Sunday, September 25, 2022
Home Berita Komoditas Rekomendasi Emas Mingguan 22 – 26 Agustus 2022 : Masih Sulit untuk...

Rekomendasi Emas Mingguan 22 – 26 Agustus 2022 : Masih Sulit untuk Naik ?

Minggu lalu, emas mengakhiri minggu perdagangan terakhir dengan penurunan lebih dari $50 karena kuatnya dollar AS membebani harga emas menjelang symposium ekonomi di Jackson Hole.

Apa yang Terjadi Minggu Lalu?

Bukan hal yang mengejutkan melihat bagaimana harga emas tertekan turun karena kuatnya dollar AS, karena hal ini sudah berlangsung selama hampir keseluruhan musim panas dengan Federal Reserve AS terus menaikkan tingkat suku bunga dengan agresif.

Dolar AS sedang kuat-kuatnya. Dolar AS naik terhadap semua matauang utama dunia dan memotong semua level tehnikal kunci dengan tajamnya.

Memulai minggu perdagangan yang baru hari Senin minggu lalu di $1,818, emas tertekan turun ke $1,747 mengakhiri minggu lalu pada perdagangan hari Jumat. Emas sudah mulai tertekan turun dari sejak hari Senin ke $1,779, hari Selasa ke $1,775, hari Rabu ke $1,763, hari Kamis ke $1,757 dan hari Jumat ke 1,751. Faktor bearish di luar pasar emas antara lain menguatnya dollar AS, melemahnya harga minyak mentah dan rally pasar saham ikut mendorong turun harga emas selain kekuatiran akan berkurangnya permintaan di pasar emas.

Pergerakan Harian Harga Emas Minggu Lalu

Harga emas turun pada awal perdagangan sesi AS hari Senin, karena keprihatinan terhadap permintaah emas setelah sekumpulan data makro ekonomi yang lemah dari Cina mendominasi pasar dengan ketakutan.

Emas berjangka kontrak bulan Oktober turun $39.10 ke $1,779.90 per troy ons. Sementara perak berjangka Comex bulan September turun $0.493 ke $20.205 per ons.

Memulai minggu perdagangan yang baru, keengganan terhadap resiko meningkat setelah bank sentral Cina tanpa terduga mengumumkan menurunkan tingkat bunganya dan menambah likuiditas ke sistem keuangan Cina setelah negara ini melaporkan beberapa data ekonomi yang buruk.

Data output factory, investasi, belanja konsumen dan real estate Cina semuanya melemah pada bulan Juli. Kabar buruk dari perekonomian Cina menambah ketakutan terhadap resesi ekonomi global. Restriksi karena Covid dan pasar properti Cina yang bermasalah telah membuat ekonomi Cina goyah pada bulan – bulan belakangan ini.

Harga emas turun pada awal perdagangan sesi AS hari Selasa, di tengah kurangnya berita fundamental yang baru di pasar emas. Para trader fokus kepada hal-hal kunci di luar pasar emas yang secara keseluruhan memberikan postur yang bearish bagi emas yaitu naiknya indeks dollar AS dan tren turunnya harga minyak mentah. Rally dari indeks saham AS yang naik menyentuh ke tinggian beberapa minggu pada hari Senin juga membuat para trader/investor emas menarik diri dari menaruh posisi beli yang baru di pasar emas.

Emas berjangka kontrak bulan Oktober turun $4.00 ke $1,775.10 per troy ons.

Harga emas menurun lagi pada awal perdagangan sesi AS hari Rabu, di tengah kekuatiran akan berkurangnya permintaan terhadap emas setelah munculnya data ekonomi Cina yang buruk dan masih tingginya kekuatiran akan resesi di AS dan resesi global. Selain itu, naiknya dollar AS dan meningkatnya yields obligasi pemerintah AS merupakan faktor bearish di luar pasar emas yang membebani harga emas.

Emas berjangka kontrak bulan Oktober turun $12.20 ke $1,763.40 per troy ons.

Harga emas sempat menguat ke $1,769 per ons pada awal perdagangan sesi AS hari Kamis, karena koreksi normal setelah mengalami tekanan jual belakangan ini dan aksi “short-covering” dari para trader di pasar berjangka. Namun dalam jam perdagangan sesi AS selanjutnya tertekan turun karena menguatnya dollar AS.

Emas berjangka kontrak bulan Oktober turun $6.10 ke $1,757.50 per troy ons.

Pada hari Jumat, harga emas turun lagi dan menyentuh kerendahan selama tiga minggu pada awal perdagangan sesi AS. Menguatnya indeks dollar AS yang kembali mendekati ketinggian selama 20 tahun yang pernah dicapai pada bulan Juli yang lalu, menggencet minat beli di pasar emas pada minggu ini.

