Friday, July 1, 2022
Home Berita Komoditas Rekomendasi Emas Mingguan 2 – 6 Mei 2022: Seberapa Jauh Keputusan the...

Rekomendasi Emas Mingguan 2 – 6 Mei 2022: Seberapa Jauh Keputusan the Fed Berpengaruh Terhadap Harga Emas?

Memulai minggu yang baru di ketinggian $1,935 pada minggu lalu, harga emas mengalami penurunan yang tajam pada minggu lalu dan pada hari Jumat minggu lalu diperdagangkan di sekitar $1,908. Harga emas sempat turun menyentuh ke rendahan selama 4 minggu di $1,894 pada hari Senin sebelum akhirnya berhasil naik kembali ke atas $1,900. Namun pada hari Rabu kembali turun ke $1,882 dengan terus menguatnya dolar AS yang mencapai ketinggian dua tahun yang baru di 103.035. Harga emas berhasil naik kembali ke $1,908 pada hari Jumat akibat aksi “short covering” dari para traders jangka pendek di pasar futures dan “bargain hunting” di pasar tunai, selain itu keengganan terhadap resiko bertambah kuat pada hari terakhir perdagangan minggu dan bulan ini.

Harga emas turun tajam pada awal perdagangan sesi AS hari Senin, dengan harga emas menyentuh kerendahan selama 9 minggu. Keprihatinan memuncak mengenai permintaan terhadap komoditi mentah dengan kasus Covid – 19 menyebar dengan cepat ke seantero negara Cina. Emas berjangka kontrak bulan Juni turun $37.70 ke $1,894.60 per troy ons.

Harga emas naik pada awal perdagangan sesi AS hari Selasa dan diperdagangkan kembali di atas $1,900.00 dengan pergerakan naik harga emas berhasil menghentikan pergerakan turun atas harga emas yang terjadi baru-baru ini sehingga menyentuh kerendahan selama 9 minggu pada hari Senin. Emas berjangka kontrak bulan Juni naik $5.80 ke $1,904.20 per troy ons.

Harga emas kembali turun pada awal perdagangan sesi AS hari Rabu setelah sempat naik sedikit dari kerendahan dua bulan. Emas terpukul keras oleh karena kenaikan yields obligasi dan dollar AS. Emas berjangka kontrak bulan Juni turun $23.00 ke $1,882.00 per troy ons.

Hal yang menonjol terlihat pada minggu lalu adalah membumbung naiknya dollar AS dengan indeks dollar AS menyentuh ketinggian dua tahun yang baru. Sementara itu matauang Uni Eropa, euro, pada hari Rabu menyentuh kerendahan selama lima tahun. Dolar AS mendapatkan permntaan safe-haven di tengah krisis geopolitik yang terus meningkat. Selain itu zona euro juga terpukul oleh membumbung naiknya harga energi, karena banyak dari negara Eropa mendapatkan energinya dari Rusia. Rusia pada hari Selasa memutus supply gas alam ke Polandia dan Bulgaria.

Harga emas semula sempat melemah pada awal perdagangan sesi AS hari Kamis dan menyentuh kerendahan selama sembilan minggu. Pasar emas melemah belakangan ini karena menguatnya indeks dollar AS yang menyentuh ketinggian dua tahun berikutnya dan karena naiknya yields obligasi.

Namun setelah keluar rilis data ekonomi GDP AS kuartal pertama 2022 yang mengalami kontraksi, harga emas terdorong ke teritori positip, menarik sebagian momentum bullish yang baru.  Departeman Perdagangan AS mengatakan bahwa perkiraan tingkat advance menunjukkan GDP AS kuartal pertama turun 1.4% dibandingkan dengan yang diperkirakan pasar, naik 1%. Emas berjangka kontrak bulan Juni naik $0.30 ke $1,886.30 per troy ons.

Harga emas naik pada awal perdagangan sesi AS hari Jumat sebagai akibat dari aksi “short covering” dari para traders jangka pendek di pasar futures dan “bargain hunting” di pasar tunai. Keengganan terhadap resiko bertambah kuat pada hari terakhir perdagangan minggu dan bulan ini.

