Friday, September 17, 2021
Home Berita Komoditas Minyak Stabil Karena Kembalinya Pasokan AS yang Lambat Setelah Badai Ida

Minyak Stabil Karena Kembalinya Pasokan AS yang Lambat Setelah Badai Ida

Harga minyak sedikit berubah pada hari Rabu menyusul kerugian semalam dari dolar yang lebih kuat dan kekhawatiran permintaan, dengan dimulainya kembali produksi yang lambat di Teluk Meksiko AS memberikan beberapa dukungan.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 11 sen, atau 0,2%, menjadi $68,46 per barel pada 0429 GMT, setelah meluncur 1,4% pada hari Selasa setelah liburan Hari Buruh.

Minyak mentah berjangka Brent turun 2 sen menjadi $71,67 per barel setelah jatuh 0,7% pada hari Selasa.

“Pasar sedang … menimbang dampak penundaan yang sedang berlangsung terhadap dimulainya kembali operasi di Teluk Meksiko,” kata analis ANZ Research dalam sebuah catatan.

Produsen di Teluk Meksiko AS masih berjuang untuk memulai kembali operasi sembilan hari setelah Badai Ida menyapu wilayah itu dengan angin kencang dan hujan yang mengguyur.

Sekitar 79% dari produksi Teluk AS tetap offline pada hari Selasa, dengan 79 platform produksi masih kosong. Sekitar 17,5 juta barel minyak telah hilang ke pasar sejauh ini.

Sumur lepas pantai Teluk membuat sekitar 17% dari output AS.

“Operasi kilang tampaknya membuat pemulihan lebih cepat,” kata analis ING dalam sebuah catatan.

Hanya sekitar 1 juta barel per hari kapasitas ditutup sementara, turun dari puncak lebih dari 2 juta barel per hari, kata ING, mengutip laporan situasi terbaru dari Departemen Energi.

“Namun, penyulingan yang telah dimulai kembali tidak mungkin beroperasi pada kapasitas penuh saat ini,” tambah catatan itu.

Pedagang akan mengamati dengan cermat data persediaan dari kelompok industri American Petroleum Institute yang akan dirilis pada hari Rabu dan Administrasi Informasi Energi AS pada hari Kamis untuk gambaran yang lebih jelas tentang dampak badai pada produksi minyak mentah dan output kilang.

Analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan, rata-rata, bahwa stok minyak mentah turun 3,8 juta barel dalam seminggu hingga 3 September, dan melihat stok bensin turun 3,6 juta barel dan sulingan turun 3 juta barel.

Harga minyak turun pada hari Selasa dalam aksi jual komoditas yang meluas karena dolar AS melonjak di tengah kekhawatiran bahwa meningkatnya kasus COVID-19 di Amerika Serikat dan Asia berpotensi menyebabkan pertumbuhan yang lebih lambat.

( inforexnews )

Most Popular

MoU PT SMI dan Bloomberg Philanthropies Tunjukkan Komitmen Indonesia Transisi ke Energi Bersih

Saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) antara PT SMI dan Bloomberg Philanthropies, yang dilakukan secara virtual pada...

Ekspor Indonesia Agustus 2021 Mencapai Rekor Tertinggi US$ 21,42 Miliar

Di tengah pandemi yang masih berlangsung, pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut hal ini dapat dilihat dari nilai ekspor Indonesia terakselerasi positif. Pada...

Harga Karet Naik Dua Hari Berturut-turut

Harga karet kembali naik pada hari Rabu karena data ekonomi yang melemah,lebih lemah dari data ekonomi dan kenaikan kasus virus corona di...

Rupiah Kamis Berakhir Balik Terkoreksi ke Rp14.252/USD; Dollar di Eropa Menanjak, Perhatian ke Pertemuan the Fed

Dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini (16/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir balik terkoreksi, melepas gain sesi siangnya, sementara dollar...

Recent Comments