Friday, September 17, 2021
Home Analysis Opini Prediksi Mingguan EUR/USD 19 – 23 Juli 2021: Bearish Secara Tehnikal, Tembus...

Prediksi Mingguan EUR/USD 19 – 23 Juli 2021: Bearish Secara Tehnikal, Tembus 1.1700?

Setelah berhasil bangkit dari kerendahan di 1.1771 dan diperdagangkan di atas 1.1800, pasangan matauang EUR/USD turun dari ketinggian 1.1850 dan berjuang kembali di 1.1805 dengan dollar AS berhasil menarik pembeli kembali, ditengah membaiknya sentimen pasar dan keluarnya data penjualan ritel yang naik 0.6% setelah pada bulan lalu turun 1.7% melebihi dari yang diperkirakan di 0.4%.

Sementara itu, Presiden ECB Christine Lagarde juga memberikan komentar mengenai kebijkan moneter. ECB telah memutuskan untuk bersikap flexible terhadap inflasi, mengumumkan bahwa target 2% bukanlah batas atas melainkan level dimana inflasi bisa bergerak naik turun. Bank sentral Uni Eropa ini hendak menghindari pengetatan yang terlalu cepat.

Jika saham yang dijadikan ukuran sentimen, maka para trader AS kelihatannya lebih optimistik daripadar rekannya di Eropa. Wall Street memperpanjang kenaikannya mencetak rekor baru, dengan tiga indeks saham utama ditutup di teritori baru. Sebaliknya kebanyakan indeks saham Eropa ditutup dalam warna merah.

Meskipun demikian, keprihatinan mengenai melambatnya kecepatan pemulihan mendominasi. Sementara AS dan Uni Eropa belum mengeluarkan data GDP nya, Cina merilis angka GDP yang menunjukkan penurunan pertumbuhan di kuartal kedua, dengan GDP jatuh dari 18.3% di kuartal kesatu menjadi 7.9% di kuartal kedua.

Partisipan pasar mencatat penurunan pemulihan ekonomi dan menambahkannya dengan keprihatinan yang memuncak akan penyebaran varian coronavirus Delta, yang sekarang menjadi dominan juga di belahan bumi utara. Eropa dan AS sedang mengambil langkah-langkah untuk mengatasinya. Masih harus dilihat apakah vaksin cukup untuk mencegah naiknya level kematian dan kasus-kasus berat.

Dari medan data ekonomi AS, data yang keluar bervariasi, dengan data penjualan ritel  AS naik 0.6% setelah pada bulan lalu turun 1.7% melebihi dari yang diperkirakan di 0.4%, ditengah membaiknya sentimen pasar. Inflasi AS tidak diragukan lagi sedang naik. CPI umum menyentuh 5.4% YoY di bulan Juni, dan CPI inti mencapai 4.5%, keduanya jauh mengatasi daripada yang diperkirakan. Sementara Initial Jobless Claims terkontraksi turun menjadi 360.000. Industrial Production naik sedikit 0.4% MoM pada bulan Juni. Perkiraan pendahuluan dari Michigan Consumer Sentiment Index bulan Juli meleset dari perkiraan pasar, terkontraksi dari 85.5 menjadi 80.8, dan dibawah daripada yang diperkirakan di 86.5.

Sementara itu, inflasi di Jerman di konfirmasi di 2.1% YoY pada bulan Juni, sementara di Uni Eropa muncul di 1.9% YoY. Uni Eropa juga mempublikasikan Industrial Production pada bulan Mei yang terkontraksi 1% MoM.

Minggu ini, akan ada keputusan kebijakan moneter dari ECB yang diperkirakan akan tetap mempertahankan kebijakan yang ada sekarang tidak berubah. Namun investor sedang mencari perincian dari petunjuk kedepan yang baru dan seberapa toleran para pembuat kebijakan terhadap inflasi. Uni Eropa juga akan mempublikasikan Consumer Confidence bulan Julinya yang diperkirakan akan meningkat ke – 2.5, dari sebelumnya – 3.3.

Pada hari Jumat, Markit akan mempublikasikan perkiraan pendahuluan dari PMI Jasa dan manufaktur bulan Juli baik untuk Uni Eropa maupun untuk AS.

Untuk Amerika Serikat, diperkirakan PMI jasa dan manufakturnya akan bervariasi dengan kenaikan aktifitas di sektor jasa namun penurunan aktifitas di sektor manufaktur. Angka – angka perumahan kemungkinan masih akan terus menunjukkan pasar konstruksi yang kuat di bulan Juni.

Di Amerika Serikat, menjadi pertanyaan apakah varian baru Delta akan merusak pemulihan Amerika? Dengan baru separuh populasi yang diproteksi penuh dan 56% menerima satu kali suntikan, banyak area yang masih rentan di AS kemungkinan masih harus berjuang. Kenaikan infeksi telah meningkatkan angka pasien yang ke rumah sakit.

Populasi yang menerima vaksin juga berbeda dari satu negara bagian dengan negara bagian lainnya. Di Vermont, 75% dari populasi telah menerima satu kali suntikan. Sementara di Mississippi baru 38%. Tanpa terjadi kenaikan yang signifikan dari vaksinasi, bisa terjadi hal yang lebih buruk yang akan mendukung kenaikan dollar AS yang safe-haven.

Pemimpin mayoritas Senat Chuck Schumer menetapkan tanggal 21 Juli sebagai tanggal dimana dia ingini kesepakatan mengenai belanja infrastruktur ada kemajuan. Paket yang massif senilai $3.5 triliun ini masih menunggu persetujuan dari Joe Manchin, anggota partai yang paling konservatif di Demokrat. Dolar AS bisa mengalami kenaikan jika undang-undang infrastruktur ini mengalami kemajuan.

Di dalam grafik mingguan, indikator RSI  dari pasangan matauang ini telah memperpanjang penurunan ke level negatif yang mempertahankan kekuatan bearishnya yang menunjukkan secara keseluruhan cenderung turun.

“Support” terdekat menunggu di 1.1770 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1720 dan kemudian 1.1685. “Resistance” terdekat menunggu di 1.1840 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1885 dan kemudian 1.1920.

( vibiznews )

Most Popular

MoU PT SMI dan Bloomberg Philanthropies Tunjukkan Komitmen Indonesia Transisi ke Energi Bersih

Saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) antara PT SMI dan Bloomberg Philanthropies, yang dilakukan secara virtual pada...

Ekspor Indonesia Agustus 2021 Mencapai Rekor Tertinggi US$ 21,42 Miliar

Di tengah pandemi yang masih berlangsung, pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut hal ini dapat dilihat dari nilai ekspor Indonesia terakselerasi positif. Pada...

Harga Karet Naik Dua Hari Berturut-turut

Harga karet kembali naik pada hari Rabu karena data ekonomi yang melemah,lebih lemah dari data ekonomi dan kenaikan kasus virus corona di...

Rupiah Kamis Berakhir Balik Terkoreksi ke Rp14.252/USD; Dollar di Eropa Menanjak, Perhatian ke Pertemuan the Fed

Dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini (16/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir balik terkoreksi, melepas gain sesi siangnya, sementara dollar...

Recent Comments