Wednesday, June 16, 2021
Home Berita Komoditas Prediksi Minyak 21 Mei 2021: Tertekan Kesepakatan dengan Iran dan Naiknya Covid...

Prediksi Minyak 21 Mei 2021: Tertekan Kesepakatan dengan Iran dan Naiknya Covid di Asia

Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) tetap tertekan untuk tiga kali berturut-turut pada hari Kamis selama perdagangan sesi Amerika Utara meskipun berhasil mengambil kembali sebagian kerugiannya dan diperdagangkan di sekitar $62.00.

Setelah kenaikan awal ke $63.90, minyak mentah WTI mengalami aksi jual yang baru dan terdorong ke teritori negatip untuk sesi ketiga berturut-turut pada hari Kamis. Kejatuhan yang tajam intraday disebabkan oleh laporan bahwa telah dicapai kemajuan dalam hal kesepakatan untuk mengangkat sanksi atas Iran, yang bisa mendorong bertambahnya supplies minyak mentah global.

Hal ini ditambah lagi dengan kekuatiran atas meningkatnya kasus Covid-19 dan dikenakannya restriksi yang baru di beberapa negara Asia akan bisa merintangi pemulihan permintaan minyak mentah, telah menjadi badai yang menekan harga minyak mentah WTI turun.

Faktor yang menahan kejatuhan lebih lanjut dari harga minyak mentah WTI adalah turunnya dollar AS.

Para trader dan investor sedang berdebat mengenai risalah pertemuan FOMC the Fed yang baru dikeluarkan. Satu perikop yang panjang berisi tanda-tanda mengenai pengurangan pembelian obligasi dan ini cukup untuk mendorong naik dollar AS pada hari Rabu.

Namun, para investor sedang menilai ulang risalah pertemuan tersebut dan artinya pada hari Kamis. Investor mencatat bahwa kepala Federal Reserve Jerome Powell dan kebanyakan dari koleganya mendukung tetap mempertahankan kebijakan tidak berubah untuk waktu tertentu dan bahwa pemulihan ekonomi AS masih panjang perjalanannya. Hal ini membuat dollar AS berbalik turun.

“Support” terdekat menunggu di $61.75 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $60.17  dan kemudian $58.37. “Resistance” yang terdekat menunggu di $65.13 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $66.92 dan kemudian $68.50.

( vibiznews )

Buka Akun Trading
MetaTrader Olymp Trade

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Surplus Neraca Perdagangan Berlanjut

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia Mei 2021 kembali surplus sebesar 2,36 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan surplus...

Harga Gula Turun ke Harga Terendah 2 1/2 Minggu

Harga gula pada penutupan pasar hari Selasa turun untuk ke empat hari berturut -turut sehingga harga gula di New York turun ke...

Rupiah Rabu Siang Masih Terkoreksi ke Rp14.255/USD; Dollar di Asia Flat Menjelang the Fed

Dalam pergerakan pasar uang Rabu siang ini (16/6), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau masih melemah di hari ketiganya, stabil dari sesi...

Harga Jagung Naik, Karena Cuaca Kering Di Brazil

Harga jagung pada penutupan pasar hari Selasa kembali naik setelah kemarin mengalami penurunan tajam, kenaikan terjadi karena rate pertumbuhan tanaman lebih rendah...

Recent Comments