Sunday, August 14, 2022
Home Berita Komoditas Rekomendasi Emas Mingguan 11 – 15 Juli 2022: Resiko Turun Lebih Besar?

Rekomendasi Emas Mingguan 11 – 15 Juli 2022: Resiko Turun Lebih Besar?

Setelah turun sampai $60 pada minggu lalu, harga emas masih rentan terhadap aksi jual yang lebih besar lagi dengan pasar sedang bersiap menghadapi kenaikan tingkat bunga yang agresif berikutnya oleh Federal Reserve pada pertemuan mereka bulan Juli ini. Meskipun demikian, ada potensi harga emas telah mencapai dasar yang kemungkinan bisa memicu momentum pembalikkan arah dari harga emas.

Pergerakan Harga Emas Minggu Lalu

Memulai minggu perdagangan yang baru, harga emas pada minggu lalu, jatuh menembus $1,800 dan mengarah ke $1,700. Pada hari Selasa harga emas turun tajam ke $1,768 karena menguatnya USD. Pada hari Rabu meneruskan penurunannya ke kerendahan selama 8 ½ bulan di $1,735 dengan dolar AS terus menguat. Namun pada hari Kamis berhasil bangkit dan naik sedikit ke $1,740 dan lanjut ke hari Jumat naik sedikit lagi ke $1,743 dengan mulai melemahnya dolar AS.

Harga emas diperdagangkan turun pada awal perdagangan sesi AS hari Senin. Harga emas tertekan oleh sentimen pasar yang positip terhadap resiko dan ditambah lagi oleh kekuatiran akan kenaikan tingkat bunga the Fed sebesar 75 bps lagi.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus turun $6.80 ke $1,806.00 per troy ons.

Harga emas turun tajam dalam perdagangan sesi AS hari Selasa. Emas tertekan oleh karena menguatnya dollar AS dengan indeks dollar AS naik menyentuh ketinggian selama 20 tahun dan turun tajamnya harga minyak mentah. Selain itu, grafik tehnikal jangka pendek emas juga sepenuhnya bearish yang mengundang para spekulator yang berdagang berdasarkan analisa grafik tehnikal masuk ke posisi jual di pasar berjangka.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus turun $38.30 ke $1,768.20.

Harga emas kembali turun pada awal perdagangan sesi AS hari Rabu, menyentuh kerendahan selama 8 ½ bulan. Harga emas terus tertekan oleh karena menguatnya dollar AS yang menyentuh ketinggian selama 20 tahun pada minggu ini. Selain itu, grafik tehnikal jangka pendek emas juga sepenuhnya bearish sehingga memicu para trader yang berbasiskan grafik tehnikal untuk bermain di sisi jual pada pasar berjangka.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus turun $33.20 ke $1,735.30 per troy ons.

Harga emas naik pada awal perdagangan sesi AS hari Kamis. Setelah turun menyentuh ke kerendahan selama 8 ½ bulan karena menguatnya indeks dollar AS yang menyentuh ketinggian selama 20 tahun pada hari Rabu, harga emas berhasil bangkit karena dollar AS mulai melemah. Kenaikan harga emas juga ditopang oleh kenaikan harga minyak mentah.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus naik $5.10 ke $1,740.80 per troy ons.

Harga emas pada awal perdagangan sesi AS hari Jumat sempat turun sebagai reaksi awal dari keluarnya data Non-Farm Payrolls (NFP) AS yang dipandang positip. Namun dalam perdagangan selanjutnya, harga emas berhasil berbalik arah, naik sedikit dengan mulai melemahnya dollar AS.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus naik $3.10 ke $1,743.00 per troy ons.

Terpukul Menguatnya USD

Pasar emas terpukul oleh menguatnya indeks dollar AS, yang mengambil banyak minat safe – haven di tengah meningkatnya ketakutan akan resesi. Emas tumbang ke level yang pernah terlihat pada bulan September 2021 dan secara tehnikal sudah berada pada teritori “oversold”.

Sementara emas terperangkap di antara tingginya resiko inflasi dengan meningkatnya keprihatinan akan resesi dan kembali mendapatkan petunjuk dari USD yang pada minggu lalu mendapatkan keuntungan dari arus safe–haven yang lebih besar dibandingkan dengan emas.

Memulai minggu perdagangan yang baru pada minggu lalu di 105.36, indeks dollar AS pada minggu ini menguat ke 106.70. Pada hari Selasa sampai hari Rabu minggu lalu, dollar AS naik karena arus safe – haven yang kuat yang ditimbulkan oleh atmosfir pasar yang enggan terhadap resiko akibat ketakutan akan resesi global. Indeks dollar AS bahkan berhasil naik menembus ke atas 107.00 untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade.

Di atas semua itu, pada hari Jumat minggu lalu, data pekerjaan AS yang dirilis lebih baik daripada yang diperkirakan. Angka yang dinantikan, employment AS yang terlihat di dalam laporan Non-Farm Payrolls (NFP) AS bulan Juni, muncul di 372.000 yang lebih tinggi daripada yang diperkirakan pasar di 250.000 meskipun masih lebih rendah dibandingkan dengan angka bulan Mei di 390.000.

Angka NFP yang bagus telah meyakinkan pasar bahwa the Fed akan menaikkan tingkat bunga berikutnya sebesar 75 bps pada pertemuan mereka bulan Juli yang tinggal dua minggu lagi.  CME FedWatch Tool menunjukkan probabilita 95.4% kenaikan sebesar 75 bps dan 4.6% probabilita kenaikan 100 bps di bulan Juli.

