Friday, September 24, 2021
Home Analysis Opini Prediksi Mingguan GBP/USD 26 – 30 Juli 2021: Jangka Pendek Masih Cenderung...

Prediksi Mingguan GBP/USD 26 – 30 Juli 2021: Jangka Pendek Masih Cenderung Turun?

GBP/USD berhasil bertahan di 1.3746, dekat dengan 1.3750 ditengah membaiknya sentimen pasar dan keluarnya data ekonomi Inggris, penjualan ritel bulan Juni yang melebih daripada yang diperkirakan sebanyak 0.5%, sekalipun ratusan ribu orang kembali dikarantina setiap hari, yang menyebabkan disrupsi ekonomi, ditengah langkah pemerintah untuk melonggarkan peraturan isolasi mandiri.

Inggris tidak sendirian mengalami masalah dengan cepatnya penyebaran varian Delta. AS juga mengalami kenaikan infeksi secara signifikan dan dampaknya terhadap ekonomi telah mengirim saham-saham bertumbangan dan investor berlari ke dollar AS yang aman sebagai safe-haven assets. Sementara saham-saham bangkit, dollar AS tetap bertahan di dalam keuntungannya. Hal ini membebani Sterling.

Faktor lain yang membebani Sterling adalah Brexit. Kepala negosiator Inggris dalam hal Brexit David Frost secara resmi mengumumkan bahwa Inggris ingin melakukan negosiasi ulang mengenai protokol Irlandia Utara yang disepakati pada tahun 2019. Namun Brusel degan tegas menolak dan mengatakan: Tidak!

Selain itu, Jonathan Haskel dan Ben Broadbent, dua anggota komite kebijakan moneter BoE kelihatannya tidak ingin cepat – cepat menarik dukunang dari ekonomi. Hal ini juga membebani poundsterling.

Di AS, Federal Reserve sedang ada dalam minggu tenang namun data ekonomi AS membatasi kenaikan dari dollar AS. Weekly Jobless Claims naik ke 400.000 dan New Home Sales meleset dari yang diperkirakan di 5.86 juta pada bulan Juni.

Minggu ini, seluruh dunia sedang memperhatikan pertaruhan yang dilakukan oleh Inggris dengan tetap membuka ekonominya sementara virus sedang mengamuk. PM Johnson mempertaruhkan bahwa vaksinasi yang telah dilakukan adalah cukup luas untuk mencegah runtuhnya sistem kesehatan Inggris. Hampir 70% dari populasi telah menerima paling tidak satu kali vaksin sekalipun percepatannya pada saat ini mulai melambat.

Brexit juga tetap menjadi berita sekalipun kemungkinan tergeser ke samping lagi. Kurangnya perundingan di musim panas ini, bisa membantu menaikkan Sterling.

Sementara Inggris memutuskan untuk membuka kembali ekonominya setelah setengah dari polulasinya telah di suntik vaksin, AS telah berhenti di bawah level tersebut. Jika berhasil dinaikkan kembali kecepatan vaksinasi, akan bisa mendorong sentimen pasar dan menangkap kenaikan infeksi. Dalam hal ini, dollar AS yang safe-haven akan tertekan. Namun, hal yang sebaliknya yang kemungkinan bisa terjadi.

Bangkitnya kembali virus adalah salah satu pertimbangan kritikal di dalam pertemuan Federal Reserve yang merupakan event utama pada minggu ini. Dengan naiknya kembali virus Covid dengan varian baru Delta, kemungkinan the Fed akan mengirimkan pesan yang lebih dovish, yang mendukung pasar dan membebani dollar AS. Jerome Powell, kepala the Fed sudah mengambil sikap seperti ini pada testimoninya di awal bulan Juli. Sementara dia berkata bahwa inflasi telah mencapai ketinggian yang tidak menyenangkan, Powell kelihatannya tidak dalam keadaan terburu-buru untuk menarik stimulus.

Terlepas dari kekuatiran akan penyebaran virus, beberapa indikator ekonomi menunjukkan kemunduran. Weekly jobless claims naik ke atas 400.000. PMI turun dari ketinggiannya dan consumer sentiment juga turun dari kenaikan sebelumnya.

Investor melihat symposium Jackson Hole pada akhir Agustus nanti sebagai suatu kesempatan bagi Powell untuk memberikan pengumuman pendahuluan akan pengurangan dukungan, dan para investor sedang mencari petunjuk mengenai hal ini dari sekarang. Kombinasi dari kegelisahan pasar, melemahnya data ekonomi dan meningkatnya penyebaran Delta, bisa membuat Powell kembali memberikan pesan yang berhati-hati.

Terlepas dari keputusan the Fed, data ekonomi AS yang akan keluar pada minggu ini adalah Durable Goods Order untuk bulan Juni yang diperkirakan akan menunjukkan peningkatan di dalam investasi dan angka ini akan membentuk ekspektasi angka GDP yang akan keluar pada hari Kamis.

Angka GDP kuartal kedua diperkirakan akan mengalami kenaikan dimana pertumbuhan setahun akan meningkat menjadi 7.9% dari sebelumnya di kuartal pertama sudah naik dengan kuat sebesar 6.4%. Pembukaan kembali ekonomi yang cepat dan penuh terjadi di dalam semester pertama 2021 sementara di semester kedua ketidak pastina tinggi.

Core Personal Consumption Expenditure (Core PCE) yang menjadi alat ukuran inflasi dari the Fed kemungkinan meningkat pada bulan Juni melampaui 3.4% YoY yang muncul pada bulan Mei.

“Support” terdekat menunggu di 1.3700 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3670 dan kemudian 1.3570. “Resistance” terdekat menunggu di 1.3800 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3910  dan kemudian 1.4000.

( vibiznews )

Most Popular

Dolar Menguat Krena Kesenjangan Kebijakan Melebar dan Ketakutan Evergrande

Dolar naik lebih tinggi terhadap mata uang pasar maju dan berkembang pada hari Jumat, karena gelombang kehati-hatian baru menghantam pasar global setelah...

Ripple Membantu Bhutan Mengujicoba CBDC

Otoritas Moneter Kerajaan Bhutan bermitra dengan Ripple untuk menguji coba mata uang digital bank sentral di kerajaan pegunungan. Dalam...

Robinhood: Fitur Dompet Kripto Hadir di Aplikasi Mulai Oktober

Aplikasi perdagangan Robinhood telah membuka daftar tunggu untuk menguji dompet kripto bagi pengguna untuk menyimpan token mereka. Menurut posting...

Dogecoin Lebih Populer dari Sebelumnya. Ada Apa?

Kekuatan meme Dogecoin kuat meskipun tingkat transaksi DOGE mencapai titik terendah sejak 2017. Beberapa perusahaan telah membuat permainan adopsi...

Recent Comments