Sunday, September 25, 2022
Home Analysis Opini Rekomendasi EUR/USD Mingguan 29 Agustus – 2 September 2022: Sudah di Bottom...

Rekomendasi EUR/USD Mingguan 29 Agustus – 2 September 2022: Sudah di Bottom Sementara?

Pasangan matauang EUR/USD jatuh ke kerendahan beberapa tahun yang baru di 0.9898, level terendah sejak bulan Desember 2002, namun berhasil memangkas kerugian mingguannya dan ditutup di 0.9965.

Apa yang Terjadi pada Minggu Lalu?

Memulai minggu perdagangan yang baru pada minggu lalu di 1.0040, EUR/USD mengakhiri minggu lalu tertekan turun ke sekitar 1.0000. Sejak hari Senin telah turun ke 0.9938 karena arus safe-haven mendominasi pasar dari sejak awal. Pada hari Selasa, sempat turun ke 0.9898 sebelum akhirnya naik kembali ke 0.9970. Pada hari Rabu dan Kamis masih diperdagangkan kurang lebih sama, di sekitar 0.9950. Pada hari Jumat tetap tertekan di sekitar 0.9965 karena naiknya kembali USD setelah pidato Powell yang hawkish.

Pertumbuhan dan inflasi berada di tengah badai. Namun fokus kebanyakan masih kepada pertumbuhan ekonomi. Angka – angka makro ekonomi yang di rilis pada minggu lalu bervariasi. Meskipun kebanyakan bagus, sehingga memberikan dukungan kepada asset dengan yield yang tinggi, namun situasi di Eropa yang rumit bisa setiap saat tiba-tiba meniadakan keyakinan yang ada. Itulah sebabnya dollar AS yang safe-haven tetap berada pada ketinggian beberapa bulannya meskipun sempat kehilangan pijakannya.

Pasar Tidak Akan Mengabaikan Problem di Eropa

Uni Eropa dan Iran sedang melakukan negosiasi untuk kembali kepada kesepakatan nuklir 2015 termasuk dengan AS. Pada masa pemerintahan Trump, AS menarik diri dan mengenakan sanksi terhadap Iran. Hari – hari ini, Uni Eropa perlu untuk mengembalikan kesepakatan untuk menggantikan kehilangan supply energi dari Rusia di tengah sanksi Eropa terhadap Rusia karena penyerbuannya ke Ukraina. Semua pihak yang terlibat sangat berhati-hati di dalam komunikasi mereka, namun secara keseluruhan, ada kemajuan yang dibuat.

Situasi di Ukraina, sebaliknya, perang berkelanjutan, dengan terakhir terjadi disrupsi energi pada pabrik nuklir di Zaporizhzhia. Kyiv dan Moskow saling menyalahkan satu sama lain atas kejadian ini, walaupun Ukraina melaporkan bahwa energi telah berhasil dipulihkan.

Apa artinya semua ini? Pertama, dunia Barat mengenakan sanksi terhadap Rusia, dengan Rusia membalas memangkas penyediaan minyak mentah dan gas ke Uni Eropa. Hal ini membawa kepada krisis di benua Eropa, yang mengancam kekurangan untuk musim dingin yang akan datang. Pada saat yang bersamaan harga-harga meroket, menambah api kepada inflasi yang sudah di luar kontrol. Selain itu, pabrik nuklir tanpa listrik bisa berakhir seperti Chernobyl.

Pergerakan Harian EUR/USD Minggu Lalu

EUR/USD memperpanjang penurunannya ke bawah level paling penting, pariti, selama jam perdagangan sesi Eropa pada hari Senin. Walaupun setelah itu pasangan matauang ini sempat pulih sedikit, EUR/USD telah gagal menarik pembeli-pembeli dengan arus safe-haven mendominasi pasar dari sejak permulaan minggu perdagangan yang baru. Saat ini EUR/USD diperdagangkan kembali turun di bawah pariti di sekitar 0.9938.

