Wednesday, August 10, 2022
Home Analysis Opini Rekomendasi EUR/USD Mingguan 4 – 8 Juli 2022: Mengarah ke Kerendahan Baru...

Rekomendasi EUR/USD Mingguan 4 – 8 Juli 2022: Mengarah ke Kerendahan Baru 2022?

EUR/USD mengakhiri minggu lalu di teritori merah, menyelesaikan momentum bearish-nya belakangan ini setelah sempat mengalami sedikit kelegaan pada mulanya. Pasangan matauang EUR/USD ini gagal meneruskan momentum bullish-nya setelah sempat berhasil menembus level 1.0600 dan berbalik jatuh menyentuh level terendah sejak pertengahan bulan Juni di 1.0382. Usaha kembali naik sempat datang namun mundur karena ketakutan akan resesi mendominasi yang membuat dollar AS naik terapung selama minggu lalu.

Spekulasi di sekitar jalur kebijakan pengetatan dari the Fed dan ECB terus bermain dengan para investor kuatir kenaikan tingkat bunga yang agresif akan membawa ekonomi global ke dalam resesi.

Pergerakan EUR/USD Minggu Lalu

Memulai minggu yang baru pada minggu lalu di 1.0550, EUR/USD semula pada hari Selasa pagi berhasil naik ke sekitar 1.0605 dibantu oleh komentar Presiden ECB Christine Lagarde yang hawkish. Namun pada Selasa malam berbalik turun ke 1.0520 dan dalam perdagangan hari – hari selanjutnya EUR/USD terus tertekan turun. Pada hari Rabu turun menembus ke bawah 1.0500 di sekitar 1.0475. Pada hari Kamis sempat turun lagi ke 1.0388, sebelum akhirnya naik lagi ke 1.0454. Pada hari Jumat EUR/USD kembali turun ke 1.0308 dengan dolar AS terus mengumpulkan kekuatannya di tengah keengganan terhadap resiko. Namun pada akhirnya EUR/USD berhasil naik kembali ke 1.0427.

Pada hari Senin, EUR/USD berhasil mengumpulkan momentum bullish-nya dan naik diperdagangkan di sekitar 1.0598 dalam jam perdagangan sesi AS hari Senin. Indeks dollar AS memperpanjang penurunannya ke bawah 104.00 pada hari itu.

Ketakutan akan resesi menjadi tema utama pada hari – hari ini. Selama jam perdagangan sesi Eropa berita-berita menunjukkan bahwa S&P memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi Uni Eropa menjadi 2.6% untuk tahun ini.

Sementara AS mempublikasikan Durable Goods Orders bulan Mei yang naik 0.7% MoM, mematahkan ekspektasi angka yang datar.

Pada hari Selasa, Pasangan matauang EUR/USD semula sempat naik pada awal perdagangan sesi Eropa dan mencapai puncaknya di 1.0605, dibantu oleh komentar dari Presiden ECB Christine Lagarde. Berbicara di depan Central Banking Forum yang diorganisir oleh ECB di Portugal, Lagarde menegaskan bahwa bank sentral Uni Eropa ini berniat menaikkan tingkat bunga sebanyak 25 bps pada bulan Juli dan menambahkan bahwa tim mereka siap untuk naik lebih cepat jika diperlukan. Lagarde juga mengabaikan resiko resesi dengan memberikan catatan bahwa para pembuat kebijakan masih memperkirakan tingkat pertumbuhan yang positip.

Namun pasangan matauang EUR/USD kehilangan momentum bullish-nya menjelang pembukaan perdagangan sesi AS dengan dollar AS berhasil mengumpulkan kekuatannya. EUR/USD jatuh ke level 1.0520. Komentar yang hawkish dari Presiden Fed New York Williams dan bagusnya data neraca perdagangan AS membantu dollar AS mengumpulkan kekuatannya menghadapi rival-rival utamanya.

Pada hari Rabu, EUR/USD semula diperdagangkan di atas 1.0500 di sekitar 1.0510 dengan dollar AS gagal mengkapitalisir sentimen pasar yang “risk-off”. Sementara itu euro mendapatkan dukungan dari komentar ECB yang hawkish meskipun inflasi Jerman menurun.

Namun dalam jam perdagangan selanjutnya sesi AS, EUR/USD berbalik turun ke bawah 1.0500 di sekitar 1.0475 dengan berbalik menguatnya kembali dollar AS.

