Wednesday, January 19, 2022
Home Berita Ekonomi Optimisme Penguatan Ekonomi Indonesia Mengatasi Pandemi Covid-19; Ini yang Menjadi Penopangnya

Optimisme Penguatan Ekonomi Indonesia Mengatasi Pandemi Covid-19; Ini yang Menjadi Penopangnya

Ekonomi Indonesia diperkirakan tetap positif dan terus bertumbuh tahun 2021 ini sekalipun menghadapi pandemi Covid-19. Strategi yang dilakukan pemerintah dengan tidak menerapkan lockdown, membuat ekonomi masih dapat bergerak meskipun dibatasi aturan dan kebijakan menghadapi pandemi Covid-19.

Pemerintah juga melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk mengendalikan lonjakan kasus varian Delta Covid-19. Sejak diberlakukannya PPKM Darurat di Jawa dan Bali pada 3 Juli 2021, maka pembatasan kegiatan dan aktifitas dilakukan yang membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal ketiga secara tahunan melambat dari 7,07% pada kuartal II, menjadi 3,51% pada kuartal III.

Seperti diberitakan sesuai laporan Satgas Penanganan COVID-19, maka angka akumulatif perkembangan kasus COVID-19 dari seluruh Indonesia hingga tanggal 28 November 2021 kasus positif terinfeksi COVID-19 dilaporkan sebesar 264 kasus, turun dibandingkan kemarin sejumlah 404 kasus. Hari ini dilaporkan kasus aktif turun sebesar 12 menjadi sejumlah 8.214 dibanding kemarin naik sebesar 133 menjadi sejumlah 8.226. Untuk persentase jumlah kasus sembuh mencapai 96,43%. Angka kasus positif terus mengalami penurunan dan prosentase kesembuhan terus meningkat.

(sumber : https://www.vibizmedia.com/2021/11/28/breaking-news-covid-19-di-indonesia-28-november-2021-kasus-positif-sejumlah-264-kasus-total-4-255-936/)

Pembatasan mobilitas masyarakat membuat permintaan domestik juga melambat. Konsumsi rumah tangga kuartal III-2021 tumbuh 1,03% (yoy), lebih rendah dari capaian kuartal II-2021 sebesar 5,96% (yoy), seiring penurunan mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Namun pemerintah tetap optimis untuk pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2021 akan tetap positif dan meningkat. Pemerintah yakin ekonomi di kuartal IV-2021 akan naik kuat dan membaik sesudah mengalami penurunan akibat kasus Covid-19 varian Delta.

Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo juga sepakat dan optimis bahwa ekonomi Indonesia akan menguat di kuartal akhir tahun ini.

Optimisme tersebut didasari pada tiga bulan terakhir ini terdapat potensi peningkatan pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh peningkatan sejumlah indikator dini, seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), penjualan ritel, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur, serta peningkatan ekspor dan impor.

Seperti diberitakan, Bank Indonesia mencatat, Indeks Keyakinan Konsumen IKK pada awal kuartal IV-2021 atau Oktober 2021 sebesar 113,4 yang berarti naik dari bulan sebelumnya pada level 95,5. Tidak hanya meningkat dari bulan sebelumnya, tapi angka tersebut sudah masuk ke zona optimistis yaitu indeks berada di atas 100

Sedangkan penjualan ritel pada Oktober 2021 diperkirakan meningkat dengan indeks Penjualan Riil (IPR) sebesar 193,0 atau naik dari 189,5 pada bulan September 2021

Demikian juga PMI Manufaktur Indonesia. IHS Markit mencatat indeks PMI Manufaktur Indonesia pada Oktober 2021 berada pada 57,2 yang berarti naik dari 52,2 pada bulan sebelumnya. Tidak hanya kembali ke zona ekspansif dan meningkat, angka ini bahkan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Jika dilihat dari sisi impor terjadi kenaikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor bulan Oktober 2021 sebesar US$ 16,29 miliar atau naik 0,36% mtm atau secara tahunan naik 51,06% yoy yang menunjukkan permintaan membaik.

Demikian juga dari sisi ekspor, nilai ekspor Indonesia pada Oktober 2021 tercatat US$ 22,03 miliar atau naik 6,89% mtm didukung oleh permintaan negara mitra dagang dan juga harga komoditas yang masih baik.

Sri Mulyani juga menekankan perbaikan ekonomi terlihat dari kondisi pasar keuangan. Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) mengalami perbaikan dan ada penurunan spread dari US Treasury.

Presiden Joko Widodo dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2021, 24 November 2021 juga menyatakan optimis untuk peningkatan ekonomi Indonesia seiring membaiknya indikator ekonomi Indonesia, namun demikian harus tetap waspada dengan mecermati ketidakpastian global.

“Kalau kita lihat di urusan konsumsi, indeks keyakinan konsumen sudah kembali pada posisi normal kembali seperti sebelum pandemi. Kemudian juga retail and sales index juga sudah mulai merangkak naik menguat seiring dengan pelonggaran mobilitas,” ucap Presiden Jokowi seperti dilansir dalam website Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

“Pajak sangat baik, bea dan cukai juga sangat baik, PNPB juga sudah lebih dari 100 persen, ini baik semuanya. Tumbuh 18,2 (persen) YoY, angka yang sangat besar sekali. Tapi sekali lagi, ketidakpastian itu selalu mengintip, hati-hati. Kita tetap optimistis tapi tetap harus hati-hati,” tambah Presiden Jokowi.

