Friday, July 1, 2022
Home Analysis Opini Rekomendasi EUR/USD Mingguan 2 – 6 Mei 2022: Oversold Namun Masih Ada...

Rekomendasi EUR/USD Mingguan 2 – 6 Mei 2022: Oversold Namun Masih Ada Ruang untuk Turun?

Memulai minggu perdagangan yang baru, hari Senin di 1.0800, EUR/USD mengalami penurunan yang signifikan ke kerendahan selama 5 tahun di 1.0470 pada hari Kamis. Meskipun setelah itu berhasil naik lagi ke atas 1.0500 namun EUR/USD mengakhiri perdagangan pada hari Jumat di teritori negatip di level  1.0530.

Penurunan EUR/USD terutama disebabkan oleh arus safe-haven terus menguasai pasar pada hampir sepanjang minggu lalu yang mendorong naik indeks dolar AS sehingga mencapai ketinggian yang baru di 103.035. Keengganan terhadap resiko menguasai pasar keuangan di tengah berita-berita sehubungan dengan pertumbuhan ekonomi dan penyebaran Covid di Cina. sehingga memperburuk isu rantai supply, yang membahayakan kemajuan ekonomi, ditambah dengan perkiraan the Fed dan para bank sentral utama dunia lainnya akan bersikap hawkish.

Memulai minggu perdagangan yang baru, hari Senin di 1.0800, EUR/USD kehilangan daya tariknya dan diperdagangkan di sekitar 1.0700, setelah sempat recover ke arah 1.0750 karena data IFO Jerman yang bagus pada jam perdagangan sesi Eropa pagi hari. Namun dengan arus safe-haven mendominasi pasar keuangan pada hari Senin, dollar AS berhasil mempertahankan kekuatannya dan terus membebani pasangan matauang EUR/USD.

Keengganan terhadap resiko menguasai pasar keuangan pada pembukaan perdagangan minggu yang baru di tengah berita-berita sehubungan dengan pertumbuhan ekonomi dan penyebaran Covid di Cina. Pemerintah Cina memberlakukan lockdown terhadap beberapa distrik di Beijing karena merebaknya virus corona. Sementara supplier utama Apple, Foxconn Technology Group, menghentikan operasi di dua pabrik di Cina Timur sehingga memperburuk isu rantai supply, yang membahayakan kemajuan ekonomi. Akibatnya pasangan matauang EUR/USD sempat jatuh ke 1.0706, level terendah sejak Maret 2020, ketika pandemic baru mulai dan mengirim EUR/USD ke kerendahan beberapa tahun di 1.0635.

Jerman mempublikasikan survey on Business Climate IFO bulan April, yang muncul lebih baik daripada yang diperkirakan, membaik dari 90.8 ke 91.8. Uni Eropa merilis Construction Output bulan Februari yang naik 1.9% dalam sebulan, sementara AS mempublikasikan Chicago Fed National Activity Index bulan Maret yang tercetak di 0.44.

Hari Selasa, dolar AS meneruskan tren naiknya, dengan pasar berbalik berhati-hati karena keprihatinan covid yang menyebar lagi di Cina dan perkiraan the Fed akan bersikap hawkish yang membuat dollar AS mengumpulkan kembali kekuatannya sebagai assets safe-haven.

Cina sedang berjuang untuk mengkontrol merebaknya coronavirus di Beijing, sementara lockdown yang berkelanjutan di Shanghai memperparah isu rantai supply. Lockdown yang lebih besar berarti lebih banyak terjadi “bottlenecks”. Sementara itu, para bank sentral terus memberikan tanda akan melakukan pengetatan kebijakan moneter yang agresif.

Pembuat kebijakan di ECB Martins Kazaks mengatakan bahwa dia lebih suka kenaikan tingkat bunga yang pertama di bulan Juli setelah APP berakhir pada permulaan bulan Juli dan menambahkan bahwa bank sentral Eropa ini memiliki ruang untuk menaikkan tiga kali kenaikan tingkat bunga pada tahun ini. Namun pernyataan yang hawkish dari pejabat ECB ini diabaikan pasar.

EUR/USD mendapatkan tekanan bearish yang baru dan jatuh ke level terlemah dalam lebih dari lima tahun di sekitar 1.0546 pada hari Rabu. Setelah memulai hari di teritori positip, tidak perlu waktu yang lama, indeks saham utama di Wall Street berbalik merah pada hari itu, sekali lagi memberikan kesempatan kepada dollar AS untuk mengkapitalisir arus safe-haven.

Pasangan matauang EUR/USD jatuh menembus level support yang kuat di 1.0553 yang merupakan kerendahan pada tahun 2020 dan diperdagangkan di kerendahan yang terakhir terjadi pada 2017 yang lalu. Hal yang menyebabkan terjadinya rally USD adalah sedang bertempurnya Cina melawan Covid dan invasi Rusia ke Ukraina yang belum ada tanda-tanda mereda ditambah lagi dengan agresif nya para bank sentral dalam menghadapi inflasi.

