Friday, September 17, 2021
Home Analysis Opini Prediksi Mingguan GBP/USD 19 – 23 Juli 2021: Turun Dulu Baru Naik...

Prediksi Mingguan GBP/USD 19 – 23 Juli 2021: Turun Dulu Baru Naik Lagi?

Setelah sempat naik ke ketinggian di 1.3900 karena komentar dari anggota BoE yang hawkish menjelang dibukanya kembali ekonomi Inggris, GBP/USD tertekan turun sampai ke bawah 1.38 pada hari Jumat, ke 1.3764, oleh karena berbalik menguatnya dollar AS karena keluarnya data penjualan ritel yang naik 0.6% setelah pada bulan lalu turun 1.7% melebihi dari yang diperkirakan di 0.4%, ditengah membaiknya sentimen pasar.

Inflasi AS tidak diragukan lagi sedang naik. CPI umum menyentuh 5.4% YoY di bulan Juni, dan CPI inti mencapai 4.5%, keduanya jauh mengatasi daripada yang diperkirakan. Namun, penggerak utama tetaplah sehubungan dengan pembukaan kembali kegiatan ekonomi yakni harga-harga kendaraan yang dipakai, rental mobil, ongkos pesawat, dan pakaian.

Apakah kenaikan harga yang lebih cepat akan terbukti sementara atau akan menetap, memberikan tekanan dan membuat terjadi pembelian dollar AS .

Kepala Fed Jerome Powell menyatakan bahwa sementara inflasi kelihatannya akan tetap tinggi selama beberapa bulan ke depan, ini bersifat sementara dan akan melemah. Terlebih lagi, Powell mengatakan bahwa ekonomi AS masih jauh dari membuat kemajuan yang substansial, yang merupakan istilah dari the Fed untuk menentukan kapan memulai skema pengurangan pembelian obligasi.

Menilai pernyataan dari the Fed bahwa the Fed akan terus melanjutkan mencetak $120 miliar per bulan, hal ini membuat dollar AS kehilangan pijakannya.

Di Inggris, PM Boris Johnson mendesak bahwa pada tanggal 19 Juli pembukaan kembali ekonomi Inggris harus tetap berjalan, meskipun terjadi penyebaran yang cepat dari varian Delta. Ketakutan mengenai meningkatnya kematian dan datangnya pasien ke rumah sakit juga membebani poundsterling.

Virus Delta sedang menyebar juga di AS dan mengakibatkan kenaikan infeksi dua kali lipat, meskipun di basis yang rendah dan terkonsentrasi di tempat dimana tingkat vaksinasinya rendah. Dan sebegitu jauh tidak berdampak terhadap pasar.

Inflasi di Inggris juga meningkat tajam – 2.5% YoY pada bulan Juni, lebih tinggi daripada diperkirakan. Terlebih lagi pertumbuhan upah meningkat ke 7.3% per tahun di bulan Mei. Tingkat pengangguran Inggris naik ke 4.8%.

Namun, sama seperti di AS, Gubernur BoE Andrew Bailey menyatakan dia tidak akan bisa dipaksa untuk menaikkan tingkat suku bunga sebagai respon terhadap meningkatnya inflasi yang bersifat sementara, mendorong turun Sterling. Sementara rekannya Michael Saunders mempresentasikan pandangan yang hawkish yang bertentangan dengan Andrew Bailey.

Minggu ini dimulai dengan “Freedom Day” dimana semua aturan mengenai Covid akan dihapus yang menyebabkan keprihatinan penyebaran virus Delta bisa memburuk. Kritikan terhadap keputusan pemerintah ini bisa menyebabkan kembalinya restriksi.

Infeksi coronavirus harian, masuknya pasien baru ke rumah sakit dan tingkat kematian bisa berdampak terhadap Sterling lebih daripada sebelumnya. Jika jasa Kesehatan tertekan, Perdana Menteri Johnson bisa membuat keputusan yang berbalik kembali ke lockdown. Sebaliknya jika akibat dari vaksinasi yang telah mencapai level tertentu dan gelombang virus menurun, Sterling bisa bersinar.

Statistik penjualan ritel untuk bulan Juni menarik perhatian dan bisa mendapatkan keuntungan dari pertandingan sepak bola Euro 2021 yang meningkatkan konsumsi. Kenaikan tahunan akan tetap tinggi karena penurunan belanja pada tahun lalu.

Purchasing Manager Index pendahuluan dari Markit untuk bulan Juli, kemungkinan akan menunjukkan penurunan di dalam sentimen bisnis setelah sempat menyentuh level yang tinggi di bulan Juni. Setiap angka diatas 50 menunjukkan ekspansi dan level 62.4 yang dilaporkan untuk sektor jasa khususnya tinggi. Angka di atas 60 akan mendukung Sterling.

Di Amerika Serikat, menjadi pertanyaan apakah varian baru Delta akan merusak pemulihan Amerika? Dengan baru separuh populasi yang diproteksi penuh dan 56% menerima satu kali suntikan, banyak area yang masih rentan di AS kemungkinan masih harus berjuang. Kenaikan infeksi telah meningkatkan angka pasien yang ke rumah sakit.

Populasi yang menerima vaksin juga berbeda dari satu negara bagian dengan negara bagian lainnya. Di Vermont, 75% dari populasi telah menerima satu kali suntikan. Sementara di Mississippi baru 38%. Tanpa terjadi kenaikan yang signifikan dari vaksinasi, bisa terjadi hal yang lebih buruk yang akan mendukung kenaikan dollar AS yang safe-haven.

Pemimpin mayoritas Senat Chuck Schumer menetapkan tanggal 21 Juli sebagai tanggal dimana dia ingini kesepakatan mengenai belanja infrastruktur ada kemajuan. Paket yang massif senilai $3.5 triliun ini masih menunggu persetujuan dari Joe Manchin, anggota partai yang paling konservatif di Demokrat. Dolar AS bisa mengalami kenaikan jika undang-undang infrastruktur ini mengalami kemajuan.

Angka – angka perumahan kemungkinan masih akan terus menunjukkan pasar konstruksi yang kuat di bulan Juni. PMI pendahuluan dari Markit untuk bulan Juli diperkirakan bervariasi dengan kenaikan aktifitas di sektor jasa namun penurunan aktifitas di sektor manufaktur.

“Support” terdekat menunggu di 1.3730 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3670 dan kemudian 1.3565. “Resistance” terdekat menunggu di 1.3865 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3905 dan kemudian 1.3940.

( vibiznews )

Most Popular

MoU PT SMI dan Bloomberg Philanthropies Tunjukkan Komitmen Indonesia Transisi ke Energi Bersih

Saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) antara PT SMI dan Bloomberg Philanthropies, yang dilakukan secara virtual pada...

Ekspor Indonesia Agustus 2021 Mencapai Rekor Tertinggi US$ 21,42 Miliar

Di tengah pandemi yang masih berlangsung, pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut hal ini dapat dilihat dari nilai ekspor Indonesia terakselerasi positif. Pada...

Harga Karet Naik Dua Hari Berturut-turut

Harga karet kembali naik pada hari Rabu karena data ekonomi yang melemah,lebih lemah dari data ekonomi dan kenaikan kasus virus corona di...

Rupiah Kamis Berakhir Balik Terkoreksi ke Rp14.252/USD; Dollar di Eropa Menanjak, Perhatian ke Pertemuan the Fed

Dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini (16/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir balik terkoreksi, melepas gain sesi siangnya, sementara dollar...

Recent Comments