Inflasi tahunan Spanyol memanas ke 10%. Namun Jerman sebaliknya, angka Consumer Price Index Jerman muncul di 7.6%, lebih rendah daripada yang diperkirakan di 7.9%.

Presiden European Central Bank Christine Lagarde bersiap mengikuti langkah rekan-rekannya dari AS dan Inggris meskipun dengan amunisi yang kurang untuk mendukung kenaikan tingkat bunga dengan kecepatan yang tinggi.

Di dalam survey Consumer Confidence AS bulanan, Conference Board pada hari Selasa mengumumkan bahwa ekspektasi inflasi konsumen satu tahun meningkat menjadi 8% di bulan Juni dari sebelumnya 7.5% pada bulan Mei.

Sebagai respon awal dari laporan ini, indeks saham utama di bursa Wall Street jatuh tajam dan dollar AS berhasil mengumpulkan kekuatannya menghadapi rival-rival utamanya. Menurut FedWatch Tool dari CME Group, pasar meningkatkan kemungkinan kenaikan tingkat bunga sebesar 75 bps pada bulan Juli menjadi 87%.

Pada hari Kamis, setelah usaha untuk pulih yang berlangsung sebentar, EUR/USD bertemu dengan tekanan bearish yang baru pada awal jam perdagangan sesi AS dan turun ke bawah 1.0400 di sekitar 1.0388. Dolar AS terus mengumpulkan kekuatannya di tengah keengganan terhadap resiko.

Namun dalam jam perdagangan sesi AS selanjutnya, EUR/USD berbalik naik ke sekitar 1.0454 dengan yields treasury AS jatuh tajam karena data inflasi AS yang keluar sedikit lebih rendah daripada yang diperkirakan. Indeks dollar AS langsung berbalik turun dan kehilangan sebagian besar dari keuntungan hariannya.

Berbicara di depan Forum Para Bank Sentral yang diselenggarakan oleh ECB, Presiden ECB Christine Lagarde menahan diri dari memberikan petunjuk yang baru mengenai pergerakan kebijakan berikutnya yang baru dari bank sentral Uni Eropa ini.

Sebaliknya, ketua FOMC the Fed AS, Jerome Powell mengulangi lagi bahwa mereka akan tetap berkomitmen untuk menjinakkan inflasi meskipun hal ini berarti akan menghasilkan perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Data dari Jerman menunjukkan bahwa tingkat pengangguran Jerman tanpa terduga naik menjadi 5.3% pada bulan Juni dari sebelumnya 5% pada bulan Mei dengan angka pengangguran naik sebanyak 133.000. Laporan pekerjaan Jerman yang mengecewakan ini membebani euro sehingga membatasi kenaikan EUR/USD yang disebabkan oleh melemahnya USD.

Pada perdagangan sesi AS hari Jumat, EUR/USD sempat jatuh ke bawah 1.0400 sebelum akhirnya berhasil naik kembali dan diperdagangkan di sekitar 1.0410.

EUR/USD turun ke bawah 1.0400 dengan dollar AS menguat, naik kembali mendekati ketinggian selamA 20 tahun di atas 105. Namun EUR/USD berhasil bangkit dan naik ke atas 1.0400 di sekitar 1.0427 setelah keluarnya data ISM manufaktur AS yang lebih rendah daripada yang diperkirakan sehingga membuat kekuatan dollar AS berkurang.

ISM mengatakan bahwa PMI manufaktur AS bulan Juni turun ke 53% dari sebelumnya pada bulan Mei di 56.1. Selain itu angka ini juga lebih rendah daripada yang diperkirakan pasar di 54.6%.

Forum Bank Sentral dari ECB di Sintra Gagal Menginspirasi Bullish EUR

EUR/USD memulai minggu dimana akan diadakan Forum Bank Sentral dari ECB di Sintra, Portugal pada minggu lalu dengan berhasil meneruskan momentum pemulihannya di tengah terjadinya koreksi atas dollar AS yang berkelanjutan. Arus yang positip terhadap resiko mendominasi pasar dengan para investor menilai ulang kemungkinan perlambatan ekonomi global menjelang diadakannya Forum Bank Sentral dari ECB selama 3 hari. Pemangkasan restrikes karantina Covid dari Cina terhadap para traveler internasionla menambah optimisme pasar.

