Friday, January 28, 2022
Home Berita Komoditas Perkiraan Ekspor Minyak Sawit Indonesia Turun di 2021

Perkiraan Ekspor Minyak Sawit Indonesia Turun di 2021

Pada hari Selasa Indonesian Palm Oil Association (GAPKI) mengatakan ekspor dan produksi minyak sawit Indonesia turun untuk dua tahun berturut-turut.

Turunnya ekspor karena turunnya ekspor CPO dan produksi turun karena kekurangan pupuk dan umur dari tanaman sawit.

Ekspor minyak sawit diperkiraan turun 0.34% dari tahun lalu di 2021. Ekspor CPO Indonesia akan turun 60.5% dari tahun 2020, dan India juga akhirnya membeli produk olahan sebagai gantinya. Turunnya ekspor karena penurunan pengiriman CPO.

India lebih memilih minyak sawitolahan sehingga ekspor minyak sawit naik 22.2% pada tahun ini, GAPKI memperbaiki outlook ekspor 2021 dua kali.

GAPKI memperkirakan pada bulan lalu bahwa ekspor minyak sawit di 2021 naik 1.2% , namun kemudian perkiraan ekspor CPO turun 54.4%, ini disebabkan karena Presiden Indonesia menghentikan untuk ekspor bahan mentah, sehingga ekspor CPO dihentikan dan dilakukan secara bertahap.

Ekspor minyak sawit di 2020 turun 9% setelah mencapai rekor di tahun 2019, sementara produksi turun 1%.

Sementara itu Harga minyak sawit turun hari ke tiga berturut-turut pada hari Selasa perkiraan produksi minyak nabati meningkat pada tahun depan.

Harga minyak sawit pada bulan Februari di bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 1.79% menjadi 4,870 ringgit ($1,160.35) harganya turun setelah pada siang hari naik 1.33% dan melanjutkan penurunan setelah kemarin turun 0.78% pada dua hari sebelumnya.

Produksi global dari minyak nabati, minyak sawit, minyak bunga matahari, minyak kedelai akan naik tertinggi empat tahun, menurut analis di Hamburg kenaikan dari 6.3 juta menjadi 6.8 juta ton di 2021/2022

Turunnya harga minyak sawit dibatasi oleh peningkatan ekspor, cargo surveyor pada hari Sabtu mengatakan ekspor minyak sawit dari 1-20 Nopember naik 8% dari bulan lalu pada periode yang lama.

Harga minyak kedelai di Bursa Dalian turun 1.72% pada perdagangan siang, harga minyak sawit turun 3.04%.

Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade pada bulan Januari turun 1.1%.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama di 4,790 ringgit dan berikut ke 4,700 ringgit sementara resistant pertama di 5,070 ringgit dan berikut ke 5,110 ringgit.

( vibiznews )

Most Popular

Rekomendasi Emas 28 Januari 2022: Meneruskan Penurunan dengan Bagusnya Data Ekonomi AS

Harga emas terus turun pada awal perdagangan sesi AS hari Kamis ditengah munculnya hasil pertemuan FOMC dari the Fed yang lebih hawkish...

Rekomendasi GBP/USD 28 Januari 2022: Terus Dalam Tekanan Bearish Karena Naiknya USD

GBP/USD terus berada dalam tekanan bearish pada hari Kamis dan diperdagangkan di level 1.3385 setelah munculnya data ekonomi AS yang umumnya bagus....

Rekomendasi EUR/USD 28 Januari 2022: Memperpanjang Penuruanan karena Bagusnya Data AS

EUR/USD terus turun pada awal perdagangan sesi AS dan diperdagangkan di level terendahnya sejak Juni 2020 di sekitar 1.1153, karena data ekonomi...

Rupiah Kamis Ditutup Melemah ke Rp14.386/USD; Dollar di Eropa Rally 4 Hari, Rilis the Fed Hawkish

Dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini (27/1), nilai tukar rupiah terhadap dollar ditutup melemah, menambah sedikit loss sesi siangnya, sementara dollar...

Recent Comments