Friday, September 17, 2021
Home Analysis Opini Prediksi GBP/USD 16 Juli 2021: Turun dengan Menguatnya Dolar AS

Prediksi GBP/USD 16 Juli 2021: Turun dengan Menguatnya Dolar AS

GBP/USD diperdagangkan di bawah 1.3850 di sekitar 1.3822, turun dari ketinggiannya yang dicapai setelah anggota BoE Saunders mendorong pengurangan dukungan terhadap ekonomi. Dolar AS mengalami kenaikan dengan kesaksian dari kepala the Fed Powell.

Tidak perlu tergesa-gesa adalah pesan dari bank sentral di Inggris dan AS yang memberikan faktor negatip terhadap Sterling. Empat hari sebelum “Freedom Day”, Sterling memiliki alasan untuk berjuang dengan naiknya kasus Covid.

Kepala Federal Reserve Jerome Powell meringankan naiknya ancaman inflasi dan memberitahukan Kongres bahwa bank sentral AS akan terus mengambil pendekatan berhati-hati dalam kebijakan moneter.

Dalam testimoninya di depan House of Representatives AS Powell mengatakan bahwa sementara inflasi diperkirakan akan naik selama musim panas, dia memperkirakan ancaman tersebut akan terbukti hanya bersifat sementara.

Departemen Tenaga Kerja AS pada hari Rabu, mengatakan bahwa Producer Price Index (PPI) naik 1% pada bulan Juni setelah pada bulan Mei naik 0.8%; angka ini lebih kuat daripada yang diperkirakan dengan para ekonom memperkirakan kenaikan hanya 0.6%.

Selama setahun, harga produsen naik 7.3%, kenaikan terbesar sejak data 12 bulan ini pertama kali dikalkulasikan pada bulan November 2010.

Laporan ini juga mengatakan bahwa harga produsen inti juga naik 1% di bulan Juni, naik dari bulan Mei sebesar 0.7%. Para ekonom memperkirakan kenaikan inflasi sebesar 0.5%.

Hal yang serupa terjadi di Inggris, meskipun dengan angka yang lebih kecil. Para konsumen harus membayar 2 ½ kali lebih banyak daripada tahun lalu untuk sekeranjang barang yang sama di bulan Juni. Harga cenderung meningkat dengan pertumbuhan upah yang meningkat dengan cepat sebesar 7.3% kenaikan upah pertahun di bulan Mei. Meskipun demikian, Gubernur BoE Andrew Bailey membuat klarifikasi bahwa dia tidak akan bisa dipaksa untuk menaikkan tingkat bunga karena inflasi yang sifatnya sementara sehingga Sterling tidak terdorong naik.

“Support” terdekat menunggu di 1.3800 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3750 dan kemudian 1.3730. “Resistance” terdekat menunggu di 1.3865 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3905 dan kemudian 1.3940.

( vibiznews )

Most Popular

MoU PT SMI dan Bloomberg Philanthropies Tunjukkan Komitmen Indonesia Transisi ke Energi Bersih

Saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) antara PT SMI dan Bloomberg Philanthropies, yang dilakukan secara virtual pada...

Ekspor Indonesia Agustus 2021 Mencapai Rekor Tertinggi US$ 21,42 Miliar

Di tengah pandemi yang masih berlangsung, pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut hal ini dapat dilihat dari nilai ekspor Indonesia terakselerasi positif. Pada...

Harga Karet Naik Dua Hari Berturut-turut

Harga karet kembali naik pada hari Rabu karena data ekonomi yang melemah,lebih lemah dari data ekonomi dan kenaikan kasus virus corona di...

Rupiah Kamis Berakhir Balik Terkoreksi ke Rp14.252/USD; Dollar di Eropa Menanjak, Perhatian ke Pertemuan the Fed

Dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini (16/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir balik terkoreksi, melepas gain sesi siangnya, sementara dollar...

Recent Comments