Namun sejak itu EUR/USD mengalami jalan yang terjal dengan dollar AS berhasil mendapatkan daya tariknya kembali sebagai assets safe-haven setelah Consumer Confidence AS yang dikeluarkan oleh Conference Board menunjukkan naiknya ekspektasi inflasi dari para konsumen.  Angka Consumer Confidence yang keluar menunjukkan bahwa the Fed akan terus mempertahankan pendekatan yang agresif dalam memerangi inflasi dengan menaikkan beberapa kenaikan tingkat bunga lagi pada pertemuan-pertemuan the Fed yang akan datang. Hal ini mendorong kenaikan dollar AS kembali.

Komentar yang hawkish dari ECB gagal memikat para pembeli EUR dengan para investor berbalik berhati-hati setelah mengamati hasil dari Forum yang diselenggarakan oleh ECB  sampai pada pertengahan minggu. Presiden ECB Christine Lagarde, Gubernur BoE Andrew Bailey dan ketua the Fed Jerome Powell ikut berpartisipasi di dalam pembicaraan mengenai outlook kebijakan bank sentral. Diskusi tersebut menyoroti perbedaan yang bertolak belakang antar bank sentral, dengan hanya tinggal the Fed yang melekat kepada sikap hawkish-nya yang memprioritaskan pengontrolan terhadap inflasi ketimbang pertumbuhan ekonomi. Sikap  yang tidak diikuti oleh Lagarde maupun Bailey.

Fed vs. ECB dan NFP AS

Pada minggu ini, tema “risk-off” di pasar kemungkinan akan terus berlanjut dengan mengintipnya ketakutan akan resesi yang akan membebani pasangan matauang EUR/USD turun mengarah ke kerendahan baru pada tahun ini. Disparitas dari kebijakan moneter antara the Fed dengan ECB akan bisa juga berdampak signifikan secara negatip terhadap pasangan matauang ini. The Fed akan merilis risalah pertemuannya bulan Juni pada hari Rabu sementara risalah pertemuan ECB akan dirilis pada hari Kamis.

Pada hari Senin, AS libur Independence Day namun dari zona euro akan keluar data ekonomi Sentix Investor Confidence. Pada hari Selasa, dari zona euro akan keluar data ekonomi PMI Jasa yang final dan dari AS akan keluar angka Factory Orders. Hari Rabu, dari Jerman akan keluar data ekonomi Factory Order  dan dari Uni Eropa akan keluar perkiraan ekonomi menjelang keluarnya data PMI Jasa AS dari ISM dan yang sangat penting risalah pertemuan FOMC the Fed.

Pada hari Kamis, para trader akan mulai bergerak mengarah kepada laporan NFP AS dengan lebih dahulu mengamati keluarnya data pekerjaan swasta AS dari ADP menjelang dikeluarkannya Jobless Claims mingguan. Selain itu akan diperhatikan juga keluarnya catatan kebijakan ECB.

Pada hari Jumat Presiden ECB Lagarde akan muncul di  Economic Meeting of Aix-en-Provence, di Perancis. Dan fokus semua trader dan investor pada hari Jumat tetap pada laporan pasar pekerjaan AS – NFP.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di 1.0400  yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0365 dan kemudian 1.0300. “Resistance” terdekat menunggu di 1.0470 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0550 dan kemudian 1.0585.

( vibiznews )

Most Popular

Circle Bekukan Alamat Tornado Cash yang Masuk Blacklist

Agregator data kripto Dune Analytics mengatakan bahwa, pada hari Senin, Circle, penerbit stablecoin USD Coin (USDC), membekukan dana senilai lebih dari 75.000 USDC yang...

Reserve Bank of Australia Akan Mengeksplorasi Kasus Penggunaan untuk CBDC

Reserve Bank of Australia mempertimbangkan perlombaan mata uang digital bank sentral (CBDCs) untuk mengeksplorasi kasus penggunaan CBDC di negara tersebut. Ini akan berkolaborasi dengan...

Rupiah Rabu Siang Melemah ke Rp14.872/USD; Koreksi Paska 2 Hari Rally

Dalam pergerakan pasar uang Rabu siang ini (10/8), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah, menambah sedikit loss sesi paginya, sementara dollar AS di...

Harga Tembaga Naik ke Tertinggi 1 bulan

Harga tembaga naik ke tertinggi 1 bulan pada hari Selasa. Permintaan meningkat dan melemahnya dolar AS.   Harga tembaga di London Metal Exchange naik 0.3 %...

Recent Comments