakannya pada jam perdagangan sesi AS setelah memulai minggu yang baru pada awalnya dengan pijakan yang kuat, meskipun pasar saham tetap di dalam teritori merah yang dalam yang merefleksikan sentimen pasar yang buruk.

Namun dalam jam perdagangan sesi selanjutnya pada jam perdagangan paruh ke dua, EUR/USD kehilangan momentum bullish-nya dan turun kembali di sekitar pariti di 1.0000 dengan lingkungan pasar yang enggan terhadap resiko sebagaimana dengan yang direfleksikan oleh turun tajamnya indeks-indeks utama di Wall Street.

Setelah membukukan kerugian mingguannya, EUR/USD memulai minggu perdagangan yang baru di bawah tekanan bearish dan jatuh ke arah 0.9900 sebelum akhirnya berhasil rebound. Lingkungan pasar yang engggan terhadap resiko memberikan dukungan terhadap dollar AS pada permulaan minggu perdagangan yang baru namun komentar yang hawkish dari para pejabat European Central Bank (ECB) membatasi penurunan dari pasangan matauang ini dalam jangka pendek.

Pada hari Jumat minggu lalu, ketua FOMC the Fed Jerome Powell mengulangi bahwa mereka harus mempertahankan kebijakan moneter di teritori restriktif untuk suatu periode waktu tertentu lamanya dalam rangka memulihkan stabilitas harga. Powell menahan diri untuk memberikan petunjuk terhadap besarnya kenaikan tingkat bunga pada bulan September dan menambahkan bahwa mereka akan terus memonitor data ekonomi yang muncul sebelum memutuskan langkah kebijakan berikutnya. Sebaliknya, indeks saham utama di Wall Street menderita kerugian berat dan indeks dollar AS mengumpulkan momentum bullish-nya, sehingga membebani EUR/USD dengan berat.

Pada akhir minggu lalu, beberapa pembuat kebijakan ECB menyuarakan keprihatinan mereka terhadap depresiasi euro dan potensi dampak negatipnya terhadap inflasi. Komentar mereka kelihatannya telah membantu matauang bersama Eropa mempertahankan pijakannya.

Pada hari Selasa, EUR/USD diperdagangkan di teritori positip, memperpanjang kenaikannya ke atas pariti di sekitar 1.0018 di tengah sentimen pasar yang optimistik. Dolar AS mengalami koreksi turun secara utuh di tengah turunnya yields treasury AS. Dolar AS tertekan selama jam perdagangan sesi Asia dan awal sesi Eropa. Indeks dollar AS (DXY) turun dari 108.80 ke 108.40.

Data ekonomi dari Jerman menunjukkan bahwa Consumer Price Index (CPI) naik ke 7.9% pada bulan Agustus dari sebelumnya 7.5% pada bulan Juli. Investor sedang menilai ulang pertaruhan kenaikan tingkat bunga ECB dan the Fed.

Dengan tekanan kenaikan harga diperkirakan akan terus meningkat di Jerman, European Central Bank (ECB) dituntut untuk mengambil sikap yang hawkish terhadap tingkat bunga. President ECB Christine Lagarde kemungkinan akan memperketat kebijakan tingkat bunga agar supaya bisa membawa kepada stabilitas harga. Sementara itu, pemangkasan supply dari pipa Nord Stream 1 ke Jerman telah dimulai karena pemeliharaan peralatan yang diluar skedul. Hal ini bisa meningkatkan kekurangan energi di Eropa.

Pada hari Rabu, EUR/USD berhasil mengumpulkan momentum bullish -nya pada jam perdagangan sesi AS dan naik ke ketinggian harian yang baru ke arah 1.0050 di sekitar 1.0047. Tekanan jual yang luas terhadap dollar AS pada akhir hari perdagangan sesi bulan Agustus kelihatannya telah membuat terjadinya rally atas pasangan matauang ini.

Uni Eropa melaporkan bahwa Harmonised Index of Consumer Prices (HICP) naik sebesar 9.1% YoY pada bulan Agustus, naik dari 8.9% pada bulan Juli. Sementara angka inti untuk periode yang sama lompat ke 4.3% dari bulan sebelumnya di 4%.

Laporan pekerjaan swasta nasional AS dari ADP untuk bulan Agustus menunjukkan kenaikan sedikit sebesar 132.000 pekerjaan yang jauh di bawah dari yang diperkirakan pasar sebesar 300.000. Sementara menurut konsensus pasar, laporan Non-Farm Payrolls AS yang  akan keluar pada hari Jumat, diperkirakan akan mengeluarkan angka 325.000 pekerjaan baru pada bulan Agustus dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebanyak 528.000 pekerjaan.

