Sunday, August 14, 2022
Home Berita Komoditas Rekomendasi Emas Mingguan 18 – 22 Juli 2022: Emas Berada di Zona...

Rekomendasi Emas Mingguan 18 – 22 Juli 2022: Emas Berada di Zona Bahaya di $1,700

Emas mengalami minggu yang keras pada minggu lalu dengan dengan pasar menghitung ulang ekspektasi kenaikan tingkat bunga the Fed dan kuatnya dollar AS telah mencuri banyak daya tarik safe-haven dari emas. Pada minggu ini para analis tetap berhati-hati karena level $1,700 adalah area yang berbahaya bagi emas.

Emas sempat jatuh ke kerendahan dalam 11 bulan karena para investor menghindari emas dan mencari dollar AS di tengah nada yang “risk-off” di seluruh pasar. Emas mengalami penurunan harga seminggu lebih dari 2%. Ini juga adalah minggu kelima emas berturut – turut mengalami kerugian, hal yang belum pernah terjadi dalam beberapa tahun. Secara per tahun, harga emas telah turun sekitar 7%.

Pergerakan Harga Emas Minggu Lalu

Memulai minggu yang baru pada minggu lalu di $1,743, harga emas melemah ke $1,737 per troy ons pada hari Senin, di tengah kekuatan bearish harian di luar pasar emas. Hari Selasa dan Rabu bergerak “sideways” turun sedikit ke $1,733 dan sempat melanjutkan penurunannya ke $1,710. Pada hari Kamis harga emas turun tajam dan menyentuh ke rendahan 11 bulan dengan indeks dollar AS melemah, harga minyak mentah menguat dan yields obligasi turun sedikit. Harga emas masih tertekan turun pada hari Jumat, dan sempat turun menembus support kunci yang kuat di $1,700 di $1,699.90 sebelum akhirnya terkoreksi naik sedikit ke $1,706, dengan elemen di luar pasar emas masih bullish.

Harga emas melemah pada awal perdagangan sesi AS hari Senin, di tengah kekuatan bearish harian di luar pasar emas yaitu naiknya dengan tajam indeks dollar AS dan turunnya harga minyak mentah.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus turun $5.20 ke $1,737.40 per troy ons.

Harga emas tertekan oleh karena kuatnya USD pada awal jam  perdagangan sesi AS sehingga menyentuh ke rendahan selama 8 ½ bulan. Turunnya harga minyak mentah dengan tajam juga membebani harga emas pada hari Selasa.

Pada jam perdagangan selanjutnya, sekalipun masih dalam teritori negatip, harga emas sedikit membaik dengan berkurangnya kekuatan dollar AS.

Pasar keuangan tetap dalam sentimen yang enggan terhadap resiko, namun turunnya yields obligasi pemerintah telah memberikan tekanan temporer terhadap dollar AS menjelang dibukanya bursa saham AS Wall Street. Yields treasury 10 tahun AS sekarang bertengger di sekitar 2.92% setelah pada hari Senin mencapai puncaknya di 3.10%.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus turun $4.20 ke $1,733.50 per troy ons.

Harga emas pada awalnya turun, pada awal perdagangan sesi AS hari Rabu, di tengah memanasnya inflasi AS dan karena kekuatan bearish harian di luar pasar emas yaitu naiknya dollar AS dan turunnya harga minyak mentah. Namun dalam perdagangan selanjutnya, dollar AS berbalik melemah sehingga memberikan dorongan naik terhadap harga emas.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus naik $6.20 ke $1,739.20 per troy ons.

Harga emas turun tajam dan menyentuh ke rendahan 11 bulan pada awal perdagangan sesi AS hari Kamis. Amerika Serikat pada hari Kamis mendapatkan laporan inflasi yang lainnya yang sama panasnya. Hal ini akan membuat Federal Reserve AS tancap gas dengan pengetatan kebijakan moneter yang agresif.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus turun $29.00 ke $1,710.10 per troy ons

Pada hari Jumat, harga emas masih tertekan turun meskipun elemen di luar pasar emas bullish. Indeks dollar AS melemah, harga minyak mentah menguat dan yields obligasi turun sedikit.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus turun $4.50 ke $1,706.90 per troy ons.