Meskipun sempat naik ke atas pariti kembali setelah sebelumnya sempat tertekan turun di bawah pariti, resiko turun kembali ke bawah pariti tetap utuh bagi pasangan matauang ini di tengah ekspektasi hawkishnya the Fed dan memburuknya krisis gas di Eropa. The Fed tetap bertahan pada jalurnya untuk menaikkan lagi tingkat suku bunganya sebesar 50 bps pada bulan September di tengah keprihatinan akan pertumbuhan dan tanda – tanda dari puncaknya inflasi. Meskipun demikian kebijakan siklus pengetatan kemungkinan akan berlanjut pada bulan – bulan yang akan datang dengan inflasi tidak akan turun dengan segera.

Sementara itu, resesi di Jerman tidak terhindarkan dengan krisis gas di Eropa semakin bertambah dalam, dengan Gazprom dari Rusia mengumumkan pada hari Jumat bahwa pipa mereka yang di Nord Stream akan ditutup dari tanggal 31 Agustus sampai dengan tanggal 2 September, dengan satu dari kompresor pipa harus dihentikan untuk dilakukan “maintenance”. Pukulan terhadap sektor industri Jerman kemungkinan akan mendalam di tengah berkurangnya supply gas akibat perang Rusia vs Ukraina.

Pada hari Selasa, EUR/USD berhasil mengumpulkan momentum pemulihannya dan naik ke arah pariti pada awal perdagangan sesi AS setelah data ekonomi dari AS menunjukkan bahwa aktifitas bisnis di sektor swasta terus mengalami kontraksi pada bulan Agustus sementara tekanan harga melemah.

Sebelumnya pada hari Selasa pasangan matauang EUR/USD sempat turun ke kerendahan beberapa tahun di 0.9898 namun selanjutnya berhasil naik kembali ke 0.9910 dan sekarang diperdagangkan ke arah pariti di sekitar 0.9970.

Matauang bersama Eropa sempat berada di bawah tekanan jual setelah S&P Global pada jam perdagangan sesi Eropa dalam perkiraan sementaranya melaporkan aktifitas bisnis di seluruh Uni Eropa terkontraksi untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan Agustus.

PMI Jerman sedikit lebih baik daripada yang diperkirakan, walaupun masih menunjukkan ekonomi yang terkontraks. Indeks jasa Jerman turun dari 49.7 di bulan Juli ke 48.2, sementara PMI manufaktur berada di 49.8. Penurunan PMI Jerman disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor termasuk ketidakpastian, inflasi yang tinggi dan naiknya tingkat bunga, yang mana semua faktor tersebut membebani permintaan. Angka Uni Eropa sedikit lebih baik daripada yang diperkirakan namun masih merefleksikan kontraksi ekonomi.

Sementara pasar saham memperpanjang rute bearish mereka. Saham – saham Asia turun tajam demikian juga dengan indeks saham Eropa, meskipun kerugian indeks saham Eropa masih lebih terbatas. Wall Street juga turun pada saat pembukaan yang menunjukkan hari yang buruk lagi bagi assets dengan “high-yielding”.

Pada hari Rabu, EUR/USD berbalik arah setelah jatuh ke bawah 0.9900 pada jam perdagangan awal dan pulih kembali pada jam perdagangan selanjutnya ke arah pariti. Kembali melemahnya dollar AS pada saat memasuki jam perdagangan sesi Eropa meskipun yield treasury AS mengalami kenaikan, telah memberikan dorongan naik kepada EUR/USD.

Namun pada jam perdagangan sesi AS, indeks dollar AS kembali menguat sehingga menekan kembali EUR/USD menjauh dari pariti dan diperdagangkan di sekitar 0.9946.

Indeks dollar AS menunjukkan kinerja yang biasa-biasa saja setelah rebound dari kerendahan hari Selasa di 108.36. Dolar AS mendapatkan kembali kekuatannya meskipun mengalami kontraksi yang serius di sektor swasta.

