Sunday, September 19, 2021
Home Analysis Opini Prediksi Mingguan EUR/USD 06 – 10 September 2021: Bisa Melanjutkan Kenaikannya?

Prediksi Mingguan EUR/USD 06 – 10 September 2021: Bisa Melanjutkan Kenaikannya?

Setelah naik ke arah 1.18, di 1.1796 karena turunnya dollar AS, pada awal minggu lalu, EUR/USD melanjutkan kenaikannya pada akhir minggu lalu, berhasil menembus 1.18 dan mengarah ke 1.19 di 1.1878, dengan dollar AS terus melemah dan mencapai level terendahnya setelah keluarnya laporan Nonfarm Payrolls bulan Agustus yang jauh lebih buruk daripada yang diperkirakan ditambah lagi dengan komentar yang hawkish dari anggota ECB.

Dollar AS terus semakin tertekan menjelang keluarnya data Nonfarm Payrolls.

Tertekannya dollar AS pertama-tama disebabkan oleh keluarnya data Conference Board’s Consumer Confidence yang lemah pada hari Selasa, dan kemudian ditambah lagi dengan laporan pekerjaan swasta dari ADP yang buruk pada hari Rabu yang menunjukkan penambahan pekerjaan hanya sebanyak  374.000 dibandingkan dengan yang diperkirakan sebanyak 600.000.

Dolar AS benar-benar tidak ada kesempatan untuk bangkit. Setelah angka CB Consumer Confidence yang buruk, angka komponen employment dari PMI sektor manufaktur yang dikeluarkan oleh ISM terkontraksi.

Semua hal di atas berarti, laporan NFP pada hari Jumat akan lemah dan dengan demikian kemungkinan untuk the Fed melakukan “tapering” terhadap skema pembelian obligasi berkurang. Hal ini mendorong penurunan dollar AS lebih jauh dengan prospek akan semakin banyak dollar AS yang akan dicetak pada waktu yang akan datang.

Penurunan dollar AS terus berlanjut pada minggu lalu disebabkan oleh karena membaiknya sentimen pasar dan  data – data makro ekonomi AS kebanyakan lemah yang ditutup dengan jatuhnya angka Nonfarm Payrolls ke 235.000 jauh dari yang diperkirakan di 750.000, yang membuat indeks dollar AS pada akhir minggu lalu turun ke 92,062 dari sebelumnya di awal minggu lalu masih bertengger di 92,960.

Di Eropa, Economic Sentiment Indicator Uni Eropa terkontraksi ke 117.5 untuk bulan Agustus. Sementara Markit mempublikasikan angka final bulan Agusuts yang kebanyakan mengalami revisi penurunan dari perkiraan awal meskipun masih menunjukkan ekspansi.

Minggu ini ECB akan mengadakan pertemuan pada tanggal 9 September dan partisipan pasar memperkirakan ECB akan mempertahankan kebijakan moneternya tidak berubah. Para pembuat kebijakan di Eropa berhati-hati dalam memberikan pengumuman perubahan terhadap kebijalan mereka sekarang dan kebanyakan fokus kepada perkembangan dari pandemik.

Disamping pertemuan ECB pada hari Kamis, Jerman akan mempublikasikan Factory Orders bulan Juli, Industrial Production dan Trade Balance, selain itu akan merilis survey ZEW bulan September dengan sentimen ekonomi diperkirakan akan membaik ke 56.7. Sebagai tambahan, Jerman akan mempublikasikan angka inflasi final bulan Agustus. Sementara Uni Eropa akan mempublikasikan angka revisi dari GDP kuartal kedua, sementara di AS minggu ini relatif sepi.

Di AS, minggu ini lebih tenang daripada yang biasanya. Angka NFP yang kecil menunjukkan bahwa varian Delta telah memberikan dampak yang dalam terhadap pertumbuhan ekonomi AS di dalam hal permintaan dari konsumen. Sebelum muncul varian Delta, para ekonom telah memperkirakan bahwa Nonfarm Payrolls pada bulan Agustus ini akan memberikan penambahan pekerjaan sebanyak satu juga orang, yang sekarang menjadi suatu pertanyaan. Ini bukanlah kemunduran minor. Ini akan mempengaruhi kebijakan moneter dari the Fed yang semula sudah ingin melakukan “tapering” dalam skema pembelian obligasi senilai $120 miliar per bulan. Dampak yang paling dalam dari laporan ini adalah bahwa Federal Reserve akan harus menahan rencana mereka sekarang untuk menormalkan pembelian assets mereka dengan melakukan “tapering” dan meneguhkan keyakinan mereka untuk tetap mempertahankan tingkat bunga mendekati Nol untuk waktu yang lebih lama lagi.

Klaim pengangguran mingguan akan diperhatikan oleh pasar. Selain itu, Producer Price Index juga akan bisa mencuri perhatian karena kadang-kadang dianggap sebagai pendahuluan dari harga konsumen.

“Support” terdekat menunggu di 1.1820 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1785 dan kemudian 1.1750. “Resistance” terdekat menunggu di 1.1910 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1950 dan kemudian 1.2000.

( vibiznews )

Most Popular

Harga Minyak Dunia Turun, WTI Dipatok USD71,9/Barel

JAKARTA - Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu pagi WIB), karena perusahaan-perusahaan energi di Teluk Meksiko AS...

Harga Emas Berjangka Turun Tertekan Penguatan Dolar

JAKARTA - Harga emas berjangka melanjutkan penurunannya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga emas memperpanjang kerugian untuk hari ketiga berturut-turut...

Ada Omnibus Law dan OSS, Indonesia Ajak Pengusaha Thailand Tingkatkan Investasi

Investor Thailand harus memanfaatkan kemudahan investasi di Indonesia seiring semakin kondusifnya iklim investasi di Tanah Air saat ini. Hal...

Indeks Dolar AS Sentuh Level Tertinggi dalam 3 Minggu

Nilai tukar (kurs) Dolar mencapai tertinggi tiga minggu terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Dolar...

Recent Comments