Latar Belakang Turunnya Harga Emas sampai $40

Hal dibelakang yang memicu aksi jual emas sampai turun sekitar $40 pada minggu lalu, adalah laporan inflasi AS yang mengejutkan yang menunjukkan tekanan inflasi naik meningkat ke 9.1% pada bulan Juni. Hal ini membuat pasar menghitung ulang ekspekasi kenaikan tingkat bunga pada bulan Juli.

Sebelum dirilis laporan inflasi AS, pasar masih memperkirakan kenaikan tingkat bunga oleh the Fed sebesar 75 basis poin. Namun setelah keluar angka inflasi, pasar tidak lagi mengabaikan kemungkinan kenaikan tingkat bunga yang besar-besaran sampai sebesar 100 bps.

Dan angka inflasi AS yang tinggi ini muncul tepat setelah Bank of Canada mengejutkan pasar dengan kenaikan tingkat bunga sampai sebesar 100 bps. Gubernur Bank of Canada Tiff Maclem memberitahukan reporter pada hari Rabu bahwa kenaikan tingkat bunga sebesar ini adalah sangat tidak biasa. Inflasi terlalu tinggi dan semakin banyak orang yang kuatir inflasi yang tinggi akan menetap.

Sebagai reaksinya, indeks dollar AS diperdagangkan di ketinggian selama 20 tahun, yields treasury AS naik dan emas tumbang dan sempat sebentar diperdagangkan di bawah $1,700 per ons.

Investor prihatin akan prospek perlambatan ekonomi global sedang menggencet assets dan sebaliknya mencari perlindungan di USD. Para investor memangkas exposure ke emas. Kenaikan angka CPI bisa menguatkan the Fed untuk menaikkan tingkat bunga yang besar lagi pada bulan ini.

The Fed akan mendemonstrasikan komitmennya untuk memerangi inflasi pada pertemuan bulan Juli ini dengan menaikkan tingkat bunga, sebesar 75 basis poin atau 100 basis poin. Inflasi tetap akan menjadi problem dan akan membuat the Fed untuk melakukan pengetatan moneter yang adalah negatip bagi emas.

Dengan angka Retail Sales AS bulan Juni yang bagus mengatasi dari yang diperkirakan, the Fed memiliki ruang untuk melakukan lebih banyak pengetatan. Tingkat bunga akan bisa naik lebih tinggi daripada yang dipikirkan orang apabila the Fed benar-benar berkomitmen terhadap target inflasi sebesar 2%.

Namun, the Fed pada akhirnya akan harus menghindar dari melakukan pengetatan yang terlalu banyak. Dan dalam kondisi seperti ini emas akan bersinar pada saat the Fed melonggarkan pengetatannya.

Mengapa $1,700 Menjadi Area yang Berbahaya bagi Emas pada Minggu Ini?

Waktu lalu dimana harga emas berada di bawah $1,700 per ons, adalah suatu periode waktu yang lama. Tidak ada banyak level support di bawah dari level $1,700. Ini sebabnya bisa terjadi bahkan aksi jual yang lebih besar lagi.

Emas telah jatuh lebih daripada yang diantisipasikan. Selama beberapa minggu banyak orang mengatakan bahwa $1,700 adalah level support yang memungkinkan. Dan sekarang harga emas sudah berada di level ini. Resiko turun sejujurnya masih tetap tinggi. Perlu waktu yang lebih lama bagi pasar untuk bisa sepenuhnya menggali ekspektasi the Fed yang baru dan kenaikan dollar AS.

Ada peluang emas turun sampai menyentuh $1,600 – $1,550 dalam jangka pendek, meskipun outlook jangka panjang bagi harga emas tetap naik lebih tinggi lagi menjelang akhir dari tahun ini.

