Monday, August 8, 2022
Home Analysis Opini Rekomendasi EUR/USD Mingguan 27 Juni – 1 Juli 2022: Kenaikan Menjadi Kesempatan...

Rekomendasi EUR/USD Mingguan 27 Juni – 1 Juli 2022: Kenaikan Menjadi Kesempatan untuk Masuk ke Posisi Jual?

Setelah turun ke dasar pertengahan Juni di 1.0358, pasangan matauang EUR/USD berhasil pulih sebagian dan mengakhiri minggu lalu di perbatasan 1.0550. Kenaikan ini lemah dengan para penjual euro terus bertahan apabila kenaikan EUR/USD mencapai level resistance psikologis di 1.0600.

Memulai minggu yang baru pada minggu lalu di 1.0492, EUR/USD berhasil mengakhiri minggu lalu dengan naik ke 1.0550 setelah data AS yang keluar mengecewakan dan dollar AS melemah. Sepanjang minggu lalu EUR/USD bergerak sideways dalam rentang harga yang sempit di sekitar 1.0500 dan sekitar 1.0600, digerakkan oleh data ekonomi yang keluar dari Inggris dan naik turunnya dollar AS.

Pada hari Senin, EUR/USD naik ke arah 1.0550 diperdagangkan di sekitar 1.0535 dibantu oleh melemahnya dollar AS. Minat terhadap resiko pulih meskipun masih ada ketakutan akan terjadinya resesi.

Pasangan matauang EUR/USD naik menembus 1.0500 di tengah melemahnya permintaan terhadap dollar AS. Minggu yang baru dimulai dengan gerakan yang lambat setelah keguncangan pasar yang disebabkan oleh keputusan kebijakan bank-bank sentral pada minggu lalu. Pengumuman keputusan kebijakan bank sentral membuat investor prihatin dengan pengetatan quantitative di tengah membumbung tingginya inflasi dan melambatnya pertumbuhan ekonomi global.

Producer Price Index Jerman naik 1.6% MoM pada bulan Mei dan naik 33.6% YoY pada bulan yang sama, lebih tinggi daripada yang diperkirakan. Sementara, Uni Eropa mempublikasikan Construction Output bulan April yang turun 1.1% MoM.

Pada hari Selasa, pada awalnya EUR/USD berhasil memelihara momentum bullish-nya dan sempat naik ke arah 1.0600. Pergerakan positip di dalam sentimen terhadap resiko dan komentar terbaru dari pejabat ECB membantu matauang bersama Eropa mengatasi rivalnya.

Namun selanjutnya pasangan matauang ini kehilangan daya tariknya dan berbalik turun dan diperdagangkan di sekitar 1.0555, dengan dollar AS mulai berkurang kerugiannya,

Dalam testimoninya di depan Parlemen Eropa, Presiden ECB Christine Lagarde memberikan catatan bahwa resesi di zona euro bukanlah skenario “baseline” mereka dan memberikan konfirmasi bahwa mereka berniat menaikkan tingkat bunga kunci sebanyak 25 bps pada bulan Juli dan menaikkan lagi tingkat bunga pada bulan September.

Sementara anggota dewan gubernur ECB Olli Rehn mengatakan bahwa sangat mungkin kenaikan tingkat bunga pada bulan September akan lebih besar dari 25 bps.

Sementara itu, indeks saham berjangka AS naik hampir 2% setelah liburan panjang akhir pekan di AS, menunjukkan bahwa arus resiko mendominasi pasar keuangan pada hari Selasa.

Pada hari Rabu pagi, EUR/USD kehilangan momentum bullish-nya dan turun ke bawah 1.0500 sebelum akhirnya pulih lagi. EUR/USD mengalami rebound pada perdagangan sesi AS malam hari dan berhasil menghapus kerugian hariannya dengan berbalik melemahnya dollar AS. Pasangan matauang ini diperdagangkan di atas 1.0550 di sekitar 1.0561.

Komentar yang hawkish dari para pejabat European Central Bank (ECB) telah membantu euro menemukan permintaannya pada hari Selasa. Namun, kembali mengalirnya arus safe-haven ke pasar di tengah meningkatnya ketakutan akan resesi pada hari Rabu membuat arah EUR/USD berbalik turun.

Para ekonom di Citigroup dikabarkan melihat hampir 50% kemungkinan terjadinya resesi global. Lingkungan pasar yang enggan terhadap resiko terefleksi pada indek saham berjangka AS yang turun antara 1.6% dan 2% pada awal jam perdagangan sesi Eropa.

