Friday, January 28, 2022
Home Berita Forex Pencalonan Jerome Powell Buat Dolar Menguat, EURO Melemah Dikarenakan Lockdown di Eropa

Pencalonan Jerome Powell Buat Dolar Menguat, EURO Melemah Dikarenakan Lockdown di Eropa

Beberapa waktu lalu, Presiden Joe Biden menjadikan Ketua Federal Reserve Jerome Powell sebagai salah satu calon jabatan kedua dalam masa jabatan untuk 4 tahun ke depan. Hal tersebut berdampak pada US Dolar yang menguat. Lalu masih ada EURO yang melemah drastis dikarenakan pengetatan di Eropa terkait dengan Covid yang meningkat.

“Terlihat sekali jika masih Powell berpeluang jika suku bunga AS dinaikkan. Lalu nantinya, Powell masih menjadi Ketua Fed dan bagi dolar, hal seperti ini sangat positif sekali,” kata analis pasar senior di Western Union, Joe Manimbo.

Pada Selasa (23/11) Indeks dolar mengalami penguatan sebesar 0,42% dan berubah ke posisi 95,53. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak Juli 2020. Sedangkan dengan Euro malah mengalami penurunan sebesar 0,58% dan berada di posisi $1,1233. Angka ini menjadi yang paling lemah sejak bulan Juli 2020.

Melemahnya Euro tersebut pastinya bukan tanpa sebab. Salah satunya adalah dikarenakan kekhawatiran atas pemberlakuan lockdown kembali di Eropa. Salah satunya di Austria yang sudah menerapkan lockdown penuh. Lalu ada Jerman yang tengah mempertimbangkan untuk ikut dalam kebijakan tersebut.

Laporan forex news menyebut bahwa Brainard dan Powell sudah mencatat imbal balik dari korosif inflasi yang tinggi pada ekonomi AS. Kemudian apa yang terjadi setelahnya menjadi tanda laju kenaikan harga yang cepat. Bahkan saat ini, sudah menjadi prioritas utama bagi bank sentral.

Sedangkan dengan The Fed dikabarkan sudah merilis risalah dari kebijakan yang sudah dilaksanakan pada 2-3 November lalu. Kemudian kebijakan tersebut yang menjadi indikasi baru. Sehingga hal tersebut yang bisa mempercepat kenaikan siku bunga.

Sementara itu, dolar diketahui juga mengalami kenaikan 0,79% terhadap safe haven yen Jepang dan kini berubah menjadi 114,93. Angka tersebut hampir menyentuh angka tertinggi 4-1/2 tahun yakni 114,97 yang dicatat pada 17 November lalu. Terakhir ada Greenback yang menguat pada 0,55% dan mencapai level tertinggi dalam 7 minggu C$1,27 terhadap dolar Kanada.

( inforexnews )

Most Popular

Rekomendasi Emas 28 Januari 2022: Meneruskan Penurunan dengan Bagusnya Data Ekonomi AS

Harga emas terus turun pada awal perdagangan sesi AS hari Kamis ditengah munculnya hasil pertemuan FOMC dari the Fed yang lebih hawkish...

Rekomendasi GBP/USD 28 Januari 2022: Terus Dalam Tekanan Bearish Karena Naiknya USD

GBP/USD terus berada dalam tekanan bearish pada hari Kamis dan diperdagangkan di level 1.3385 setelah munculnya data ekonomi AS yang umumnya bagus....

Rekomendasi EUR/USD 28 Januari 2022: Memperpanjang Penuruanan karena Bagusnya Data AS

EUR/USD terus turun pada awal perdagangan sesi AS dan diperdagangkan di level terendahnya sejak Juni 2020 di sekitar 1.1153, karena data ekonomi...

Rupiah Kamis Ditutup Melemah ke Rp14.386/USD; Dollar di Eropa Rally 4 Hari, Rilis the Fed Hawkish

Dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini (27/1), nilai tukar rupiah terhadap dollar ditutup melemah, menambah sedikit loss sesi siangnya, sementara dollar...

Recent Comments