Harga emas sempat tetap bertahan di atas $1,900 sekalipun mengalami tekanan jual karena inflasi dari konsumen meningkat relatif sesuai dengan yang diperkirakan. Secara basis bulanan, core Personal Consumption Expenditures (PCE) index AS naik 0.3% pada bulan Maret. Angka inflasi ini sesuai dengan yang diperkirakan pasar. Inflasi inti selama setahun naik 5.2% sementara pasar memperkirakan kenaikan sebesar 5.3%.

Namun akhirnya harga emas tertekan di bawah $1,900 dan ditutup dalam perdagangan terakhir hari Jumat di $1,897 naik $3.5 pada hari itu.

Harga emas mendapatkan permintaan safe-haven dengan Eropa berjuang menghadapi ketergantungan energi atas Rusia sementara Rusia menekan dengan menahan supply minyak dan gas alam ke negara-negara Eropa. Perang Rusia – Ukraina meningkat karena negara – negara Barat mensupply lebih banyak senjata ke Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin meningkatkan retorika anti Baratnya. Semua ini memberikan hasil yang tidak menguntungkan bagi sentimen pasar.

Minggu ini, pasar emas akan digerakkan oleh keputusan tingkat bunga dari Federal Reserve AS dengan bank sentral AS ini mengabaikan penurunan yang tajam dari GDP AS kuartal pertama dan tetap fokus untuk memerangi inflasi.

April adalah bulan yang buruk bagi emas. Banyak trader yang terkejut dengan pergerakan naik berikutnya yang kuat dari dollar AS. Kekuatan dari dollar AS ini ditopang oleh arus safe-haven karena keprihatinan mengenai melambatnya ekonomi di seluruh Eropa, strategi zero-Covid Cina, dan ekspektasi dari perbedaan tingkat bunga yang cukup besar antara dollar AS dengan matauang partner dari negara lain karena agresifnya sikap dari the Fed.

Federal Reserve AS direncanakan akan membuat keputusan mengenai tingkat bunga pada hari Rabu dan telah mengunci dirinya sendiri kepada siklus kenaikan tingkat bunga yang agresif selama tiga kali pertemuan yang akan datang. Pasar telah memperhitungkan dalam harga kenaikan tingkat bunga sebanyak 250 basis poin selama 12 bulan ke depan.

Kejutan yang besar lainnya pada minggu lalu adalah terkontraksinya ekonomi AS sebesar 1.4% pada kuartal pertama tahun ini. Namun the Fed kelihatannya akan mengabaikan angka yang negatif dari GDP AS kuartal pertama ini karena outlook untuk kuartal kedua kelihatannya lebih baik. Selain itu, konsumer AS masih tetap kuat dan konsumsi masih cukup kokoh. Penurunan ekonomi hanya karena satu alasan kunci yaitu kebanyakan impor sementara ekspor lemah. Kebanyakan trader mengabaikan data ekonomi ini.

Kepala the Fed Jerome Powell akan tetap fokus pada inflasi yang sulit dikontrol, terutama apabila memperhitungkan tipe tekanan harga yang dialami AS. Tipe inflasi seperti sekarang ini belum pernah terjadi sebelumnya. Kenaikan harga yang tajam pada tahun ini membuat inflasi menjadi kelihatan jauh lebih buruk. Dan apabila tahun depan menurun, angka inflasi yang diukur dengan CPI akan mengalami penurunan yang tidak menggambarkan tren inflasi yang sebenarnya.

