Friday, September 17, 2021
Home Berita Negara-Negara yang Mewakili lebih dari 90% dari PDB Global sedang Menjajaki CBDC

Negara-Negara yang Mewakili lebih dari 90% dari PDB Global sedang Menjajaki CBDC

Pencarian untuk memahami peluang dan tantangan mata uang digital bank sentral, atau CBDC, sedang berlangsung di 81 negara, dengan lima negara sepenuhnya menerapkan versi digital mata uang mereka, menurut pelacak baru dari Dewan Atlantik.

Wilayah Karibia adalah rumah bagi kelima CBDC yang saat ini digunakan, dengan Bahama, Saint Kitts dan Nevis, Antigua dan Barbuda, Saint Lucia dan Grenada semuanya menerapkan sistem uang digital mereka.

CBDC sedang dalam tahap percontohan di 14 negara lain, termasuk Korea Selatan dan Swedia, pelacak menunjukkan.

Didirikan pada tahun 1961, Dewan Atlantik menggambarkan dirinya sebagai organisasi nonpartisan yang berusaha untuk mempromosikan kepemimpinan AS dalam berbagai isu dunia. Pelacak CBDC, yang diluncurkan 22 Juli, saat ini memantau 83 negara dan serikat mata uang.

Di antara negara-negara dengan empat bank sentral terbesar – Federal Reserve Amerika Serikat, Bank Sentral Eropa, Bank Jepang dan Bank Inggris – AS paling tertinggal dalam hal pengembangan CBDC.

Federal Reserve telah meneliti CBDC selama beberapa tahun sekarang, dengan Ketua Jerome Powell menunjukkan pada bulan Januari bahwa pengembangan dolar digital adalah “prioritas sangat tinggi” untuk memerangi kejahatan keuangan. Sementara itu, Presiden Bank Fed New York John Williams percaya bahwa munculnya cryptocurrency menimbulkan pertanyaan menantang bagi bank sentral.

China baru-baru ini mengindikasikan bahwa pengunjung asing akan diizinkan menggunakan yuan digital selama Olimpiade Musim Dingin 2022 – asalkan mereka membagikan informasi paspor mereka dengan bank sentral.

Sekelompok senator AS yang mencakup pendukung Bitcoin, Cynthia Lummis telah mendesak Olimpiade Amerika untuk memboikot yuan digital. Menurut South China Morning Post, Beijing menanggapi dengan mengatakan kepada para senator AS untuk “berhenti membuat masalah.”

Bank Rakyat China mengklaim bahwa hampir 21 juta orang telah membuka dompet virtual untuk tujuan menggunakan yuan digital.

( inforexnews )

Most Popular

MoU PT SMI dan Bloomberg Philanthropies Tunjukkan Komitmen Indonesia Transisi ke Energi Bersih

Saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) antara PT SMI dan Bloomberg Philanthropies, yang dilakukan secara virtual pada...

Ekspor Indonesia Agustus 2021 Mencapai Rekor Tertinggi US$ 21,42 Miliar

Di tengah pandemi yang masih berlangsung, pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut hal ini dapat dilihat dari nilai ekspor Indonesia terakselerasi positif. Pada...

Harga Karet Naik Dua Hari Berturut-turut

Harga karet kembali naik pada hari Rabu karena data ekonomi yang melemah,lebih lemah dari data ekonomi dan kenaikan kasus virus corona di...

Rupiah Kamis Berakhir Balik Terkoreksi ke Rp14.252/USD; Dollar di Eropa Menanjak, Perhatian ke Pertemuan the Fed

Dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini (16/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir balik terkoreksi, melepas gain sesi siangnya, sementara dollar...

Recent Comments