Emas berjangka kontrak bulan Oktober turun $10.30 ke $1,747.40 per troy ons.

Simposium Jackson Hole

Katalisator yang besar pada minggu ini antara lain adalah event dimana ketua Federal Reserve AS Jerome Powell akan menjadi Keynote Speaker di Simposium Jackson Hole dengan topik “Outlook Ekonomi” yang akan diadakan pada hari Jumat.

Pasar tetap terbagi dua dalam menilai apakah the Fed akan menaikkan tingkat suku bunga kuncinya sebesar 50 bps atau 75 bps dalam pertemuan bulan September nanti. CME’s FedWatch Tool menunjukkan probabilita the Fed akan menaikkan tingkat suku bunganya sebesar 50 bps adalah sebanyak 56.5% sementara probabilita the Fed akan menaikkan tingkat suku bunganya sebesar 75 bps adalah sebanyak 43.5%.

Pasar akan dengan tajam memperhatikan setiap perubahan dalam sikap the Fed terhadap kenaikan tingkat suku bunga.

Federal Reserve AS kemungkinan akan mempertahankan sikap mendukung tingkat bunga yang lebih tinggi ke depannya. Itulah sebabnya emas menjadi tertekan turun agak berat sekarang. Apabila ada perubahan pada Simposium Jackson Hole, hal ini akan bisa berdampak signifikan terhadap pasar emas. Sekalipun hal ini tidak diantisipasikan oleh pasar, namun bisa jadi di dalam Simposium tersebut dibicarakan mengenai kejatuhan pasar perumahan dan sektor ritel.

Secara keseluruhan, pasar saham tidak dalam kondisi yang buruk sekalipun terjadi pembicaraan mengenai kenaikan tingkat suku bunga. Pasar saham sepertinya memberitahukan kepada kita bahwa the Fed tidak akan se agresif seperti yang diperkirakan banyak orang. Namun pasar emas sepertinya memberitahukan kepada kita hal yang sebaliknya karena emas berkompetisi dengan yields Treasury.

Risalah Pertemuan FOMC the Fed

Sebegitu jauh the Fed telah cukup konsisten dalam sikap hawkish-nya meskipun ada beberapa signal yang bervariasi dari risalah pertemuan FOMC the Fed yang terbaru yang dirilis pada minggu lalu.

Risalah pertemuan FOMC the Fed bulan Juli menunjukkan bahwa para pejabat the Fed pada akhirnya setuju mengenai kebutuhan untuk memperlambat siklus pengetatan. Mereka percaya bahwa the Fed perlu untuk melihat bagaimana dampak dari kenaikan tingkat bunga terhadap inflasi.

Ke hawkish-an dari the Fed telah dimasukkan ke dalam perkiraan pasar. Yields treasury AS juga naik lagi. Satu hal bagi emas, tingkat bunga riil memiliki korelasi yang kuat terhadap harga emas. Dengan ekspektasi akan kenaikan tingkat bunga dimasukkan lebih dalam, emas akan menormalkan dan tingkat bunga riil akan mendapatkan dampak yang lebih netral. Saat ini mereka sedang menempatkan suatu tahanan terhadap harga emas.

Setiap rally harga emas saat ini hanya akan berlangsung sebentar. Dan apabila harga emas turun ke bawah $1,770 per ons, maka harga emas akan bisa lanjut turun ke $1,715 hingga akhirnya ke $1,700 per ons.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $1,745 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,725 dan kemudian $1,700.

“Resistance” terdekat menunggu di $1,756 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,767 dan kemudian $1,786.

( vibiznews )

Most Popular

Rupiah Jumat Ditutup Melemah ke Rp15.037/USD; Dollar di Eropa Perkasa 2 Dekade Lebih Tertingginya

Dalam pergerakan pasar uang akhir pekan Jumat sore ini (23/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau ditutup melemah di hari keenamnya, menambah sedikit loss...

Harga Gula Naik Ke Tertinggi 1 Minggu

Harga gula pada penutupan pasar hari Kamis naik. Harga gula di New York naik tertinggi 1 minggu. Naiknya harga minyak mentah pada hari Kamis...

Harga Kedelai Turun, Indeks Dolar AS Menguat

Harga kedelai pada hari Kamis turun karena menguatnya indeks dolar AS. Penjualan pada minggu lalu turun karena harga kedelai dari luar AS lebih murah.  Menguatnya...

Stabilitas Nilai Tukar Rupiah Tetap Terjaga Di Tengah Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

Saat menyampaikan keputusan Dewan Gubernur Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga acuan BI7DRR, Gubernur BI menyampaikan juga beberapa hal penting. Stabilitas nilai tukar Rupiah tetap...

Recent Comments