Minggu ini, pasar menantikan dua hal yaitu kenaikan tingkat bunga sebesar 50 bps dan dimulainya pengetatan quantitative yang diperkirakan tidak akan terpengaruh dengan penurunan GDP di kuartal pertama yang tidak terduga sebesar 1.4%. Federal Reserve AS akan menekankan pertumbuhan employment yang terus kuat, dampak sementara dari gelombang Omicron dan meningkatnya tingkat pertumbuhan penjualan final ke para pembeli domestik swasta, yang dianggap sebagai ukuran dari permintaan yang lebih baik. Meskipun demikian, dengan tingginya inflasi, tidak ada pilihan lain, kebijakan moneter harus diperketat dengan cepat tanpa peduli ongkos yang harus keluar terhadap ekonomi riil.

Pasar emas sedang memandang kepada the Fed apakah the Fed menunjukkan tanda-tanda optimisme? Apakah inflasi sudah mencapai puncaknya? Banyak trader akan memperhatikan hal ini.

Data indeks harga PCE inti yang terbaru yang dipublikasikan pada hari Jumat minggu lalu menunjukkan bahwa inflasi inti memuncak di 5.2% per tahun pada bulan Maret, setelah sebelumnya pada bulan Februari dilaporkan di 5.3%. Hal ini cukup signifikan. Ini adalah pertama kalinya terjadi penurunan di dalam angka inflasi dari sejak bulan Oktober 2020. Hal ini bisa membantu argumen bahwa the Fed akan bisa melakukan pendaratan yang halus dan tidak se-agresif seperti sebelumnya dengan kenaikan tingkat bunga yang besar.

Setelah pertemuan the Fed, emas bisa mulai mendapatkan keuntungan dari arus safe-haven, terutama apabila ketidakpastian di pasar saham berlanjut.

Level $1,875 per ons akan tetap menjadi support yang kuat bagi emas dalam jangka pendek. Sementara level $1,940 per ons akan menjadi resistance. Apabila $1,875 tertembus, emas bisa jatuh sampai ke $1,830. Namun pada level ini, kemungkinan akan ada banyak trader tehnikal yang akan menjadi bullish terhadap emas.

Kelihatannya tinggal masalah waktu untuk emas menembus ke atas batas psikologis yang kritikal di $2,000 per ons dan pemicu utamanya bisa jadi the Fed yang menunjukkan keragu-raguan untuk menaikkan tingkat bunga secara agresif.

Kelihatannya rentang pergerakan harga emas sekarang bisa di antara $1,800 sebagai supportnya dan dengan $2,000 sebagai resistancenya.

Dari data ekonomi, yang harus diperhatikan adalah:

Senin: ISM manufacturing PMI

Selasa: Factory orders

Rabu: Fed’s interest rate decision, ADP nonfarm employment change, ISM non-manufacturing PMI.

Kamis: BoE interest rate decision, U.S. initial jobless claims

Jumat: nonfarm payrolls AS

“Support” terdekat menunggu di $1,893 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,870 dan kemudian $1,850.

“Resistance” terdekat menunggu di $1,925 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,935 dan kemudian $1,960.

( vibiznews )

Most Popular

Euro Membalik Kerugian saat Dolar AS Terjatuh

Euro pulih pada Kamis dari level terendah dua minggu terhadap dolar, yang tersendat setelah data inflasi baru menunjukkan belanja konsumen AS naik kurang dari...

Harga Minyak Kembali Naik Setelah Terjatuh di Sesi Sebelumnya

Harga minyak naik tipis di awal perdagangan pada hari Jumat, setelah tenggelam di sesi sebelumnya karena OPEC+ mengatakan akan tetap pada rencana kenaikan produksi...

80.000 Miliuner Bitcoin Musnah dalam Kehancuran Besar Kripto 2022

Lebih dari 80.000 investor Bitcoin (BTC) telah dicabut status miliunernya karena penurunan pasar kripto, tetapi harga yang lebih rendah berarti jumlah koin keseluruhan bertambah. Kembali...

Coinbase ingin Ekspansi ke Eropa di tengah Crypto Winter

Coinbase memperluas operasinya ke berbagai negara di Eropa di tengah “crypto winter.” Meskipun memberhentikan banyak karyawan dan membatalkan tawaran pekerjaan, wakil presiden Coinbase Nana...

Recent Comments