PMI AS terkontraksi secara dramatis yang disebabkan pertama-tama karena dinaikkannya tingkat suku bunga oleh the Fed. Namun indeks dollar AS masih bisa memperoleh kembali kekuatannya karena the Fed akan terus dalam jalur menaikkan tingkat bunga dengan kecepatan yang sama meskipun berakibat badai kontraksi di dalam aktifitas ekonomi.

Pada hari Selasa, angka pendahuluan yang dikeluarkan oleh S&P Global untuk PMI manufaktur AS bulan Agustus melemah ke 51.3 dibandingkan dengan yang diperkirakan di 52.0 dan juga lebih kecil dari angka sebelumnya di 52.2.

Sementara itu angka PMI jasa jatuh ke 44.1 dari sebelumnya 47.3 dan jauh di bawah dari yang diperkirakan pasar di 49.2. Menurut S&P Global, ekonomi AS sedang ada di dalam masalah dengan PMI komposit-nya turun ke 45, terendah di dalam 27 bulan.

Ditambah lagi, New Home Sales AS untuk bulan Juli jatuh ke level terendah dalam enam tahun, menjadi 511.000 dari sebelumnya 585.000 dan dari perkiraan pasar 575.000.

Dengan munculnya data ekonomi AS yang buruk, yields treasury 10 tahun AS berhenti naik dan indeks dollar AS tertekan turun. Indeks dollar AS turun dari ketinggian beberapa tahun di 109.27 ke 108.52.

Namun pada jam perdagangan akhir indeks dollar AS berbalik naik karena naiknya yields treasury 10 tahun AS di sekitar 3.10% dan 3.30%.

Pada hari Kamis, EUR/USD kehilangan daya tariknya setelah sebelumnya sempat berhasil naik mengetes pariti selama jam perdagangan sesi AS dan turun ke bawah 0.9970 di sekitar 0.9960. Indeks dollar AS yang sempat jatuh karena komentar the Fed yang hawkish pada awal hari, pada jam perdagangan selanjutnya berhasil menghapus kerugian hariannya, sehingga memaksa pasangan matauang EUR/USD tetap berada di bawah.

Pada awal perdagangan hari Kamis, pasangan matauang EUR/USD sempat naik ke puncaknya di 1.0032, namun tidak dapat mempertahankan posisinya di atas pariti dan dengan cepat turun ke zona harga sekarang di 0.9953. Sentimen pasar berbalik menjadi lebih baik menjelang Simposium Ekonomi the Fed di Jackson Hole, namun tidak cukup kuat untuk mendorong naik matauang bersama Eropa ke posisi yang lebih tinggi lagi, bahkan dengan sudah keluarnya data ekonomi Jerman yang baik sekalipun.

Jerman melaporkan bahwa GDP Q2 naik 1.7% YoY yang adalah lebih baik daripada yang diperkirakan di 1.4%. Secara kuartalan naik 0.1%, revisi dari sebelumnya di 0%. Selain itu, survey IFO bulan Agustus menunjukkan Business Climate mencapai 88.5, lebih baik daripada yang diperkirakan 86.5. Eksptektasi dan Assesment dari situasi saat ini lebih baik daripada yang diperkirakan.

ECB merilis risalah pertemuannya yang terbaru yang menunjukkan bahwa sangat besarnya anggota Dewan yang Mengatur yang setuju untuk menaikkan tingkat bunga sebesar 50 bps.

Dolar AS mulai mendapatkan pijakannya menjelang keluarnya data ekonomi AS dan memperpanjang keuntungannya setelahnya karena keluarnya data ekonomi AS yang bagus.

AS mempublikasikan perkiraan kedua dari GDP kuartal ke dua, yang direvisi naik dari – 0.9% menjadi – 0.6%. Selain itu, Initial Jobless Claims untuk minggu yang berakhir tanggal 19 Agustus turun menjadi 243.000 mengalahkan ekspektasi pasar.