Pada hari Kamis, sentimen “risk-off” kembali pada jam perdagangan sesi Eropa, mendorong EUR/USD turun ke bawah 1.0500. Komentar dari ketua Federal Reserve AS Jerome Powell pada hari Rabu membangkitkan keprihatinan akan resesi. Di dalam testimoninya di depan Kongres AS, Powell mengakui bahwa menaikkan tingkat bunga terlalu cepat mengangkat resiko resesi, meskipun demikian, ditegaskan bahwa para pembuat kebijakan pada bank sentral AS percaya kecepatan kenaikan tingkat bunga saat ini masih pantas.

Selain itu, sentimen pasar yang buruk disebabkan karena keluarnya data PMI area euro untuk bulan Juni dari S&P Global yang memberikan gambaran yang suram atas pertumbuhan ekonomi Uni Eropa yang menurun ke kerendahan selama 16 bulan yang menunjukkan pertumbuhan permintaan yang mandek. PMI manufaktur area euro terkontraksi ke 52 sementara indek jasa menciut ke 52.8 dari sebelumnya 56.1 pada bulan Mei.

Gambaran yang kurang lebih sama juga terlihat pada data PMI Jerman, dengan ekonomi Jerman kehilangan momentum pada akhir dari kuartal kedua. PMI Manufaktur Jerman muncul di 52 sementara indek jasa muncul di 52.4.

Namun, pada jam perdagangan sesi AS, EUR/USD berhasil membalikkan arah, naik ke atas 1.0500 dan diperdagangkan di sekitar 1.0519 dengan berbalik melemahnya dollar AS.

Sementara itu, komentar dari ketua Federal Reserve Powell di depan panel Senat AS hari Kamis tidak menurunkan kekuatiran bahwa ekonomi AS akan masuk ke dalam resesi pada bulan – bulan yang akan datang. Powell mengatakan adalah tantangan bagi the Fed untuk mengusahakan pendaratan yang halus bagi ekonomi AS di tengah kebijakan moneter yang ketat dari bank sentral AS ini.

Pada hari Jumat, pada awalnya EUR/USD sempat kehilangan momentum bullish-nya , dengan komentar ECB yang negatip dan buruknya data ekonomi Eropa yang keluar. Namun dalam perdagangan sesi AS, pasangan matauang EUR/USD berhasil naik kembali ke 1.0550 setelah data AS yang keluar mengecewakan dan dollar AS melemah. UoM merevisi ekspektasi inflasi 5 tahunnya turun pada versi final dari survey Consumer Sentiment yang memicu aksi jual dollar AS menjelang akhir minggu.

Komentar yang berhati-hati dari para pejabat pembuat kebijakan ECB mengenai outlook pertumbuhan kelihatannya telah membebani matauang bersama Eropa. Matauang bersama Eropa mengalami kesukaran mendapatkan permintaan dengan para investor menilai ulang outlook kebijakan dari ECB.

Data PMI yang mengecewakan dari area euro dan Jerman telah membangkitkan keprihatinan akan resesi di Eropa. Posisi terbaru menunjukkan bahwa pasar sekarang memperhitungkan dalam harga kenaikan tingkat bunga ECB yang kurang dari 150 bps sampai akhir tahun, dibandingkan dengan 170 bps sebelumnya.

Data PMI manufaktur dari area euro turun dari 54.6 pada bulan sebelumnya menjadi 52.0 sementara diperkirakan akan hanya turun sedikit ke 54.5. Data PMI Jasa dari area euro turun dari 56 pada bulan sebelumnya menjadi 52.8 sementara diperkirakan akan hanya turun ke 55.2.

Sementara itu, Business Climate Index Jerman dari IFO pada bulan Juni turun ke 92.3 dari 93.0 pada bulan Mei.

Selama beberapa bulan, keprihatinan sehubungan dengan inflasi telah termaterialisasi menjadi ketakutan akan resesi. Bank-bank sentral menghabiskan waktu bertahun-tahun memberi makan kepada likuiditas pasar dan lengah karena pandemik yang dimulai pada awal 2020. Mandeknya aktifitas ekonomi sekarang ini dan lambatnya pertumbuhan ekonomi kembali ke normal mengalami dampak yang tidak terduga dimana inflasi menjadi momok.

Booming pemulihan ekonomi setelah tahun pertama pandemik melambat ditengah isu rantai supply. Mesin ekonomi dunia terlalu besar dan terlalu kompleks untuk bisa mengembalikan aktifitas ekonomi dalam hanya beberapa bulan. Melambatnya pertumbuhan ekonomi juga merupakan hal yang tidak terduga. Di atas semuanya keputusan Rusia untuk menyerbu Ukraina yang mengakibatkan seluruh dunia tampil memberikan sanksi kepada Moskow dan sekutunya, membuat kekacauan ekonomi menjadi diluar kontrol.