Pada hari Rabu, produsen gas utama Rusia, Gazprom menghentikan supply gas ke Polandia dan Bulgaria, dengan kedua negara ini menolak membayar dengan rubles. Jerman dan Yunani mengumumkan bahwa mereka akan mengirim tambahan gas ke kedua negara, namun hal ini umumnya dipandang sebagai usaha mengancam Moskow yang menurut perwakilan Uni Eropa hanya akan membuat eskalasi ketegangan diantara ke dua negara. Harga energi terus naik, menambah panas inflasi yang sudah tinggi dan mendorong para bank sentral untuk menjalankan pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif.

Jerman mempublikasikan GFK Consumer Sentiment survey yang jatuh ke – 26.5 pada bulan April dari sebelumnya di – 15.5, dan jauh lebih buruk daripada yang diperkirakan di – 16. Sementara AS mempublikasikan MBA Mortgage Applications untuk minggu yang berakhir pada tanggal 22 April, yang jatuh sebesar 8.3%, dan Goods Trade Balance bulan Maret membukukan defisit sebesar $ – 125.3 miliar, lebih besar daripada yang sebelumnya di $ – 107.5 miliar.

Pada hari Kamis, Pada awalnya sebelum keluar data GDP kuartal pertama AS, EUR/USD runtuh ke bawah 1.0500 dan sempat diperdagangkan di 1.0470 selama jam perdagangan sesi Eropa, level terendah sejak bulan Januari 2017.

EUR/USD berhasil bangkit dari kerendahan yang disebutkan tadi namun tidak berhasil memperpanjang pemulihan melampaui 1.0560, dimana para seller membuat EUR/USD kembali turun ke 1.0470.

EUR/USD berhasil bangkit naik menembus 1.0500 dan diperdagangkan disekitar 1.0502, setelah data dari AS pada hari Kamis menunjukkan bahwa ekonomi AS terkontraksi sebesar – 1.4%.

Data ekonomi yang keluar dari AS menunjukkan bahwa GDP AS kuartal pertama 2022 mengalami kontraksi, Departeman Perdagangan AS mengatakan bahwa perkiraan tingkat advance menunjukkan GDP AS kuartal pertama turun 1.4% dibandingkan dengan yang diperkirakan pasar, naik 1%.

Pada hari Jumat, EUR/USD terus diperdagangkan di teritori positip di atas 1.0500 di sekitar 1.0542, namun kelihatannya mengalami kesulitan untuk mengumpulkan momentum bullishnya di tengah pergerakan sentimen terhadap resiko ke arah yang negatip.

Secara basis bulanan, core Personal Consumption Expenditures (PCE) index AS naik 0.3% pada bulan Maret. Angka inflasi ini sesuai dengan yang diperkirakan pasar. Inflasi inti selama setahun naik 5.2% sementara pasar memperkirakan kenaikan sebesar 5.3%.

Sementara itu, perkiraan terbaru dari GDP AS kuartal pertama turun 1.4% dibandingkan dengan yang diperkirakan pasar kenaikan 1.0%. Meskipun demikian, angka detilnya tetap kuat dengan Personal Consumption naik 2.7%, Disposable Income naik 4.8% dan Gross Private Investment naik 2.3%. Dengan demikian pertumbuhan permintaan swasta tetap kuat.

Tekanan jual yang berat terhadap dollar AS dan data terbaru dari area euro telah membantu pasangan matauang EUR/USD naik pada awal perdagangan hari Jumat.

AS juga mempublikasikan Durable Goods Orders bulan Maret yang bertumbuh sedikit 0.8% MoM di bawah dari yang diperkirakan sebesar 1%. Ketakutan akan datangnya resesi di AS menambah sentimen pasar yang buruk dan permintaan terhadap obligasi pemerintah yang safe-haven. Yields treasury naik pada minggu lalu dengan obligasi jangka waktu 10 tahun naik ke 2.84%.

Ekonomi Jerman bertumbuh sebesar 3.7% YoY pada kuartal pertama, dibandingkan dengan yang diperkirakan di 3.6%. Harmonised Index of Consumer Prices (HICP) tahunan di area euro naik ke 7.5% pada bulan April dari 7.4% pada bulan Maret dan Core HICP naik ke 3.5% pada periode yang sama, melampaui perkiraan pasar di 3.2%.

Minggu ini, pasar forex akan digerakkan oleh keputusan tingkat bunga dari Federal Reserve AS dengan bank sentral AS ini mengabaikan penurunan yang tajam dari GDP AS kuartal pertama dan tetap fokus untuk memerangi inflasi.

