Thursday, October 6, 2022
Home Berita Komoditas Minyak Brent Lewati $100 per Barel, Menuju Kenaikan Mingguan

Minyak Brent Lewati $100 per Barel, Menuju Kenaikan Mingguan

Harga minyak naik sebanyak $1 pada hari Jumat di tengah tanda-tanda membaiknya permintaan bahan bakar, meskipun pidato mendatang dari ketua Federal Reserve AS membatasi kenaikan lebih lanjut.

Minyak mentah berjangka Brent naik $ 1,53, atau 1,54%, menjadi $ 100,87 per barel pada 10:51 GMT. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik $ 1,20 sen, atau 1,3%, menjadi $ 93,72.

Kedua kontrak merosot sekitar $2 pada hari Kamis tetapi berada di jalur untuk kenaikan mingguan sekitar 4% untuk Brent dan 3% untuk WTI.

Angka yang lebih baik dari perkiraan mengenai ekonomi AS membantu menghilangkan ketakutan resesi.

Ekonomi AS berkontraksi pada kecepatan yang lebih moderat daripada yang diperkirakan pada kuartal kedua karena belanja konsumen menumpulkan beberapa hambatan dari penurunan tajam dalam akumulasi persediaan.

Pemberi pinjaman terbesar Norwegia, DNB, mengatakan kekhawatiran permintaan tampaknya telah dilebih-lebihkan meskipun prospek ekonomi makro melemah.

“Kami berharap normalisasi mobilitas pascapandemi di pasar negara berkembang di Asia dan efek peralihan gas-ke-minyak untuk sebagian mengimbangi pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah. Selain itu, data mobilitas tampaknya bertahan dengan baik,” katanya.

Dukungan harga tambahan datang dari pemimpin de facto OPEC Arab Saudi pada hari Senin menandai kemungkinan pengurangan produksi untuk menyeimbangkan pasar minyak dan mengimbangi kembalinya barel Iran ke pasar minyak jika Teheran mencapai kesepakatan nuklir dengan Barat.

Anggota lain dari kelompok produsen OPEC+ yang lebih luas telah menyuarakan dukungan untuk pernyataan Saudi sepanjang minggu ini. Uni Emirat Arab pada hari Jumat menjadi anggota OPEC+ terbaru yang menyatakan itu sejalan dengan pemikiran Arab Saudi di pasar minyak mentah, sebuah sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Reuters.

“Kesan tetap bahwa Arab Saudi tidak mau mentolerir penurunan harga di bawah $90. Spekulan dapat melihat ini sebagai undangan untuk bertaruh pada kenaikan harga lebih lanjut tanpa perlu takut akan penurunan harga yang lebih jelas,” kata Commerzbank.

Pasar menunggu sinyal baru tentang prospek kenaikan suku bunga dalam pidato dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Jumat.

“Pembuat kebijakan Fed telah membuat tawaran hawkish akhir-akhir ini, dan sikap ini kemungkinan akan ditegaskan kembali oleh pesan Powell,” kata analis PVM Stephen Brennock.

( inforexnews )

Most Popular

Harga Jagung, Kedelai, Gandum Beragam Tutup Rabu

Pergerakan Pasar Di Bursa Chicago Grain Exchange pada Rabu 5 Oktober   2022 .  Harga   jagung, kedelai, gandum beragam.   Sementara menantikan Laporan Penjualan Ekspor Mingguan pada...

Rupiah Kamis Pagi Melemah ke Sekitar Rp15.201/USD; Dollar di Asia Terkoreksi Teknikal

Dalam pergerakan pasar uang Kamis pagi ini (6/10), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau dibuka terkoreksi terbatas, sementara dollar AS di pasar Asia terkoreksi...

Pemerintah Terus Dorong Digitalisasi Pada UMKM

UMKM merupakan tulang punggung dari pertumbuhan perekonomian di Indonesia sehingga Pemerintah sangat konsen dengan pertumbuhan UMKM. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa...

Harga Kopi, Gula, Kakao Naik Tutup Rabu

Pergerakan pasar untuk  Kopi, Gula dan Kakao pada hari Rabu 5 Oktober  2022.  Harga  kopi, gula dan Kakao semua naik    Harga kopi Arabika  naik,...

Recent Comments