Wednesday, June 16, 2021
Home Analysis Opini prediksi Mingguan EUR/USD 31 Mei – 4 Juni 2021: Cenderung Turun?

prediksi Mingguan EUR/USD 31 Mei – 4 Juni 2021: Cenderung Turun?

Setelah mengalami kenaikan ke 1.2266, level tertinggi sejak Januari, akibat melemahnya dollar AS dan membaiknya angka Covid – 19 di Eropa, EUR/USD berbalik turun ke 1.2192 oleh karena keluarnya data makro ekonomi AS yang bagus dari PMI manufaktur dan jasa AS dimana PMI jasa AS menyentuh 70.2 di bulan Mei mencetak rekor tertinggi dan mengatasi yang diperkirakan, membuat indeks dollar AS kembali naik sehingga menekan EUR/USD turun.

Pasar keuangan berotasi di sekitar ekspektasi inflasi AS dan kemungkinan dampaknya atas kebijakan moneter sekarang. Namun, satu per satu pejabat the Fed meyakinkan pasar bahwa inflasi saat ini bersifat sementara, maka pasar mulai percaya dan dengan demikian dollar AS menjadi tertekan turun karena tidak ada lagi arus safe-haven yang masuk ke dollar AS.

Randal Quarles salah satu Gubernur di the Fed, termasuk salah satu orang pejabat the Fed yang mengatakan bahwa inflasi saat ini bersifat sementara dan ekonomi masih panjang perjalanannya sekalipun mengatakan bahwa terbuka kesempatan untuk mendiskusikan pengetatan dalam pertemuan yang akan datang jika kondisi ekonomi AS terus membaik.

Angka ekonomi AS yang baru meneguhkan sikap dari the Fed meskipun terjadi beberapa kekeliruan.

Klaim pengangguran mingguan AS turun ke 406.000, angka terendah sejak bulan Maret 2020, sementara GDP kuartal pertama dikonfirmasi berada pada 6.4% QoQ. Bahkan ukuran inflasi yang favorite dari the Fed, PCE Price Index inti, naik membumbung ke 3.6% dari 2.4% di bulan April.

Namun Conference Board’s Consumer Confidence muncul di 117.2 pada bulan Mei di bawah daripada yang diperkirakan. Sektor perumahan yang kelihatannya memanas menunjukkan tanda-tanda mendingin sebagaimana yang terlihat dari New Home Sales dan data lainnya.

Pertumbuhan ekonomi bertranslasi menjadi naiknya tekanan inflasi, yang menempatkan bank sentral ke dalam posisi yang sulit. Bertindak terlalu cepat akan bisa kontra produksi, seperti menaikkan tingkat bunga akan bisa menggoda bank-bank untuk meminjamkan uangnya ke the Fed daripada ke peminjam swasta yang bisa melambatkan bisnis kecil, melambatkan pemulihan, dengan demikian membebani pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu ECB berada pada saluran yang berbeda. Para pembuat kebijakan telah mengulangi beberapa kali bahwa kebijakan moneter akan tetap sangat akomodatif ditengah inflasi yang rendah secara persisten. Anggota Dewan Gubernur ECB Francois Villeroy de Galhau berkata:”Kebijakan moneter kami bisa bersabar, dengan inflasi area euro masih jauh dibawah jurisdiksi.”

Data ekonomi yang datang dari Uni Eropa umumnya memberikan semangat namun tidak sampai mengesankan. GDP Jerman  di revisi turun menjadi – 1.8% QoQ di dalam kuartal pertama dari tahun ini. Sementara GFK Consumer Confidence Survey muncul di – 7 untuk bulan Juni, meleset dari yang diperkirakan. Namun IFO Survey mengindikasikan bahwa Business Climate bulan Mei membaik lebih daripada yang diperkirakan, dari 96.6 menjadi 99.2. Consumer Confidence bulan Mei Uni Eropa membaik seperti yang telah di perkirkan dari – 0.81 ke 6.1. Sementara Economic Sentiment Indicator melompat ke 114.5.

Minggu pertama bulan Juni Jerman akan mempublikasikan angka inflasi perkiraan pendahluan dan juga Penjualan Ritel bulan April. Uni Eropa akan mengeluarkan perkiraan pendahuluan Consumer Price Index bulan Mei yang diperkirakan akan stabil di 1.6% YoY dan juga akan mempublikasikan Penjualan Ritel bulan April.

ISM Manufacturing PMI memulai minggu yang baru dan diperkirakan akan tetap diketinggian diatas angka 60, di 60.8 dari 60.7 sebelumnya, yang merefleksikan ekspansi yang cepat.

Komponen employment di laporan ini akan memberikan tanda-tanda akan seperti apa laporan pekerjaan AS nantinya. Perhatian spesial juga akan tertuju pada angka inflasi dari PMI yang diperkirakan turun dari ketinggiannya.

Angka tenaga kerja dari sector swasta diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan pekerjaan yang melambat di bulan Mei. Setiap kejutan kenaikan akan bisa membentuk ekspektasi terhadap laporan employment Nonfarm Payrolls meskipun korelasi kedua laporan tersebut semakin berkurang.

PMI Jasa dari ISM adalah petunjuk yang terakhir, diperkirakan akan membaik dari 62.7 ke 62.9, dan disini komponen employment juga diperhatikan dengan seksama.

Dari laporan Nonfarm Payrolls, menjadi pertanyaan apakah angka yang mengecewakan sebanyak 266.000 posisi pada minggu lalu hanya terjadi satu kali saja ataukah akan berlanjut? Para ekonom memperkirakan NFP bulan Mei akan menunjukkan angka sebanyak 621.000, yang merefleksikan kembali ke normal yang cepat. Tingkat pengangguran diperkirakan akan menurun ke 5.9% dari sebelumnya 6.1%.

Secara kasar ada 8 juta orang Amerika yang harus kembali ke posisi kerja mereka sebelum terjadi pandemik dan percepatan untuk kembali ke pekerjaan dikantor akan menaikkan ekspektasi dari pengetatan dan mendorong naik Dolar AS.

Secara keseluruhan pasangan matauang ini berada ditepi penurunan dengan permintaan akan dollar AS semakin meningkat sementara euro berada dalam tekanan jual.

“Support” terdekat menunggu di 1.2155 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2105 dan kemudian 1.2030.  “Resistance” terdekat menunggu di 1.2210 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2280 dan kemudian 1.2349.

( vibiznews )

Buka Akun Trading
MetaTrader Olymp Trade

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Harga Karet Tocom 16 Juni 2021 Masih Tertekan, Karet SHFE Rebound

Harga karet di bursa komoditas internasional masih tertekan pada hari Rabu (16/6/2021), terkecuali perdagangan di bursa SHFE yang alami penguatan. Harga karet...

Surplus Neraca Perdagangan Berlanjut

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia Mei 2021 kembali surplus sebesar 2,36 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan surplus...

Harga Gula Turun ke Harga Terendah 2 1/2 Minggu

Harga gula pada penutupan pasar hari Selasa turun untuk ke empat hari berturut -turut sehingga harga gula di New York turun ke...

Rupiah Rabu Siang Masih Terkoreksi ke Rp14.255/USD; Dollar di Asia Flat Menjelang the Fed

Dalam pergerakan pasar uang Rabu siang ini (16/6), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau masih melemah di hari ketiganya, stabil dari sesi...

Recent Comments