Friday, July 1, 2022
Home Berita Komoditas Rekomendasi Emas Mingguan 28 Maret – 1 April 2022: Bisakah Mencapai $2,000...

Rekomendasi Emas Mingguan 28 Maret – 1 April 2022: Bisakah Mencapai $2,000 Lagi?

Setelah mengalami minggu dengan keuntungan yang solid kembali, emas bisa mencapai lagi level $2,000 per ons pada minggu ini. Namun, belum tentu hal itu bisa terjadi. Ada beberapa elemen tehnikal yang perlu dipenuhi pada saat yang bersamaan agar supaya harga emas bisa mencapai level $2,000 lagi.

Setelah tertekan turun pada 2 minggu lalu dan diperdagangkan di bawah $2,000 dalam rentang perdagangan $1,913 sampai $1,956, pada minggu lalu, hampir sepanjang minggu, harga emas di perdagangkan di dalam rentang harga yang sama yang sempit, namun menjelang akhir minggu harga emas mulai mengalami dorongan kenaikan yang lebih kuat dengan keengganan terhadap resiko di pasar tetap tinggi di tengah perang Rusia – Ukraina dan implikasinya yang sangat banyak bagi dunia.

Emas berhasil naik lebih dari 1.3% pada minggu lalu meskipun terjadi kenaikan yang massif pada yields treasury AS yang dipicu oleh pasar memperkirakan Federal Reserve akan menjadi lebih agresif. Hal ini terjadi setelah kepala the Fed Jerome Powell memberikan signal kemungkinan kenaikan tingkat bunga the Fed sebesar 50 basis poin pada pertemuan the Fed yang akan datang di bulan Mei atau Juni.

Harga emas sempat naik dan diperdagangkan di sekitar $1,964, terbantu juga dengan naiknya harga minyak mentah dengan tajam. Namun pada akhir perdagangan keadaan berbalik dengan berbalik turunnya harga minyak mentah dari ketinggian di $116 ke kerendahan di $109 dan harga emas turun ke $1,958.

Naiknya yields biasanya adalah negatip bagi emas yang tidak memiliki pendapatan bunga. Tapi kali ini, diverjensi yang berkelanjutan diantara ke dua “class asset” ini menyoroti sensitifitas yang baru ditemukan terhadap inflasi dan perlu untuk membeli setiap asset riil sebagai lindung nilai termasuk emas.

Selain itu juga ada keprihatinan kurva yields akan mengalami inversi. Para analis sedang memperhatikan dengan seksama kurva yields treasury AS 10 tahun dan 2 tahun.

Biasanya ketika kurva yields mengalami inversi, hal ini memproyeksikan kemungkinan kuat akan terjadi resesi ke depannya. Bulan Januari telah mencetak rekor terburuk bagi saham. Pasar memperkirakan akan melihat kelemahan yang sama pada dua kuartal berikutnya. Sebaliknya emas mengalami kenaikan. Bila hal ini terjadi kembali, ini bisa mendorong harga emas naik kembali ke level $2,000 per ons.

Inversi dari kurva yields terjadi Ketika obligasi janga Panjang memiliki yields yang lebih rendah dari pada obligasi jangka pendek. Dan pasar memakai ukuran ini sebagai suatu bayangan terjadinya resesi.

Kurva yield sudah mulai mendatar, sementara tingkat bunga terus naik. Sebegitu jauh tidak ada indikasi bahwa the Fed akan menahan kenaikan tingkat suku bunga. Pasar malah membicarakan kenaikan tingkat bunga sebesar 0.5 bps pada dua pertemuan the Fed yang akan datang.

Meskipun masih menjadi perdebatan apakah kurva yield yang inversi adalah pertanda awal dari akan terjadinya resesi, topik ini dengan pasti ada dipikiran setiap orang dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi sepertinya tidak dapat dihindari yang disebabkan oleh karena pengetatan kebijakan moneter dari the Fed secara agresif. Pasar mengkuatirkan the Fed akan terlalu banyak mengerem pertumbuhan ekonomi jika terus menaikkan tingkat suku bunga.

The Fed memproyeksikan kenaikan tingkat bunga sebanyak 7 kali pada tahun 2022. Namun angka ini kemungkinan tidak tercapai, turun menjadi hanya 5 kali. The Fed tidak akan bisa menaikkan banyak tingkat bunga di dalam lingkungan ekonomi yang melemah.

Hal ini adalah lingkungan yang konstruktif bagi emas. Emas sudah berhasil dengan baik menghadapi kenaikan yields pada minggu lalu. Banyaknya kenaikan tingkat bunga terbatas. Naiknya yields memukul obyektif mereka pada level ini. Emas seharusnya bisa mendapatkan dukungan naik.

Selain itu, permintaan safe-haven yang baru di tengah perang yang berlangsung di Ukraiana akan membuat inflasi terus mengalami kenaikan dan pada gilirannya akan mendorong harga emas naik.

Minggu ini data makro ekonomi yang akan dirilis adalah GDP AS kuartal ke 4 dan laporan employment. Pasar memperkirakan GDP AS bertumbuh sebesar 7.1% dan ekonomi AS menambah 488.000 pekerjaan baru di bulan Maret.

Fokus pasar terutama lebih kepada angka pekerjaan. Sementara permintaan terhadap pekerjaan sangat kuat, isunya adalah kurangnya supply tenaga kerja untuk mengisi lowongan yang tersedia. Seperti halnya dengan rantai supply, kurangnya pekerja yang cocok menahan laju potensi pertumbuhan dan menambah biaya atas upah di tengah pasar tenaga kerja yang panas. Apabila angka yang keluar mencapai sekitar 500.000 pekerjaan untuk bulan Maret, hal ini akan mensupport ekspektasi kenaikan 50 basis poin pada bulan Mei.

“Support” terdekat menunggu di $1,937 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,925 dan kemudian $1,900.

“Resistance” terdekat menunggu di $1,967 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,976 dan kemudian $2,000.

( vibiznews )

Most Popular

Euro Membalik Kerugian saat Dolar AS Terjatuh

Euro pulih pada Kamis dari level terendah dua minggu terhadap dolar, yang tersendat setelah data inflasi baru menunjukkan belanja konsumen AS naik kurang dari...

Harga Minyak Kembali Naik Setelah Terjatuh di Sesi Sebelumnya

Harga minyak naik tipis di awal perdagangan pada hari Jumat, setelah tenggelam di sesi sebelumnya karena OPEC+ mengatakan akan tetap pada rencana kenaikan produksi...

80.000 Miliuner Bitcoin Musnah dalam Kehancuran Besar Kripto 2022

Lebih dari 80.000 investor Bitcoin (BTC) telah dicabut status miliunernya karena penurunan pasar kripto, tetapi harga yang lebih rendah berarti jumlah koin keseluruhan bertambah. Kembali...

Coinbase ingin Ekspansi ke Eropa di tengah Crypto Winter

Coinbase memperluas operasinya ke berbagai negara di Eropa di tengah “crypto winter.” Meskipun memberhentikan banyak karyawan dan membatalkan tawaran pekerjaan, wakil presiden Coinbase Nana...

Recent Comments