Laporan NFP yang baru keluar pada hari Jumat minggu lalu secara sederhana berarti the Fed masih punya banyak pekerjaan untuk dilakukan dalam hal kebijakan tingkat bunga untuk mendinginkan permintaan di dalam ekonomi. Kenaikan tingkat bunga sebesar 75 bps pada saat ini hampir pasti. Dari sini yang penting bagi investor bukanlah seberapa cepat the Fed akan menaikkan tingkat bunganya, melainkan seberapa tinggi mereka akan menaikkan tingkat suku bunganya agar supaya bisa memperlambat ekonomi.

Resiko turun harga emas pada minggu ini kelihatannya lebih besar. Harga emas bisa turun sampai mengetes $1,700 dan bahkan berpotensi ke $1,650. Meskipun demikian, itu bisa menjadi level harga terendah (bottom) dimana para investor akan datang berebut membeli pada harga tersebut.

Sekali harga emas turun menembus ke bawah $1,800 pada minggu ini, tekanan jual akan besar sehingga harga emas rentan untuk turun mengetes $1700 dan bahkan sampai $1,650 dimana para pembeli akan kembali muncul. Dan apabila berhasil bergerak naik akan berhadapan dengan resistance kunci di $1,770.

The Fed Menentukan Arah Pergerakan Harga Emas

Narasi dari emas pada minggu ini terutama di gerakkan oleh bagaimana pasar memperhitungkan kenaikan tingkat bunganya ke dalam harga. Turunnya harga emas pada minggu lalu murni adalah sebagai reaksi dari apa yang terjadi di pasar treasury dengan yields diperhitungkan dalam harga emas lebih jauh dengan penambahan pengetatan oleh the Fed. Wall Street kelihatannya semakin dekat kepada memperhitungkan sepenuhnya semua pengetatan yang dilakukan oleh the Fed.

Namun sekali pasar bergerak melampaui pertemuan the Fed bulan Juli, lingkungan makro akan mulai mencari emas. Dan minggu ini, laporan inflasi AS akan membantu terjadinya hal ini.

Ekspektasinya adalah laporan inflasi akan meneguhkan kenaikan tingkat bunga sebesar 75 bps nantinya pada bulan ini. Dan sekali hal ini terjadi, emas akan selesai berurusan denga kelemahan utama dari ekspektasi pengetatan yang dilakukan oleh the Fed.

Satu hal yang bisa mengganggu adalah tekanan jual dari segi tehnikal. Karenanya penting untuk memperhatikan harga emas di level $1,726 per ons. Sekali pengetatan oleh the Fed telah disepakati dan pasar percaya bahwa itu telah diperhitungkan sepenuhnya dalam perhitungan harga emas, emas akan bisa stabil.

Data Makro Ekonomi Minggu Ini

Salah satu data makro ekonomi yang perlu diamati dengan seksama adalah laporan inflasi AS bulan Juni yang akan keluar pada hari Rabu, dengan pasar memperkirakan angka yang keluar akan naik menjadi 8.7% dari sebelumnya pada bulan Mei 8.6%.

Sementara ada banyak tanda – tanda bahwa inflasi telah mencapai puncaknya, namun tidak berarti akan segera berbalik turun, lebih tepatnya akan mendatar. Resiko yang bisa terjadi adalah apabila angka inflasi yang keluar lebih tinggi daripada yang diperkirakan konsensus pasar. Angka inflasi Consumer Price Index yang tinggi akan meneguhkan ekspektasi kenaikan tingkat bunga sebesar 75 bps oleh the Fed di dalam pertemuan FOMC nya pada tanggal 27 Juli yang akan datang.  Pasar saat ini sedang memperhitungkan angka ini dan angka 50 bps pada pertemuan FOMC the Fed berikutnya di bulan September.

Data makro ekonomi yang perlu diperhatikan lainnya adalah pada hari Kamis Jobless Claims AS dan Producer Price Index (PPI) AS. Pada hari Jumat Retail Sales AS, N.Y. Empire State manufacturing index, University of Michigan consumer confidence index.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $1,734 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,726 dan kemudian $1,700.

“Resistance” terdekat menunggu di $1,756 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,770 dan kemudian $1,792.

( vibiznews )

Most Popular

Minyak Menuju Kenaikan Mingguan Karena Kekhawatiran Resesi Mereda

Harga minyak merosot pada awal perdagangan pada hari Jumat di tengah ketidakpastian prospek permintaan berdasarkan pandangan yang kontras dari OPEC dan Badan Energi Internasional...

Dolar Tetap Dalam Tekanan Karena Pasar Menilai Kembali Taruhan Kenaikan Suku Bunga

Dolar sedikit lebih rendah pada hari Kamis menyusul penurunan 1% pada hari sebelumnya ketika data menunjukkan inflasi AS tidak sepanas yang diantisipasi pada bulan...

Harga Emas Bergerak Kuat Selama 4 Pekan Berturut

Harga emas telah bergerak kuat selama 4 pekan berturut yang terlihat pada perdagangan sesi Eropa 12 Agustus setelah 3 pekan berturut ekspansif. Pergerakan harga berada...

Harga Gula Naik Ikuti Kenaikan Harga Minyak Mentah

Harga gula pada penutupan pasar hari Kamis naik mengikuti kenaikan dari minyak mentah 2.9%.  Harga gula Oktober di ICE New York naik 21 sen...

Recent Comments