Menaikkan tingkat suku bunga untuk mengatasi tekanan inflasi bisa membantu tetapi pada saat yang bersamaan berdampak terhadap konsumsi yang pada gilirannya akan mengakibatkan melambatnya pertumbuhan ekonomi. Resesi dan stagflasi menjadi kata baru yang mendikte perilaku pasar saat ini.

Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell jelas mengakui ketidaksanggupan mereka untuk menurunkan harga. Di dalam testimoninya di depan Kongres Ekonomi AS, Powell mengatakan bahwa bank sentral AS ini hanya memiliki sedikit kontrol terhadap harga makanan dan energi. Meskipun demikian, the Fed merasa nyaman dengan kecepatan kenaikan tingkat bunga saat ini dan pasar mengantisipasi kenaikan tingkat suku bunga 75 bps lagi pada bulan Juli dan selanjutnya akan diikuti dengan kenaikan 50 bps. Para pembuat kebijakan ekonomi AS teguh dengan sikap agresif mereka.

Sebaliknya ECB paling berhati-hati. Kebanyakan bank sentral utama dunia telah menaikkan tingkat suku bunganya lebih dari satu kali. Namun ECB baru merencanakan untuk menaikkan tingkat bunganya sebesar 25 bps pada bulan Juli. Ternyata sikap Eropa yang moderat ini tidak menghasilkan ekonomi yang lebih baik daripada AS yang agresif. Situasi di Uni Eropa karena ketegangan dengan Rusia dan kurangnya sumber energi mengarah memburuk.

Dengan latar belakang di atas, agak tidak mungkin bagi matauang bersama Eropa untuk bisa mengumpulkan momentum bullish yang berkelanjutan.

Dari sisi data makro ekonomi, angka-angka yang berhubungan dengan inflasi tetap menunjukkan tekanan inflasi, sementara angka-angka yang berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi memberikan signal melambatnya pertumbuhan.

Minggu ini akan keluar data-data makro ekonomi yang relevan yang kemungkinan akan memberikan realitas ekonomi yang sama.

Pada hari Senin AS akan mempublikasikan Durable Goods Orders bulan Mei, yang diperkirakan akan naik sedikit 0.1% MoM.

Pada hari Rabu Jerman akan merilis perkiraan pendahuluan dari Consumer Price Indeks bulan Juni, sementara AS akan mempublikasikan perkiraan final dari GDP kuartal pertama.

Pada hari Rabu, ketua the Fed Jerome Powell akan memberikan testimoninya di depan Senate Banking Committee mengenai Semi-Annual Monetary Policy Report yang akan diperhatikan oleh para trader untuk mendapatkan petunjuk yang baru untuk arah pergerakan harga.

Pada hari Kamis, Eropa dan AS akan mempublikasikan laporan PMI Manufaktur dan Jasa.

Selanjutnya Jerman akan mempublikasikan Retail Sales bulan Mei dan AS akan merilis angka inflasi PCE inti sesudahnya dan Uni Eropa akan memberikan perkiraan pendahuluan dari data inflasi bulan Juni sesudahnya. Pada akhirnya Presiden ECB Christine Lagarde akan muncul dengan komentarnya sepanjang minggu.

“Support” terdekat menunggu di 1.0480  yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0430 dan kemudian 1.0380. “Resistance” terdekat menunggu di 1.0600 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0640 dan kemudian 1.0780.

( vibiznews )

Most Popular

Harga Jagung Naik Sedikit Di akhir Minggu

Harga jagung di akhir minggu naik sedikit. Kenaikan tertahan karena sudah dikirim 3 kapal berikut berisi jagung dan kapal pertama sudah kembali.   Perhatian masih...

Review Minggu-I- Agustus Kopi, Gula, Kakao

Review Pasar Minggu Pertama Agustus  Harga kopi, gula, kakao beragam .   Indeks dolar AS menguat ke tertinggi 1 minggu, membuat harga komoditi turun.    Harga kopi ...

GOLD : Analisa Teknikal Harian 8 Agustus 2022

Hari ini, GOLD / XAUUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada dalam sebuah pola yang cukup menarik. Simak XAUUSD...

Bitcoin (BTC) : Analisa Teknikal Harian 8 Agustus 2022

Hari ini, Bitcoin (BTC) memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang menarik. Simak Bitcoin dalam Weekly chart berikut: Dilihat...

Recent Comments