Sunday, September 25, 2022
Home Berita Komoditas Rekomendasi Emas Mingguan 29 Agustus – 2 September 2022: Akankah Turun ke...

Rekomendasi Emas Mingguan 29 Agustus – 2 September 2022: Akankah Turun ke $1,600?

Setelah turun hampir $25 karena pidato yang ditunggu-tunggu dari ketua Federal Reserve Jerome Powell, emas beresiko untuk jatuh ke $1,600 per ons kecuali para pembeli melangkah masuk dan membeli dari bawah.

Apa yang Terjadi pada Minggu Lalu?

Memulai minggu perdagangan yang baru pada minggu lalu di $1,751, emas mengakhiri minggu lalu stabil di sekitar $1,753. Pada hari Senin harga emas turun lagi dan menyentuh ke rendahan selama tiga minggu di $1,733, karena USD naik tajam mendekati ketinggian selama 20 tahun. Namun pada hari Selasa berhasil naik ke $1,750 karena USD berbalik turun tajam. Pada hari Rabu stabil di $1,749. Pada hari Kamis berhasil naik ke $1,758 karena berbagai macam faktor pendukung. Dan pada hari Jumat berbalik turun tajam ke sekitar $1,737 setelah pidato Powell yang hawkish.

Pergerakan Harian Harga Emas Minggu Lalu

Harga emas turun lagi dan menyentuh ke rendahan selama tiga minggu pada awal perdagangan sesi AS hari Senin. Kuatnya indeks dollar AS yang menyentuh ketinggian selama lima minggu dalam perdagangan semalam dan kembali mendekati ketinggian selama 20 tahun yang dicetak pada bulan Juli membuat para pembeli emas tidak berani masuk posisi.

Emas berjangka kontrak bulan Oktober turun $18.20 ke $1,733.40 per troy ons.

Harga emas sempat turun dalam perdagangan sesi AS hari Selasa. Sangat kuatnya indeks dollar AS yang menyentuh ketinggian hampir 20 tahun dalam perdagangan semalam terus membuat para pembeli emas semakin jarang sekarang ini. Naiknya yields treasury AS juga menjadi faktor bearish bagi emas.

Namun dalam jam perdagangan selanjutnya, dollar AS berbalik melemah dengan keluarnya data Purchasing Manager Index (PMI) yang mengecewakan sehingga mendorong harga emas naik. PMI jasa dan komposit AS dua-duanya jatuh ke teritori kontraksi, sementara sektor manufaktur masih tetap di atas batas kunci di 50. Angka di bawah 50 dianggap sedang dalam masa kontraksi sementara angka di atas 50 dianggap sedang dalam masa ekspansi. Angka PMI yang mengecewakan ini membuat dollar AS terbenam dari ketinggian di atas 109.00, menjadi 108.33.

Pasar emas juga mendapatkan permintaan safe – haven yang baru dengan ketakutan akan resesi kembali muncul di pasar emas setelah keluarnya angka New Home Sales AS yang jatuh ke 511.000 rumah pada bulan Juli. Turun 12.6% dari angka revisi bulan Juni di 585.000 unit. Selain itu angka yang keluar masih lebih rendah daripada yang diperkirakan pasar sebesar 574.000 rumah.

Emas berjangka kontrak bulan Oktober naik $15.20 ke $1,748.10 per troy ons.

Harga emas sempat melemah pada awal perdagangan sesi AS hari Rabu. Menguatnya indeks dollar AS yang tidak jauh di bawah level hari Selasa di ketinggian 20 tahun dan naiknya yields obligasi treasury AS adalah elemen bearish yang terus membebani pasar metal berharga emas.

Namun harga emas berhasil menguat pada pertengahan jam perdagangan sesi AS hari Rabu, karena koreksi harga yang normal setelah mengalami tekanan jual belakangan ini. Aksi short-covering di pasar berjangka dan perceived bargain buying di pasar tunai terjadi yang mendukung naik harga emas.