Waktu terakhir dimana emas diperdagangkan di bawah level $1,700 per ons adalah pas sebelum terjadinya pandemik. Dan sekarang ada bahaya perputaran feedback yang negatip membawa harga emas kembali lagi ke bawah level $1,700.

Dengan ekspektasi dan narasi pasar adalah menghitung ulang untuk lebih kuatnya dollar AS pada musim panas ini, hal ini akan berdampak bagi outlook tehnikal. Perputaran feedback yang negatip adalah ketika harga jatuh dan para trader yang lebih tehnikal mengupdate rentang harga dan menjadi kurang bullish terhadap emas.

Meskipun demikian, $1,700 adalah titik yang kritikal bagi emas dan bisa jadi para “bargain – hunter” akan membeli pada harga yang rendah pada saat ini. Emas akan diuntungkan dalam lingkungan yang seperti ini.

Level $1,679 bisa menjadi level support yang besar pertama dan $1,818 – $1,812 bisa menjadi level resistance tertinggi.

Inversi Kurva Yield Bisa Membantu Emas

Satu potensi positip penggerak naik harga emas ke depannya adalah inversi kurva Yields treasury AS. Yields treasury AS 10 tahun sedang mengalami inversi dengan yields treasury AS 2 tahun, dimana yields treasury AS 2 tahun saat ini lebih tinggi daripada yields treasury AS 10 tahun. Pada masa lalu, kondisi yang seperti ini menunjuk kepada akan datangnya resesi ekonomi. Hal inilah yang pasar sedang mulai memperhitungkan dalam harga dan semakin bertambah – tambah belakangan ini.

Perbedaan yields saat ini adalah lebih besar daripada kapanpun selama 22 tahun terakhir. Emas seharusnya sungguh-sungguh mendapatkan keuntungan dari kondisi seperti ini sebagai assets safe – haven. Ini adalah salah satu alasan untuk mengantisipasikan kenaikan harga emas pada bulan – bulan dan kuartal yang akan datang dalam jangka panjang nantinya.

Data Ekonomi yang Harus Diperhatikan

Fokus pasar masih tetap ada pada ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga dari the Fed yang akan diputuskan pada minggu ini. Namun the Fed tidak akan membicarakan topik kenaikan tingkat bunga pada minggu ini karena pada minggu ini the Fed sedang memasuki periode “blackout” yang tidak boleh berbicara apapun ke publik. Hal ini berarti tidak akan ada pencerahan tambahan dari para pejabat the Fed menjelang pertemuan FOMC the Fed tanggal 27 Juli.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $1,695 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,679 dan kemudian $1,650.

“Resistance” terdekat menunggu di $1,725 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,750 dan kemudian $1,800.

( vibiznews )

Most Popular

Minyak Menuju Kenaikan Mingguan Karena Kekhawatiran Resesi Mereda

Harga minyak merosot pada awal perdagangan pada hari Jumat di tengah ketidakpastian prospek permintaan berdasarkan pandangan yang kontras dari OPEC dan Badan Energi Internasional...

Dolar Tetap Dalam Tekanan Karena Pasar Menilai Kembali Taruhan Kenaikan Suku Bunga

Dolar sedikit lebih rendah pada hari Kamis menyusul penurunan 1% pada hari sebelumnya ketika data menunjukkan inflasi AS tidak sepanas yang diantisipasi pada bulan...

Harga Emas Bergerak Kuat Selama 4 Pekan Berturut

Harga emas telah bergerak kuat selama 4 pekan berturut yang terlihat pada perdagangan sesi Eropa 12 Agustus setelah 3 pekan berturut ekspansif. Pergerakan harga berada...

Harga Gula Naik Ikuti Kenaikan Harga Minyak Mentah

Harga gula pada penutupan pasar hari Kamis naik mengikuti kenaikan dari minyak mentah 2.9%.  Harga gula Oktober di ICE New York naik 21 sen...

Recent Comments