Federal Reserve AS direncanakan akan membuat keputusan mengenai tingkat bunga pada hari Rabu dan telah mengunci dirinya sendiri kepada siklus kenaikan tingkat bunga yang agresif selama tiga kali pertemuan yang akan datang. Pasar telah memperhitungkan dalam harga kenaikan tingkat bunga sebanyak 250 basis poin selama 12 bulan ke depan. Untuk bulan Juli, investor akan memperhatikan petunjuk-petunjuk yang keluar dengan kenaikan tingkat bunga sebesar 75 bps sudah dalam perencanaan.

Pasar menantikan dua hal yaitu kenaikan tingkat bunga sebesar 50 bps dan dimulainya pengetatan quantitative yang diperkirakan tidak akan terpengaruh dengan penurunan GDP di kuartal pertama yang tidak terduga sebesar 1.4%. Ini adalah kenaikan tingkat bunga yang terbesar selama dua dekade dan akan menjadi permulaan dari siklus pengetatan yang lebih banyak agresif.

Federal Reserve AS akan menekankan pertumbuhan employment yang terus kuat, dampak sementara dari gelombang Omicron dan meningkatnya tingkat pertumbuhan penjualan final ke para pembeli domestik swasta, yang dianggap sebagai ukuran dari permintaan yang lebih baik. Meskipun demikian, dengan tingginya inflasi, tidak ada pilihan lain, kebijakan moneter harus diperketat dengan cepat tanpa peduli ongkos yang harus keluar terhadap ekonomi riil.

Sementara itu para pembuat kebijakan di ECB juga sudah bergerak offensive. Wakil Presiden ECB Luis de Guindos mengatakan pada awal minggu bahwa kenaikan tingkat bunga akan dengan cepat mengikuti berakhirnya program pembelian obligasi, yang berarti kenaikan tingkat bunga sekarang diperkirakan sudah bisa dimulai pada bulan Juli. Anggota Dewan Gubernur ECB juga memberikan isyarat akan kenaikan tingkat bunga di atas nol sebelum akhir tahun ini. Sejak Juni 2014, tingkat bunga di Uni Eropa telah di bawah 0%.

Sementara ECB hanya merencanakan untuk menaikkan tingkat bunga sebesar 50 bps yang membuat tingkat bunga ECB di atas 0%, Federal Reserve AS sudah merencanakan akan menaikkan tingkat suku bunga sampai sekitar 2.75% sampai pada akhir tahun. Ketidak seimbangan yang nyata antara ke dua bank sentral ini menambah tekanan turun terhadap EUR/USD pada minggu ini dan bulan-bulan yang akan datang.

Pada minggu ini, selain ada pertemuan FOMC the Fed, Bank of England juga akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya sementara AS akan mempublikasikan laporan Nonfarm Payrolls pada hari Jumat. AS diperkirakan akan menambah 400.000 pekerjaan baru di bulan April, sementara tingkat pengangguran diperkirakan stabil di 3.6%.

AS juga akan merilis PMI manufaktur bulan April yang diperkirakan membaik dari 57.1 ke 58.0 dan PMI jasa dari ISM sebesar 59.0.

Di Eropa, fokus akan ada pada Retail Sales Jerman bulan Maret yang diperkirakan naik sebesar 0.3% MoM, sementara itu Uni Eropa juga akan merilis Retail Sales untuk bulan yang sama yang diperkirakan akan naik sedikit 0.2% MoM.

“Support” terdekat menunggu di 1.0500  yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0460 dan kemudian 1.0400. “Resistance” terdekat menunggu di 1.0605 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0650 dan kemudian 1.0700.

( vibiznews )

Most Popular

Harga Kakao Turun ke Terendah 11 Bulan

Harga kakao pada penutupan pasar hari Kamis turun. Penurunan harga selama seminggu. Harga kakao pada hari Kamis di New York turun ke terendah 11...

Forex Eropa EURUSD 1 Juli: Sentimen Masih Bearish

Di tengah perdagangan forex sesi Eropa Jumat (1/7/2022) posisi euro dalam pair EURUSD masih bergerak bearish di area support harian secara teknikal. Selain oleh...

Harga Minyak WTI Lanjutkan Penurunan, Brent Cetak Gain Mingguan

Harga minyak mentah dunia beranjak naik di pasar komoditas sesi Eropa hari Jumat (1/7/2022) dan masuki area resisten harian secara teknikal.  Terpantau  harga minyak...

Harga Emas Awal Juli Semakin Murah, Terendah dalam 5 Bulan

Harga emas terpantau semakin murah pada perdagangan sesi Eropa hari Jumat (1/7/2022) yang telah menembus posisi support kuat secara teknikal. Harga emas meluncur untuk...

Recent Comments