Emas berjangka kontrak bulan Oktober naik $1.50 ke $1,749.80 per troy ons.

Harga emas naik pada awal perdagangan sesi AS hari Kamis, didukung oleh melemahnya indeks dollar AS. Sebelumnya, pada awal minggu ini indeks dollar AS terus mengalami rally sehingga menyentuh ketinggian hampir 20 tahun.

Kenaikan harga minyak mentah baru-baru ini juga menjadi kekuatan bullish terhadap emas di luar pasar emas.

Ditambah lagi dengan aksi “short-covering” di pasar berjangka dan “Perceived value buying” di pasar tunai, semua ini mendorong naik harga emas sehingga sempat mencapai $1,764 sebelum akhirnya sedikit terkoreksi normal ke $1,758, karena berkurangnya penurunan dollar AS.

Emas berjangka kontrak bulan Oktober naik $9.00 ke $1,758.50 per troy ons.

Pada hari Jumat, harga emas jatuh ke kerendahan sesi dengan ketua Federal Reserve AS Jerome Powell memberikan nada yang hawkish di dalam pidatonya yang sangat dinantikan di Jackson Hole Wyoming.

Di dalam pidatonya, Powell mengulangi bahwa inflasi tetap merupakan ancaman yang terbesar bagi ekonomi dan bank sentral AS tetap berkomitmen untuk membawa turun harga-harga konsumen kembali ke target 2%.

Di dalam pernyataannya di symposium bank sentral dia mengatakan bahwa memulihkan ke stabilan harga akan memerlukan kebijakan yang restriktif untuk sementara waktu.

Emas berjangka kontrak bulan Oktober turun $23.00 ke $1,735.90 per troy ons

Simposium Jackson Hole

Perubahan kebijakan moneter dari Federal Reserve tidak terjadi dan tingkat bunga the Fed akan tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama dari yang diperkirakan pasar. Demikian inti sari apa yang dikatakan oleh ketua Federal Reserve AS Jerome Powell di Simposium Jackson Hole.

Pada hari Jumat minggu lalu, Powell berkata bahwa untuk memulihkan kestabilan harga perlu mempertahankan sikap kebijakan yang restriktif untuk beberapa waktu lamanya. Sejarah mencatat perlunya berhati-hati dengan sangat terhadap kebijakan pelonggaran yang prematur.

Powell juga tidak mengabaikan akan dinaikkannya kembali tingkat suku bunga sebesar 75 bpas pada pertemuan bank sentral AS ini pada bulan September yang akan datang. dan mengulangi bahwa banyak hal akan tergantung kepada data makro ekonomi yang dirilis dalam tiga minggu ke depan.

Powell mengatakan bahwa kenaikan tingkat bunga yang luarbiasa besar pantas dilakukan pada pertemuan the Fed berikutnya. Dan keputusan pada pertemuan bulan September akan tergantung secara total kepada data ekonomi yang akan datang dan outlook ekonomi yang bergulir.

Ketua the Fed ini ingin menghindari kesalahan pada tahun 1970 an, itu sebabnya mengapa dia berencana untuk bertindak agresif sekarang. Suksesnya memerangi inflasi oleh Volcker pada awal tahun 1980 an diikuti oleh beberapa kegagalan usaha dalam menurunkan inflasi selama 15 tahun sebelumnya. Suatu periode yang panjang dari kebijakan moneter yang restriktif pada akhirnya diperlukan untuk menurunkan inflasi yang tinggi.

Dampaknya terhadap Harga Emas

Pasar emas melemah secara luas setelah pidato Powell di Jackson Hole. Harga emas turun tajam setelah Powell mengatakan bahwa the Fed akan terus melakukan apa yang bisa dilakukan. Kelihatannya mereka akan melakukan apa saja yang diperlukan untuk memerangi inflasi tidak peduli apapun akibatnya.