Pada hari Kamis, EUR/USD berhasil bangkit dan naik ke sekitar 0.9950 setelah sebelumnya sempat turun sebentar ke arah 0.9900. Indeks dollar AS yang sempat menyentuh ke tinggian beberapa dekade yang baru di dekat 110.00, kehilangan sebagian dari keuntungan hariannya.

Pada awal perdagangan sesi Eropa, EUR/USD sempat naik ke 1.0045, namun berbalik turun setelah itu ke pariti 1.0000 dan memperpanjang penurunannya di bawah pariti menjelang rilis data-data dari AS.

Pasar keuangan berada di posisi di bawah, sebagai tanda sentimen pasar yang memburuk. Ketakutan akan resesi dibesarkan oleh Cina. Cina mengumumkan bahwa Chengdu, sebuah kota yang berpenduduk 21 juta orang, telah ditutup sebagai lockdown coronavirus.

Keluarnya Retail Sales Jerman bulan Juli memberikan dukungan terhadap matauang bersama Eropa. Retail Sales Jerman bulan Juli naik 1.9% MoM, jauh lebih baik daripada yang diperkirakan. Sementara itu, S&P Global merevisi turun PMI manufaktur Uni Eropa bulan Agustus dengan indeks Jerman muncul dikonfirmasi di 49.1 dan Uni Eropa di 49.6.

Pada hari Jumat, EUR/USD kehilangan daya tarik yang diperolehnya setelah keluarnya laporan NFP AS, turun di bawah pariti di sekitar 0.9956 pada akhir dari jam perdagangan sesi AS karena Gazprom mengumumkan supply gas via pipa Nord Stream dihentikan total karena ada kebocoran yang terdeteksi dalam pemeliharaan rutin.

Sebelumnya pada awal jam perdagangan sesi AS, EUR/USD berhasil bangkit dan naik setelah sebelumnya sempat turun sebentar ke arah 0.9900 pada hari Kamis. Pasangan matauang ini sempat berhasil bertahan di jalurnya untuk mengakhiri minggu ini di atas pariti dengan diperdagangkan di sekitar 1.0020 apabila tidak ada pengumuman dari Gazprom.

Pada hari Jumat, Bureau of Labor Statistics AS melaporkan Amerika Serikat menciptakan pekerjaan baru sebanyak 315.000 pada bulan Agustus. Angka ini lebih tinggi daripada yang diperkirakan pasar sebanyak 295.000. Meskipun demikian, tingkat pengangguran melompat lebih tinggi daripada yang diperkirakan ke 3.7%. Diperkirakan tingkat pengangguran berada di 3.5%.

Sementara grafik upah mendatar. Mendatarnya grafik upah yang menjadi pertanda bahwa tekanan inflasi terus melemah. Melemahnya inflasi bisa membuat Federal Reserve AS memperlambat kecepatan pengetatan moneter sehingga mengurangi tekanan untuk menaikkan tingkat bunga dengan agresif. Ekspektasi yang baru ini membuat tekanan terhadap index dollar AS yang mengalami penurunan pada akhir hari perdagangan minggu ini sehingga membuat EUR/USD sempat tertopang di atas pariti, sebelum pengumuman dari Gazprom.

Para Pembuat Kebijakan di ECB

EUR mendapatkan dukungan naiknya sejak komentar dari para pembuat kebijakan European Central Bank (ECB) selama Simposium Ekonomi di Jackson Hole dengan mereka memberikan petunjuk akan pengetatan moneter yang lebih agresif.

Kepala bank sentral Perancis Francois Villeroy mengatakan bahwa ECB perlu kenaikan tingkat bunga yang signifikan dalam pertemuan bulan September untuk mendorong tingkat bunga utama ke posisi netral.

Anggota dewan ECB Isabel Schnabel juga mendukung kebijakan moneter yang lebih ketat dengan mengatakan bahwa ongkos inflasi sekarang yang tinggi sudah sangat tidak nyaman. Hal ini berarti bank-bank sentral utama dunia harus bertindak dengan penuh paksaan.

Para pemain di pasar bergegas menaikkan kemungkinan ECB menaikkan tingkat bunga pada bulan September menjadi 75 bps, dari 25% sebelum Jackson Hole menjadi 67% setelah Jackson Hole. Yields obligasi pemerintah yang sensitif naik membumbung setelah muncul berita ini, dengan harga-harga obligasi terjun bebas di seluruh area Eropa.