Pada hari Jumat, EUR/USD telah kehilangan sebagian besar dari keuntungan hariannya dan turun di bawah 1.0000 di sekitar 0.9965, setelah pidato ketua FOMC the Fed Jerome Powell di Simposium Jackson Hole. Powell mengulangi bahwa the Fed akan memperhatikan data ekonomi yang keluar sebelum memutuskan besaran dari kenaikan tingkat suku bunga pada bulan September yang akan datang.

Di dalam pidatonya, Powell juga mengulangi bahwa inflasi tetap merupakan ancaman yang terbesar bagi ekonomi dan bank sentral AS tetap berkomitmen untuk membawa turun harga-harga konsumen kembali ke target 2%.

Di dalam pernyataannya di symposium bank sentral dia mengatakan bahwa memulihkan ke stabilan harga akan memerlukan kebijakan yang restriktif untuk sementara waktu.

Dari medan zona Euro, para investor kuatir akan naik membumbungnya harga energi dengan musim dingin sudah di ambang pintu. Ekonomi Eropa menghadapi panasnya krisis energi setelah embargo yang dikenakan atas impor energi dari Rusia. Sekarang kelihatannya, keputusan yang cepat – cepat dari Uni Eropa untuk memboikot energi Rusia sedang menghantui para pembuat kebijakan European Central Bank (ECB).

Apa yang Harus Diperhatikan pada Minggu Ini?

Tidak ada data ekonomi yang muncul pada hari Senin baik dari AS maupun dari Eropa.

Dari Eropa pada hari Selasa akan keluar data makro ekonomi sebagai berikut:

  • Consumer Confidence Eropa bulan Agustus
  • Consumer Inflation Expectation Eropa bulan Agustus
  • Consumer Price Index (CPI) Jerman bulan Agustus MoM

Pada hari Rabu, akan keluar data makro ekonomi sebagai berikut:

  • Unemployment Change Jerman bulan Agustus
  • Consumer Price Index (CPI) Eropa bulan Agustus YoY

Dari AS, pada hari Selasa, perhatian trader ada pada data Conference Board (CB) Consumer Confidence AS dan JOLTS Job Openings AS yang akan diikuti oleh pidato dari Presiden Fed New York John William.

Pada hari Rabu, trader menantikan ADP Nonfarm Employment Change AS yang akan didahului oleh pidato dari Presiden Fed Cleveland Loretta Mester.

Pada hari Kamis, dari AS akan keluar data Initials Jobless Claims mingguan yang akan diikuti oleh PMI manufaktur AS dari ISM dan Prices Paid sub-component. Data ini bisa memiliki dampak yang signifikan terhadap valuasi dollar AS menjelang munculnya data employment AS pada hari Jumat.

Pada hari Jumat, akan dipublikasikan angka NFP bulan Agustus yang akan menjadi kunci yang menentukan keputusan kenaikan tingkat bunga the Fed bulan September. 

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di 0.9930 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 0.9900 dan kemudian 0.9840. “Resistance” terdekat menunggu di 1.0000 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0050 dan kemudian 1.0105.

( vibiznews )

Most Popular

Rupiah Jumat Ditutup Melemah ke Rp15.037/USD; Dollar di Eropa Perkasa 2 Dekade Lebih Tertingginya

Dalam pergerakan pasar uang akhir pekan Jumat sore ini (23/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau ditutup melemah di hari keenamnya, menambah sedikit loss...

Harga Gula Naik Ke Tertinggi 1 Minggu

Harga gula pada penutupan pasar hari Kamis naik. Harga gula di New York naik tertinggi 1 minggu. Naiknya harga minyak mentah pada hari Kamis...

Harga Kedelai Turun, Indeks Dolar AS Menguat

Harga kedelai pada hari Kamis turun karena menguatnya indeks dolar AS. Penjualan pada minggu lalu turun karena harga kedelai dari luar AS lebih murah.  Menguatnya...

Stabilitas Nilai Tukar Rupiah Tetap Terjaga Di Tengah Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

Saat menyampaikan keputusan Dewan Gubernur Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga acuan BI7DRR, Gubernur BI menyampaikan juga beberapa hal penting. Stabilitas nilai tukar Rupiah tetap...

Recent Comments