Selanjutnya, Presiden mengatakan bahwa purchasing managers’ index (PMI) juga sudah menunjukkan angka yang lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi. “Manufaktur, pabrik, industri pasti akan berproduksi karena dilihat ada demand. Inilah angka yang sangat tinggi sekali 57,2 persen. Pabrik, industri, perusahaan melihat bahwa ada sebuah prospek permintaan,” lanjut Presiden.

Dengan melihat penurunan kasus covid-19 dan peningkatan kesembuhan dari covid-19, juga pelonggaran yang dilakukan dalam PPKM, ditambah dengan berbagai indikator ekonomi yang menunjukkan arah penguatan, memberikan optimis dan harapan ekonomi Indonesia akan bertumbuh positif tahun 2021 ini. Karena itu pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2021 berada dalam kisaran 5,5%-6% year on year (yoy). Adapun besaran target pertumbuhan ekonomi tersebut diharapkan dapat terealisasi pada periode Oktober-Desember 2021 agar pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan meniungkat di sepanjang tahun ini.

Apa saja yang menjadi penopang dan pendukung bagi penguatan ekonomi Indonesia mengatasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung tahun ini?

Managing Partner of Vibiz Consulting, Alfred Pakasi menyatakan melonggarnya mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat oleh rendahnya penularan kasus Covid di Indonesia belakangan ini – yang mendapat pujian dari WHO dan banyak negara di dunia- merupakan peluang untuk sektor konsumsi bertambah menguat dan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi kembali di akhir tahun 2021 dan berlanjut di sepanjang tahun 2022.

Sementara itu, penguatan pada penjualan ritel, dan PMI Manufaktur menunjukkan tren pemulihan ekonomi domestik yang berlanjut dan akan mengangkat sektor investasi untuk juga menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi selanjutnya.

“Sejalan dengan itu, pasar modal juga terus menunjukkan penguatannya, dengan IHSG mencetak beberapa kali rekor tertinggi sepanjang sejarahnya. Ini menunjukkan investor dalam dan luar negeri optimis menatap prospek ekonomi Indonesia di kuartal ini dan tahun depan”, tambah Alfred Pakasi kepada Vibiznews.

Dengan demikian, selain ekspor yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di tengah booming harga komoditas global, sektor konsumsi dan investasi nampaknya akan kembali memegang peranan penting sebagai motor pertumbuhan di jalur pemulihan ekonomi kita.

Optimisme peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia menghadapi pandemi Covid-19 juga disampaikan Kristanto Nugroho, Advisor Vibiz Consulting Group kepada Vibiznews yang menyatakan “Dilihat dari indikator ekonomi baik Indeks Keyakinan Konsumen, penjualan ritel serta PMI (Pruchasing Managers’ Index) Manufaktur, bahkan juga peningkatan ekspor dan impor menunukkan pertumbuhan maka hal ini membangkitkan optimisme pelaku ekonomi. Ketika pelaku ekonomi optimis maka hal ini menjadi dorongan akselerasi untuk pertumbuhan ekonomi lebih lanjut”

Bila optimisme ini dipadu dengan sikap optimisme menghadapi pandemi covid-19 dimana angka penyebarannya terus menurun, maka pelonggaran pada PPKM akan lebih membawa suasana usaha dan roda ekonomi untuk segera pulih. Sektor wisata yang selama pandemi sangat terpukul diharapkan juga segera menggeliat dengan optimisme penanganan covid-19 ini.

Benar sekali, jika kita melihat indikator ekonomi yang positif dan membaik, maka kita optimis untuk ekonomi Indonesia dapat bangkit mengatasi pandemic Covid-19 tahun 2021 ini, dan bersiap untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi di tahun 2022.

( vibiznews )

Most Popular

Rupiah Rabu Siang Melemah ke Rp14.368/USD; Dollar di Asia Berbalik Turun, Paska Rally 3 Hari

Dalam pergerakan pasar uang Rabu siang ini (19/1), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah memasuki hari keempatnya, menambah sedikit loss sesi...

Inflasi Zona Euro Diperkirakan akan Semakin Memanas Tahun Ini

Inflasi zona euro akan membakar lebih panas sepanjang 2022 dari yang diperkirakan sebulan lalu, menurut ekonom yang disurvei oleh Reuters, yang dapat...

Dolar Naik, Didorong Kembali Di Atas Level Dukungan Saat Hasil AS Mendaki

Dolar naik pada Rabu pagi di Asia, dengan kenaikan imbal hasil AS mendorongnya kembali di atas level support yang belum tercapai dalam...

Microsoft Membeli Activision Demi Memasuki Metaverse

Microsoft Corp. mengakuisisi raksasa game Activision Blizzard Inc. senilai $69 miliar sebagai bagian dari langkah untuk meningkatkan rencana game dan Metaverse-nya.

Recent Comments