Problem Uni Eropa

Uni Eropa sedang menghadapi krisis terburuk sejak pembentukannya karena Rusia. Perang Ukraina telah membuat Moskow dikenakan banyak sanksi yang dibalas oleh Rusia dengan memotong supply energi ke Uni Eropa. Kekurangan gas di seluruh benua Eropa mendorong harga energi naik ke rekor tertinggi yang menambah tinggi inflasi yang sudah memanas di Uni Eropa. Komisi Eropa sedang mempelajari intervensi darurat untuk membatasi harga energi, namun dengan semakin dekatnya musim dingin, keprihatinan meningkat karena tidak ada tanda – tanda krisis akan dapat diselesaikan segera.

Angka resmi inflasi di Uni Eropa menunjukkan bahwa inflasi di Uni Eropa telah naik sampai 9.1% per tahun pada bulan Agustus, yang merupakan rekor ketinggian yang baru. Sementara itu Consumer Price Index Jerman naik 7.9% pada periode yang sama, memburuk dari sebelumnya 7.5%.

Kekuatan Ekonomi AS

Di AS, data – data makro ekonomi menunjukkan bahwa kemajuan ekonomi AS terus berlangsung meskipun melambat. Bank sentral AS, Federal Reserve mengakui bahwa kebijakan makro ekonomi yang diterapkan sekarang ini telah menghantam rumah tangga dan bisnis, namun menegaskan akan mempertahankan fokus dalam menjinakkan inflasi. Sementara itu ada tanda – tanda yang memberikan semangat. Meskipun komponen PMI manufaktur AS bulan Agustus, Prices Paid menciut tajam dari 60 ke 52.5 sebagaimana yang dikeluarkan angkanya oleh ISM, indeks manufaktur resmi tetap bertahan stabil di 52.8 dan bahkan masih lebih baik daripada yang diperkirakan di 52.

Terlebih lagi, laporan Non-Farm Payrolls yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan bahwa penghasilan rata-rata per jam naik lebih tinggi daripada yang diperkirakan pada bulan Agustus, sementara AS menambah 315.000 posisi pekerjaan baru, sedikit di atas dari yang diperkirakan. Hal yang negatip adalah naiknya tingkat pengangguran ke 3.7% dengan tingkat partisipasi naik menjadi 62.4%.

Keputusan ECB Minggu Ini

Minggu ini, akan ada beberapa jawaban yang bisa memicu banyak volatilitas. European Central Bank (ECB) akan mengadakan pertemuan kebijakan moneter pada hari Kamis 8 September dan para pemain pasar pada akhirnya akan mengetahui apakah ECB telah lebih fokus untuk menjinakkan inflasi atau masih mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi yang rentan. Apabila para pembuat kebijakan di Uni Eropa mengkonfirmasi akan kenaikan tingkat bunga sebesar 75 bps, maka matauang bersama Eropa ini kemungkinan akan bisa pulih lebih lanjut sehingga mengkonfirmasi bahwa EUR/USD telah mencapai “bottom” secara interim.

Data ekonomi dari kalender makro ekonomi yang akan keluar pada minggu ini adalah Penjualan Ritel Uni Eropa bulan Juli dan PMI Jasa AS bulan Agustus.

Uni Eropa juga akan mempublikasikan perkiraan final dari GDP Q2 yang diperkirakan tidak berubah di 3.9% sementara itu ketua Federal Reserve AS Jerome Powell akan kembali berbicara pada hari Kamis.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di 0.9940 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 0.9898 dan kemudian 0.9800. “Resistance” terdekat menunggu di 1.0000 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0040 dan kemudian 1.0090.

( vibznews )

Most Popular

Harga Jagung, Kedelai, Gandum Beragam Tutup Rabu

Pergerakan Pasar Di Bursa Chicago Grain Exchange pada Rabu 5 Oktober   2022 .  Harga   jagung, kedelai, gandum beragam.   Sementara menantikan Laporan Penjualan Ekspor Mingguan pada...

Rupiah Kamis Pagi Melemah ke Sekitar Rp15.201/USD; Dollar di Asia Terkoreksi Teknikal

Dalam pergerakan pasar uang Kamis pagi ini (6/10), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau dibuka terkoreksi terbatas, sementara dollar AS di pasar Asia terkoreksi...

Pemerintah Terus Dorong Digitalisasi Pada UMKM

UMKM merupakan tulang punggung dari pertumbuhan perekonomian di Indonesia sehingga Pemerintah sangat konsen dengan pertumbuhan UMKM. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa...

Harga Kopi, Gula, Kakao Naik Tutup Rabu

Pergerakan pasar untuk  Kopi, Gula dan Kakao pada hari Rabu 5 Oktober  2022.  Harga  kopi, gula dan Kakao semua naik    Harga kopi Arabika  naik,...

Recent Comments