Prioritas Powell jelas, memasuki pertemuan the Fed bulan September yang akan datang dengan hasil pergerakan yang agresif untuk menghindarkan diri dari kesalahan the Fed pada masa lalu.

The Fed sedang melihat kepada sejarah dan apa yang pernah terjadi pada tahun 1970 an dan awal tahun 1980 an. Kelihatannya the Fed ingin bersikap restriktif dan tetap mempertahankan tingkat bunga yang tinggi lebih lama. Mereka tidak ingin terjadi situasi dimana mereka membiarkan inflasi berkuasa. Sebelumnya banyak orang berpikir bahwa the Fed akan melonggarkan kebijakannya dengan melambatnya ekonomi AS. Sekarang orang melihat the Fed tidak akan melakukan hal itu.

Emas berespon terhadap janji akan naiknya tingkat bunga riil. Yields treasury AS dua tahun naik setelah pidato dari Powell selesai dan ekspektasi akan inflasi turun sedikit. Apabila tingkat bunga nominal yang tinggi dikombinasikan dengan menurunnya ekspektasi inflasi, maka tingkat bunga riil akan bergerak naik. Secara tradisional hal ini berdampak cukup negatip bagi harga emas dan mendorong harga-harga turun.

Meskipun demikian, pesan dari Powell bisa jadi repetitif yang bisa berakhir dengan malah membantu mendorong naik harga emas.

Level Harga Emas yang Harus Diperhatikan

Saat ini harga emas kemungkinan tidak bisa bergerak naik tinggi sampai bisa diyakinkan bahwa the Fed akan berbalik arah. Dan hal ini juga kelihatannya tidak mungkin sampai nanti pada tahun 2023.

Harga emas pada minggu ini kemungkinan bergerak di sekitar $1,700 an dengan support yang kuat ada pada sekitar $1,690 – $1,700. Para pembeli yang sering membeli dari bawah – perceived bargain hunter – kemungkinan akan banyak yang masuk untuk membeli pada level harga emas ini.  Namun apabila support yang kuat ini tertembus, kejatuhan harga emas ke $1,600 bukanlah suatu kejutan.

Data Ekonomi Minggu Ini

Dengan the Fed begitu fokus kepada data makro ekonomi yang muncul, laporan – laporan mengenai data inflasi dan employment bulan Agustus yang akan muncul pada minggu ini akan menjadi pergerak pasar utama yang harus diperhatikan sebelum tiba pada pertemuan the Fed bulan September.

Saat ini pasar memproyeksikan payrolls AS untuk bulan Agustus masih sangat bagus dengan tingkat pengangguran diproyeksikan masih tetap berada pada 3.5% dan ekonomi AS menambahkan hampir 300.000 pekerjaan baru.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $1,730 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,722 dan kemudian $1,700.

“Resistance” terdekat menunggu di $1,750 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,775 dan kemudian $1,800.

( vibiznews )

Most Popular

Rupiah Jumat Ditutup Melemah ke Rp15.037/USD; Dollar di Eropa Perkasa 2 Dekade Lebih Tertingginya

Dalam pergerakan pasar uang akhir pekan Jumat sore ini (23/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau ditutup melemah di hari keenamnya, menambah sedikit loss...

Harga Gula Naik Ke Tertinggi 1 Minggu

Harga gula pada penutupan pasar hari Kamis naik. Harga gula di New York naik tertinggi 1 minggu. Naiknya harga minyak mentah pada hari Kamis...

Harga Kedelai Turun, Indeks Dolar AS Menguat

Harga kedelai pada hari Kamis turun karena menguatnya indeks dolar AS. Penjualan pada minggu lalu turun karena harga kedelai dari luar AS lebih murah.  Menguatnya...

Stabilitas Nilai Tukar Rupiah Tetap Terjaga Di Tengah Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

Saat menyampaikan keputusan Dewan Gubernur Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga acuan BI7DRR, Gubernur BI menyampaikan juga beberapa hal penting. Stabilitas nilai tukar Rupiah tetap...

Recent Comments