Sunday, January 23, 2022
Home Berita Ekonomi Menjadi Presidensi G20, PDB Indonesia Berpotensi Naik USD 533 Juta

Menjadi Presidensi G20, PDB Indonesia Berpotensi Naik USD 533 Juta

Pada acara Konferensi Internasional Road to Indonesia G20, yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan Kamis (11/11) secara daring, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa penyelenggaraan forum G20 tahun 2022 mendatang di Indonesia berpotensi meningkatkan konsumsi domestik sebesar USD190,2 juta serta menciptakan USD533 juta terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Selain itu, implikasi positif lainnya dari penyelenggaraan pertemuan G20 di Indonesia menurut Menkeu adalah terciptanya lapangan pekerjaan. Dengan upaya untuk terus mengelola Covid-19, Menkeu berharap sebagian besar pertemuan dilakukan dengan tatap muka atau pertemuan fisik, demikian dilansir dari Kemenkeu.

“Kami akan mengadakan sekitar 150 pertemuan dan acara sampingan yang akan berlangsung di berbagai kota di Indonesia. Jadi kami berharap 33.000 pekerjaan akan tercipta dari berbagai sektor dari kegiatan ini saja,” ungkap Menkeu.

Lebih lanjut, Menkeu menyatakan bahwa dengan memegang Keketuaan G20 maka hal ini dapat menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kinerja perekonomian Indonesia yang membaik setelah melalui pandemi Covid-19, dan reformasi struktur yang telah dilakukan.

“Perlu diketahui dengan disahkannya Undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, kita juga sudah melakukan reformasi perpajakan, dan saat ini kita juga sedang membahas hubungan fiskal antara pemerintah pusat dan daerah yang akan membuat koordinasi lebih baik. Ini adalah beberapa reformasi yang sangat kritis yang diharapkan akan terus membangun fondasi yang lebih kuat dan lebih baik untuk pemulihan ekonomi Indonesia,” jelasnya.

Dalam konferensi bertajuk “On Resilient and Sustainable Economic Recovery” tersebut, Menkeu mengharapkan hasil substantif yang nyata dari keketuaan Indonesia di G20 mendatang. Di bidang kesehatan, akan dibahas kesepakatan roadmap untuk membentuk pencegahan, kesiapsiagaan dan respons pandemi.

“Di bawah gugus tugas bersama Menteri Kesehatan dan Keuangan dapat memperkuat kemampuan ekonomi global semua negara untuk dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk kemungkinan pandemi di tahun-tahun mendatang di masa depan”, papar Menkeu.

Pada agenda iklim, Menkeu berharap dapat memberikan pedoman tindak lanjut roadmap keuangan berkelanjutan yang saat ini sedang dikembangkan, termasuk bagaimana memanfaatkan pembiayaan internasional dan membuka investasi sektor swasta agar negara mana pun dapat mencapai NDC mereka atau target net zero emission. Menkeu juga menyinggung tentang perpajakan Internasional yang akan dicapai menyusul keberhasilan multilateralisme dalam menjawab tantangan global.

“Kami berharap pada masa kepresidensian Indonesia, akan ada kesepakatan tentang prinsip panduan sistem perpajakan internasional untuk mencapai perpajakan yang adil, sederhana dan merata, baik untuk negara maju maupun negara berkembang,” tandasnya.

( vibiznews )

Most Popular

Harga Minyak Melemah, Meskipun Kekhawatiran Pasokan Membayangi

Minyak turun tipis pada hari Kamis, membukukan kerugian tipis setelah beberapa hari menguat yang mendorong benchmark ke tertinggi tujuh tahun karena kekhawatiran...

Dolar membalikkan kerugian, Terus Menguat

Dolar berfluktuasi tetapi tetap dalam kisaran pada hari Kamis karena lintasan naik minggu ini dari imbal hasil Treasury AS mengambil nafas.

Rekomendasi Minyak 21 Januari 2022: Berbalik Turun karena Meningkatnya Persediaan

Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex berbalik turun dan sempat menembus ke bawah $83 ke...

Harga Soft Commodities Mixed Pada Penutupan Pasar Hari Kamis

Pergerakan pasar untuk Soft Commodities pada hari Kamis 20 Januari 2022, Harga Soft Commodities mixed , Harga kopi Arabika turun dari harga...

Recent Comments